icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mencintai Pria Misterius

Bab 2 Keluarga Baru

Jumlah Kata:1043    |    Dirilis Pada: 16/11/2022

ntik yang memiliki tubuh tinggi, kulit putih serta lesung pipi yang membuat dirinya terkesan sangat cantik. Wajar jika ia termasuk dalam

a belanda. Tidak heran jika dia memiliki paras cantik seperti wanita belanda. Kulitnya yang putih ser

dat. Ia pun memutuskan untuk beristirahat lebih awal dari biasanya. Sembari memainkan Handphone bermotif beruang warna ungu, senyuman tiba-tiba terukir di wajah cant

walaupun pada kenyataannya yang terjadi sangatlah jauh berbeda dari apa yang selama ini ia bayangkan. Laki-laki itu terlalu dingin untuk Sofia yang

otif bunga mulai terlihat gelisah. Sofia terus saja membolak-balikan tubuhnya hingga tiba-tiba air mata mulai jatuh dari kelop

mata masih terus mengalir dan kini semakin deras ketika ia menatap selembar f

Masa-masa indah dengan sang ayah dan ibu nya pun tak luput berada di dalam pikirannya. Ia tak pern

ahui siapa dalang dibalik tragedi itu? dan me

*

a di sebelah selatan jika dilihat dari dalam kamar bernuansa lilac milik Sofia. Semalam ia banyak menghabiskan waktunya untuk menangis dan menulis segala

itam putih, perlahan matanya mulai berkedip-kedip ketika jam weker yang b

dengar suara jam weker ya

na ungu itu Sofia mulai membalas satu persatu pesan yang masuk di WhatsApp nya, banyak sekali pesan-pesan yang masuk mulai dari grup chat sampai teman-

kamar sambil terus mengetuk pintu kamar dengan sangat

bangun untuk membuka pintu yang hampir in

ika pintu sudah terbuka dan menampakkan wajah pe

celetuk laki-laki itu dan segera meninggalkan

gera mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin di kamar mandinya dan segera menua

lebih segar dan aura kecantikan nya mulai bersinar. Sofia terus saja memandangi dirinya dari pantulan cermin

l yang akan terjadi hari ini berpihak pada dirinya. Dan s

Sofia pada Ibu dan laki-laki yan

i bernama Bryan Zamori

elanjutkan aktifitas nya mengoleskan selai strawberry pada roti untuk putranya. Meli

ecah kemarin saat pulang dan sekarang masih di b

hanya sedikit mengangguk kan kepalanya memberi isyarat bah

melihat ke arah kedua orang yang berada di hadapannya saat ini. Tatapan nya terli

an sendok dan garpu yang beradu dengan piring kaca berwarna putih milik mereka. Sofia dan Bryan sudah sangat terb

ngat depresi. Penampilan nya yang sangat lusuh dan terkesan seperti tidak ada yang mengurus tak jarang membuatnya menjadi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka