icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

I Hate Birthday Party

Bab 4 Keputusan Tanpa Berpikir

Jumlah Kata:1253    |    Dirilis Pada: 30/10/2022

berteriak keras. Semua orang menatap ke arahnya. Kecuali Tiara yang buru-buru me

mereka semua den

a?" tanya pemuda itu. Rahangnya sudah mengeras dengan mat

l, ini

ua yang kalian lakukan pada Tiara," gumam Da

g di ruangan itu. Dia malu, tentu saja! Tapi dia bukanlah orang y

ini." Tiara berkata sambil keluar dari ruangan itu den

idak menghiraukannya. Wajahnya memerah k

adi dia memutuskan untuk beralih menatap teman-temannya yang sudah dianggap

R

mparnya ke dinding sampai benda kot

nnya?" tanya Daniel den

el, k

n itu?!" potong Kevin dengan emosi y

h bergetar pelan seolah sedang mengumpulk

tidak menyangka memiliki teman

nie

kan pada Tiara! Apa mempermalukannya seperti itu membuat kalian senang?! Dimana rasa kemanusiaan kalian? Apa kau mau pacarmu diperlakuka

juga bagi mereka melihat Daniel semarah ini. Namun pemud

ri gadis pelacur seperti

eng

U

U

U

R

ahi perkelahian Daniel dan Kevin. Dia sendiri tidak

ukulnya supaya sadar siapa yang

tunjuk Daniel masih menant

rhe

U

U

ndang kaki temannya satu persatu secara berga

ti berk

Dan berani sekali kalian memperlakukan orang yang kucintai layaknya hewan peliharaan! Aku tidak menyangka bisa berteman dengan orang-orang br

niel!" pang

ak butuh teman yang berpacaran dengan pelacur!"

seserius ini," gumam gadis m

Daniel pasti punya alasan bagus kenapa dia menyukai

pelacur itu!" ucap Kevin deng

ntak pacarku!

aik pada Daniel tentang alasannya menyukai gadis itu?" Gadis

a bisa berlanjut? Secara tidak langsung aku setuju

R

ngan gebrakan yang keras sampai dinding saja

nyusul menyisakan dua orang sa

ergetar pelan menandakan dia sedang menangis. Pacarnya

h berlebihan, Kevin. Aku mer

." Kevin menenangkan pacarnya walaupun bisa dilihat jelas kalau d

*

ncari Tiara baru saja bertemu dengann

i!" ucap Tiara dengan dingin tanpa emosi. Wajah

jelaskan perlakua

belum mereka melakukan hal yang sama seperti teman-temanmu!" Tiara melirik sekitarnya yang sud

ia

PANKU!" marah Tiara sambil menunjuk wajah Daniel. Lalu dia berbalik meninggalkan pemuda i

sek! Semuanya berantakan!" gumam Daniel yang masih memaki perlakua

hkan mendorong semua gadis yang mengajaknya berbicara untuk

n yang sepertinya sudah

genai apa yang telah kalian lakukan!" Dengan acuh tak acuh Daniel duduk di bangkunya. Dia menundu

*

rumah. Dengan perasaan yang masih menahan malu, T

m sambil menatap gedung mewah sekitar 5 lantai di hadapannya. Tempat ini seperti mini hotel dengan tulisan 'CLASSIC BAR AND HOTEL'. Inilah tempat Tiara pertam

. Di sore hari seperti ini, tempat ini sepi dan baru mau buka saat jam 8 malam nanti. Tapi untuk

h tepat saat Tiara masuk ke ruang khusus staff. Penampilannya sangat mencolok d

uh uang lebih

lebar dan menjawab, "Ohh, bagus sekali! Kami ke

a," jaw

ak akan bisa mengumpulkannya

ing aku bisa mendapatkan

angmu yang belum lunas, jadi jangan kaget d

orang. Uang yang didapat tidak akan penuh, banyak sekali potongannya. Jad

na? Kamu

m. Jam berapa ak

beritahu kalau kau bekerja malam ini,

Be

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
I Hate Birthday Party
I Hate Birthday Party
“"Aku ingin mencoba seperti apa layanan dari pelacur yang sudah kubayar 3 kali lipat," ujar pemuda tampan itu dengan ekspresi datar tanpa emosi. Gadis yang menjadi sasaran pembicara hanya berjalan mendekatinya mengelus kejantanan pemuda itu dari luar celana dan menciumi bagian bawah perutnya. Dia berusaha untuk membuat kejantanan pemuda itu mengeras dengan mempermainkan bagian kepalanya. Tapi ternyata tidak ada yang berubah. Tidak ada tanda-tanda benda itu akan bangkit. "Hah! Seperti inikah sentuhan pelacur mahal itu? Aku bahkan tidak bergairah sama sekali!" maki pemuda itu. Tatapannya tajam menatap gadis di hadapannya. Umur mereka hampir sama hanya berbeda beberapa bulan saja. Mereka bahkan berada di sekolah yang sama. "Hentikan permainanmu! Aku muak berada disini!" Dia mendorong tubuh kecil gadis itu dan keluar dari kamar hotel yang sudah di bayar mahal. "Kalau kamu tidak mau tidur denganku, kenapa kamu harus membayarku sebanyak itu?" gumam gadis itu dengan suara pelan. Ekspresinya menampakkan kesedihan yang mendalam. Rasa hancur dari kehidupannya jelas terlihat dari sana. Dia bahkan seperti boneka yang tidak layak hidup lagi. *** "Aku akan mengeluarkanmu dari sana! Tunggu dan lihat saja apa yang akan kulakukan padamu, Tiara!"”