icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terjerat Cinta Duda Dingin

Bab 5 Aluna

Jumlah Kata:1073    |    Dirilis Pada: 25/01/2022

G CINTA

h mobil baru saja masuk dan parkir di sana. Hatiku mulai berdebar tak karuan, apalagi

um lebar. Aku pun membalikkan badan, mensejajar

k buat Aluna dan Ayah?" tanyaku sem

rang tante Kinar mau

terganti di hati Luna dan ayah. Iya, kan? Tante hanya ingin meneruskan tug

itu pun ters

te. Tante Kinar nggak akan

lan lalu mengusap

asnya saja menyayangi Luna dan ayah, nggak ada nia

u ke tante Kinar. Apa memang begit

ya begitu, tapi kalau Luna nggak mau nggak

n bunda. Iya, kan, ibu?" Gadis kecil itu pun memelukku erat. Kuusap

alis tebalnya, bulu mata yang lentik, pipinya yang chubby, hidungnya yang begitu pas dengan waj

li menyayangi Aluna. Dia seperti malaikat kecil yang selalu bisa membuatku tersenyum bahagia. Menginga

berapa hari dilahirkan, sementara aku ditinggalk

ari sepeda tua peninggalan bapak, ibu menjajakan nasi rames dan gorengan.

mereka bahagia di sana. Tinggal aku yang mencari ke

kan dari oven dan menyajikannya di ruang keluarga. Ad

h?" Aluna menoleh ke arah ayahnya yang sedang sibuk dengan pons

. Mumpung baru aja keluar dari

ih, Lun? Memangnya kamu m

tajam. Sementara Luna yang mulai mengunyah brownis

nte Kinar ini memang ibu baru buat Lun

wa nama neneknya-- Tante Dina. Aku yakin, Tante Sarah nggak akan

ma ayahmu," bisik Nadila dengan tatapan tak suka ke arahku. Aku ya

a nenek, tante Kinar itu ibu pengganti bua

sudah mundur beberapa langkah dan kembali menyibukkan diri ke dapur. Tak ingin kudengar j

Kinar

ai kapan pun aku nggak rela jika posisi Mbak Bila digantikan ol

manggilnya ibu. Biar aja Tante, yang penting dia bisa menj

sosok pendamping. Lebih tepatnya perempuan nganggur yang nggak berkarir di luar sana. Supaya bisa fokus merawat Lun

dihargai. Meski aku sudah menjauh, tetap saja suara mereka terdengar jelas. Jarak ruang keluarga den

a diam saja. Tak kudengar suaranya lagi setelah dipotong cepat oleh mertuanya tad

na pelet loh makan brownis

an. Kulihat ekspresi kekagetan di wajah Nadila.

Akhirnya Mas Arka angkat suar

membela anaknya, tapi aku cukup bersyukur dia m

us Luna ingat," ucap Mas Arka kemudian. Gadis kecil itu pun mengh

ah? Apa yang har

alah satu-satunya perempuan yang tulus sayang dan rela berkorban buat Luna. Bunda rela bertaruh nyawa

ang terpajang di dinding. Figura berisi foto p

ya. Yang pasti, air mata ini kembali menitik ke pipi. Betapa bodohnya cinta ini. Sudah ta

💕

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka