icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

I Hate Birthday Party

Bab 7 Pelayanan Pelacur Termahal

Jumlah Kata:1547    |    Dirilis Pada: 30/10/2022

i samping motor besarnya. Wajahnya tampak sangat muram di tamb

untuk bisa masuk ke

rutkan keningnya.

t ini secara ilegal. Jangan pikir

a dengan horror. "Bag

.." Sini

ahku! Ehh Daniel," Kevin menatap temannya de

antu aku masuk ke dalam!" Daniel meli

la nafas panjang. "

njaga pintu membuat mereka sedikit terkesiap terutama Daniel y

antu, Tuan?" tanya sa

dia tersenyum dan menjawab, "Aku mau lebih dari yan

ikkan sesuatu pada orang lainnya. Dan oran

ggu sebenta

hu siapa aku?" Kevin menaikkan sebelah ali

sudah membuat kesalahan sampai pria yang tadi pergi,

ilahkan

lantai dua. Sebuah pintu berwarna hijau tua dibuka dan menampakkan sosok

?" tanyanya den

yang sudah menjual banyak s

ita, tampan?"

iel yang berada di sampingnya. Wajah Kevin tampak s

di sini," ujar Kevin dengan suara tenan

aik kami." Wanita itu memberikan sebuah daftar beserta fotonya

ma itu. Bisa kau siapkan

asih tetap tenang seolah rencana ini sud

lian berdua

ang ingin menggunakannya. Temanku membutuhkan pelayanan yang bagus malam ini. Jadi

akan membalasmu!' mak

belum pernah melihat wajah kalian

erkejut sambil mengejek wanita di hadapannya. Tidak s

apa

u, Dad.' Ke

rtu nama yang membuat nama 'David Grace'. Setelah me

opa!" Wanita itu memekik. "Anda tampak

rang yang baru saja bertemu dengannya. "Realita lebih mengejutkan, b

dikit menegang. Tapi dia tid

rapapun," ucap Kevi

api Tiara dibayar

ya?" Kevin melirik kartu

itu Tuan Grace.

niel membuka suara. Kesabarannya hampi

gugup lagi. "B-bukan seper

gan harap besok masih bisa buka!" ancam Da

pat. "Baiklah, baiklah! Berapa tarif yang anda t

p Daniel tanpa mau berpikir dua kal

pelacur itu sangat berlebihan! Kevin pikir temannya sudah benar-benar gila. Dia m

anya dalam waktu singkat." Wani

jaanku sudah sele

nks,

u sendiri yang mencaritahunya." Kevin sedikit memperingatkan Da

*

L

embuat orang yang sedang meringkuk

ini, kamu bisa pulang dan beristirahat!" ucap Mam dengan senyum mengembang di

ng menonjol itu! Aku beri 30 menit!" pe

na-mana. Dan sekarang Tiara harus menggosok semua luka itu supaya hilang. Bagaimana bis

ra. Demi uang, dia harus melakukannya. Perlahan g

. Tiara tidak tahu seperti apa pria yang akan ditemuinya kali ini. Apa pria itu akan me

ampakkan sosok tinggi bertubuh besar melangkah masuk

begitu saja. Matanya bergetar

lan nyaris seperti bisika

is yang dia cintai dari ujung kaki sampai ujung

ini." Daniel berkata langsung pada intinya

ngan tubuh seperti ini, seseorang yang dia kenal melihatnya bahkan menat

a terdengar begitu dingin dan tanpa emosi. Wajahnya bahkan begitu datar dengan mata yang menatap Dan

n membantumu," u

aku malam ini?" Tiara berkat

ia

ai sekarang?"

ia

i Daniel. Memeluk lehernya dan meraih bibir Daniel. Mencium dan menyesapnya pelan. Tapi la

Daniel mendorong tubuh kecil it

lah bersamaku. Aku bisa membiayai seluruh k

ata menyipit. "Siapa kamu sampai peduli padaku? Kamu bukan kakakku ata

tidak suka mendengarnya. Kekeraskepalaan Tiara membuatnya marah, marah karena dia

membuat Tiara terkesiap. Dia menatap pemuda yang ma

aikan saja,"

tempat ini." Daniel berjalan melewati Tiara dan berbaring men

ngar kata 'pelacur' keluar dari mulut pemuda yang selalu membelanya di sekolah

mengangkangi kedua kaki Daniel. Tiara menyeret tubuhnya sehingga wajahnya sejajar dengan

ara menyelinap masuk kedalam kemejanya, mengelus perut yang sudah membentuk

eluarkan benda dibaliknya. Benda itu tampak ti

lau pemuda itu menahan emosinya. Nafas pemuda

da yang mulai mengeras se

elacur termahal?" tanya Daniel dengan

nya. "Aku tidak merasa bersemangat sama sekali. Percuma saja aku membayarmu mahal,

membayarku mahal-mahal?" gumam Tiara, kali

Be

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
I Hate Birthday Party
I Hate Birthday Party
“"Aku ingin mencoba seperti apa layanan dari pelacur yang sudah kubayar 3 kali lipat," ujar pemuda tampan itu dengan ekspresi datar tanpa emosi. Gadis yang menjadi sasaran pembicara hanya berjalan mendekatinya mengelus kejantanan pemuda itu dari luar celana dan menciumi bagian bawah perutnya. Dia berusaha untuk membuat kejantanan pemuda itu mengeras dengan mempermainkan bagian kepalanya. Tapi ternyata tidak ada yang berubah. Tidak ada tanda-tanda benda itu akan bangkit. "Hah! Seperti inikah sentuhan pelacur mahal itu? Aku bahkan tidak bergairah sama sekali!" maki pemuda itu. Tatapannya tajam menatap gadis di hadapannya. Umur mereka hampir sama hanya berbeda beberapa bulan saja. Mereka bahkan berada di sekolah yang sama. "Hentikan permainanmu! Aku muak berada disini!" Dia mendorong tubuh kecil gadis itu dan keluar dari kamar hotel yang sudah di bayar mahal. "Kalau kamu tidak mau tidur denganku, kenapa kamu harus membayarku sebanyak itu?" gumam gadis itu dengan suara pelan. Ekspresinya menampakkan kesedihan yang mendalam. Rasa hancur dari kehidupannya jelas terlihat dari sana. Dia bahkan seperti boneka yang tidak layak hidup lagi. *** "Aku akan mengeluarkanmu dari sana! Tunggu dan lihat saja apa yang akan kulakukan padamu, Tiara!"”
1 Bab 1 Gadis Pelacur2 Bab 2 Kebohongan Demi Kebaikan3 Bab 3 Langit yang Cerah Tidak Serta Merta Menerangi Hidupku4 Bab 4 Keputusan Tanpa Berpikir5 Bab 5 Masa Lalu yang Tidak Diketahui Siapapun 6 Bab 6 Menerima Klien Psikopat7 Bab 7 Pelayanan Pelacur Termahal8 Bab 8 Aku Akan Tetap Bertanggung Jawab9 Bab 9 Membelinya Untuk Pribadi10 Bab 10 Aku Ingin Menolongmu, Bukan Membeli Tubuhmu11 Bab 11 Hati yang Goyah12 Bab 12 Pergi ke Sekolah Bersama13 Bab 13 Bertemu Orang Terkasih14 Bab 14 Apa Aku Bisa Berubah 15 Bab 15 Bolehkah Aku Mencintaimu 16 Bab 16 Hampir Dilecehkan17 Bab 17 Jangan Terlalu Mudah Memutuskan Hubungan18 Bab 18 Mandapatkan Teman Tak Terduga19 Bab 19 Kemarahan Pacar dan Sahabat20 Bab 20 Dia Adalah Pria Itu21 Bab 21 Pekerjaan Baru, Kehidupan Baru 22 Bab 22 Lebih Baik Mati Daripada Harus Berpisah Darinya23 Bab 23 Kebenaran yang Terungkap 24 Bab 24 Menemukannya25 Bab 25 Antara Benci dan Cinta