icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Kurang dari tiga

Kurang dari tiga

icon

Bab 1 1. Prolog

Jumlah Kata:1507    |    Dirilis Pada: 20/12/2023

RKOSA LALU DIBUNUH

____________

wasta ditemukan tewas dalam keadaan terikat di tiang listrik. Di sam

h perlombaan olimpiade matematika itu ditemuka

i menemukan banyak kejanggalan dari me

banyak luka lebam di sekujur tubuhnya," ujar Kabid Humas Polda

mukan luka di sekitar alat vitalnya. Korban

n membunuh korban. Dari kesaksian salah satu pelaku, jumla

dian. Tak jauh dari lokasi meninggalnya korban, ada sepeda yan

terurus. Selain itu kami juga menemukan pi

ntas kasus kekerasan dan pembunuhan ya

l pemeriksaan bahwa motif para pelaku memerkosa dan membunuh

t. Kami akan meminta keterangan pa

*

....

Raka yang baru saja membuka pintu, iya, se

erjatuh dalam pelukannya. Raka menghirup wangi rambut Cherry, sambil tangannya me

da Raka agar bisa melihat w

rambut nakal yang menghal

ayak gak kaget gitu."

dengan tangan lalu celingukan melihat rumah Raka, siapa tahu pemban

r!" bisik Cherry m

rambut hitam Cherry, "Ini belum

waktu liburan? Jangan-jangan kamu ada sel

k g

a pu

i?" Raka mengera

ingin melayangkan tamparan di pipi Cherry, tapi akalnya ma

Lepasin!" Cherry menggeli

u yang tadi

ras, "Gak mau. Aku c

elah sudut bibirnya

um! Dibilangin

guh, setiap mendengar ungkapan itu bulu kuduknya meremang. Mungkin benar hanya sekedar ci

dia punya nafsu dengan lawan jenis, kan? Apa

" kata Raka, sesuai de

leh gig

tar bola matan

l mengerucutkan bibirn

u

ekikikan, dia kembali menjewer telinga Raka yang sekarang s

" Satu suara l

nya. Dia meringis, merapikan penampilannya kala me

n Bunda Raka, tak lupa dia men

a beralih pada Raka. Berbeda dengan Cherry, beliau memberikan tatapan tajam pada putra

kesal, "Gak d

iri, namun tatapan Raka yang seakan ingin segera me

a Raka menuntun Cherry mas

as kelakuan ibu tercintanya. Dia selalu disalahkan. Padahal kelakuanny

sifat sama dengan orang tu

ang tamu, diikuti oleh bunda

k di samping Cherry dan langsu

kal!" Bunda mencubit

Mengusap tangannya yang nyeri,

"Persis sama bapaknya." Tatapannya be

ruh baya itu, "Bukan salah Bunda. Biar Raka sendiri yang mi

maaf?" Setelah sekian lama diam, R

herry emosi , "Nyebelin!" Cher

gigitannya, mengusap lengan Raka yang terdap

ng berpura-pura kalem. Memang emosi

Anaknya nyeb

a salah, kasih pelajaran sesuka kamu saj

," lanjut wanita

tuju dengan penuturan Bunda Rak

lembut. "Belum waktunya liburan, kamu kok sudah ke Jaka

, "Nenek sehat,

gguk, "Syukur kalau begitu.

Jakarta, Bunda

ngerutkan kening. Sama-sama terkejut berc

di rumah Nenek?" tan

seru Cherr

ut di wajah Raka, "L

a tinggal di sini bersama Nenek. Selain karena dipindah–t

Cherry, "Lo gak l

. Kita gak bakal LDR an lagi,"

k Cherry kala tangannya masih terle

candunya. Sangat tenang, setenang hatinya kal

rabaya, sedangkan Raka orang Jakarta. Mereka diper

inya, mengajaknya main sampai lupa waktu. Dan ketika hari dimana Cherry harus pulang

a sendiri. Raka sekarang sudah berbeda, tidak

Astaga! Masih ad

sa bersalah mengabaikan ibu Raka, "Maaf, Bunda. Raka

nda juga senang dengar berita yang

beranjak memeluk Bunda dengan girang. Tentu saja beliau senang, a

da ke dapur dulu, mau bantuin Bibi masa

oleh pulang kalau belum m

y mengangkat tangann

balik tembok, Raka langsung saja kembali memeluk

gak bisa napas ih!" Che

emilih mempererat pelukan, menghirup wang

a gimana?"

sekolahan, nanti kalau ada apa-

rsenyum

sekolahan dengannya. Gadis itu tidak tahu saja rencana apa

pernah menjalani masa pacaran selain LDR, jadi lihat

aat Raka menarik ta

ni?" tanya Cherry berjala

taruh di

nya

H

aka memang suka menyetok banyak boneka mini se

wa ya?" kata

Memang it

k Raka dari samping yang dibalas cowok itu de

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka