icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

PUISI CINTA DARI TIMUR

Bab 3 RUANG RAHASIA

Jumlah Kata:1188    |    Dirilis Pada: 05/05/2022

urnya sejak beberapa saat yang lalu. Jelas. Dia tak bisa tidur tenang malam in

na

percaannya sendiri. Sedangkan ibunya? Dimana dia sekarang? Apakah masi

menunggu pagi tiba. Kakinya sudah gatal ingin melangkah ke Timur saat ini juga. Sedangka

Li tak membuat pria batu es itu menoleh padanya. D

gkainya melaju mendekat sekitar satu meter

an indera perasa. Dewa sudah merenggut semua itu darinya sejak lama. Karena para Dewa cemas, kalau langit akan me

sedang mengalami sindrom tidur berjalan? Guru Li yang penasaran segera mendekat pada pe

gkah konyolmu

pemuda yang satu ini memang sangat istinewa. Dia bahkan berani berkata sinis

Guru Besar, harusnya kau lebih beretika, bukan? Bagaimana kala

Lu Sicheng adalah pangeran dinasti Lu, satu-satunya keturunan raja besar Dong Taiyang. Pant

benar menurut para gadis di desa Lan Hua ini? Hm, sepertinya itu menang benar,

itu katakan?" Lu Sicheng bertanya tan

udian, "Ya, para gadis itu mengatakan kalau kau adalah pemuda yang sombong, keras kepala, menyebalka

han para gadis itu. Lagi pula, berapa usiamu sek

i

ukuman pada murid menyebalkan yang satu ini. Niatnya tadi menemui Lu Sicheng untuk sebuah tujuan khusus. Ya, lupakan uc

up mulutmu dan ikutilah aku sekarang. Mengerti?" tukas Guru Li. T

i 'kan yang berkata, aku harus berangkat ke Timur pagi ini juga," bala

g hanya tersenyum tipis melihatnya. Dia memang selalu b

etus Lu Sicheng sembari melangkah menuju keluar kamar,"ayo! Katanya tadi

ndengkus kesal. Langkah cepatn

pangsit sebelum aku berangkat?" tanya Lu Sicheng sembari tersen

kan mengetahuinya," balas Guru Li ya

is. Tangannya menyatu di belakang pinggang denga

a, Kaka

ampan s

ak C

dis itu memang selalu datang ke rumah Guru Li sesuka hati. Bahkan mereka juga sering mema

ang bisa menggetarkan hatinya. Dan menurutnya, para gadis hanya akan membuatnya kerepotan saja. Ya, sejauh ini begit

lihat s

anya menatap heran dengan apa yang sedang si tua bangka itu lakukan. Guru Li tampak sedang mengusap-

Konyol sekali,' bathin Lu Sicheng. Bibirnya mengulas se

AA

di hadapannya itu terbuka bak sebuah pintu rahasia. Apa in

era melangkah memasuki ruangan yang

a itu. Manik hitam Lu Sicheng memindai seisi ruangan. Astaga, tam

pasang netranya kemudian terpusat pada sebilah pedang yang bertandang p

ena sinar lentera pada ruangan

era melangkah

ang Ayahmu gunakan untuk menghabisi para musuhnya di medan t

a itu. Namun pandangannya kembali pada

asti Lu. Darah mendiang Raja Lu mengalir dalam tubuhmu. Hanya kau yang

uda itu pun mengembalikan pandangannya pada pedang di hadapannya.

aiyang. Kau adalah putera Raja Lu Cia-Hao dan Permaisuri Fang Yin. Hanya kau yamg bisa mengendali

bangga pula akan dirinya. Ternyata ben

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka