icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

PUISI CINTA DARI TIMUR

Bab 4 PEDANG SUCI TIGA ELEMEN

Jumlah Kata:1260    |    Dirilis Pada: 05/05/2022

g besar itu kini berada dalam genggamnya. Bobotnya lumayan berat k

Kenapa pedang itu kini terasa ringan. Dia bukan seperti sedang men

seolah mendorong jiwanya untuk segera bertempur. Lu

A

AN

!" pekik

pedang itu menyerang Gu

ngkis serangan Lu Sicheng. Sekarang keduanya

!" perintah Guru Li sembari menaha

u Sicheng tampak mulai panik. Tidak. Bisa-bisa ia membunuh si tua

g itu. Cepat pusatkan pikiran. Kendalikan pedang itu seperti yang k

uci Tiga Elemen itu mengamuk bak harimau yang terlepas dari kandangnya. Pedang suci Tiga

n matanya. Dia memusatkan pikiran

ku

an pik

rtarungan i

lamban. Tampaknya pedang suci itu sudah menuruti p

ekarang. Aku bangga padamu," tukas Guru Li sembari membenahi

a dia pun kagum atas dirinya. Pedang suci T

lum kau berangkat ke Timur." Guru Li seger

Sicheng harus berang

tanya Lu Sicheng saat mereka duduk sembari men

ia-Hao. Seharusnya kau sudah menaiki tahta kerajaan sekarang. Oleh karena itu sudah waktunya kau mengg

tanya Lu Sicheng lagi. Pendar matanya

tu membuat pedang ini dari kekuatan alam semesta. Tiga elemen menjadi satu dan menjadi kekuatan yang sangat besar pada pedang itu

ya lagi,"Guru, selain keturunan dinasti Lu, apakah

ndanginya para gadis yang sedang mencuri pandang pada Lu Sicheng. Astaga, para gadis

unakan pedang suci Tiga Elemen itu. Asalkan dirinya sudah mencapai sebuah kesempurnaan

et bukan kepalang. Mustahil ada orang yang mau melakukan h

segera mengang

tu hanya akan mematuhi perintah tuannya saja. (orang yang bisa mengangkatnya) Meski pun seseorang bisa mencapai kesempurnaan, itu t

tinewa. Pantas saja kalau banyak pendekar menginginkannya. Namun, pedang itu ternyata berbahaya p

aat berangkat ke Timur nanti." Nasehat Guru Li sembari me

icheng agak tersen

au sampai gerbang." Guru Li s

it dari bangku yang ia duduki. Mereka pun

i Guru Li, pemuda itu masih tetap anak kecil yang harus ia perhatikan. Ya, Lu Sicheng mema

Hao, ksatria tangguh yang berhati lembut. Bedanya Lu Sicheng lebih berha

nya pewaris dinasti Lu yang masih hidup. Guru Li berharap Lu Sicheng bisa kemb

aku. Setelah itu kau harus menaiki tahta kerajaan Dong Taiyang." Guru L

mi, dan mempersembahkan kepalanya padamu," jawab Lu

itu. Mereka pun melanjutkan langkahnya lagi me

ak C

, Kakak

ak C

u. Mereka pun menoleh serempak. Astaga, mau apa para gadis itu datang? Lu Siche

gar kau akan berangkat

kue beras ini. Aku mem

. Pakailah jubah ini. Ini adalah jubah kesayangank

annya pada Lu Sicheng. Sedangkan Lu Sicheng sendiri tampak dingin menatap mereka. D

," cetus Lu Sicheng segera berpamitan pada Guru Li. Dia har

sangatlah jauh. Kau pasti akan merasa lapar nantinya," ucap Han Siah, salah satu d

g selalu pantang menyerah. Tapi akan lebih buruk lagi

a sembari menerima bungkusan ka

a memalingkan wajahnya. Sial! Pasti Han Siah besar k

gan mereka. Lu Sicheng segera menaiki kudanya dan berlalu. Gu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka