icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istri mandul CEO bucin

Bab 10 Pagi yang menjengkelkan

Jumlah Kata:1058    |    Dirilis Pada: 27/11/2022

t ia malas membuka mata dan selimut yang membungkus hangat tubuhnya. Namun aroma lezat roti panggang yang terus menggoda hidung

orning,

yang begitu menawan pagi ini, melihat suami tampannya sudah rapi dengan se

. Setiap pagi dipergoki sedang tidur pulas membuat Ara malu, karena

r, masih malu juga?" ujar Cadis seraya

sahut Ara. Kali ini ia menutup waja

ngat jelek,

a membuka wajahnya tida

h meja tempat sarapan yang ia buat berada. "Sebentar lagi aku berangkat." Cadis melihat

gak?" Ara bang

ika Ara kembali ke kantor lagi, entah masal

ar mandi. Setiap hari berada di rumah membuatnya sang

nolakannya, lalu menggelengkan kepalanya meli

Cadis semakin overprotektif menjaga Ara, baik kesehatan maupun keamanan. Kali ini ia tidak ingin Ara kabur lagi dan membuat masalah. Cad

i," ujar Cadis dari balik pintu kamar mandi. Tak ada henti-hentinya ia memperingatkan ke

jawab, ia masih kesal dengan sang suami yang s

s mengetuk pintu cukup kera

uli!" sahu

ada apa-apa hubungin aku," ucap C

bu-ibu komplek!" umpat

iap hari ia mendengar gerutuan dan umpatan Ara, ia tak pernah kesal

itu keluar dari kamar mandi hanya dengan celana dalam, ia b

ni mending aku gak mau diajak pulang ke sini, di Jerman aja bebas keluar

Hampir semua pakaian yang ada di lemari mewahnya ini sudah ia kenakan, Ara bosan. Bicara soal baju, Ara tiba-tiba teringat sesuatu. I

mah. Ya, ia menghubungi Cadis. Ingin mengadu jika pakaian di dalam lemarinya sudah tak l

aja!" Kembali Ara menghubungi Ca

" tanya Cadis

ir semuanya sudah aku kenakan," ujar Ara

nya baru bicara," s

meneguk segelas su

neh. Kalau sampai aku dengar laporan kamu buat

ng juga soal di ranjang. Ara sama sekali tidak masalah kalau soal itu, malah ia akan menawarkan diri karena itu sudah

ini aja, tap

Cerewet b

bungan telepon. Padahal di ujung s

Ia sudah siap dengan kaos oblong berwarna putih dan wide leg jeans, rambutnya ha

pagi, N

ntu kamarnya, karena sosok dua pria ber

n di sini?" ta

k menemani Nona berbelanja,"

tanpa kalian? Menyebalkan!" Ara menggerutu

k berhenti, meminta ponsel s

nse

ubungi bosmu. Kalian tahu ka

plontos itu pun memberikan

. Ia langsung me

Mereka aneh-aneh lagi penampilannya, yang botak lah, gondrong lah, yang matanya cum

r cerita Ara. Istrinya itu sekarang m

a l

yang menyuruh mereka untuk menemani kamu

gkelkan!" Ara mema

" ucap Ara kepada bodyguard

-sama

ian berdua jangan deket

a N

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri mandul CEO bucin
Istri mandul CEO bucin
“Asmaraloka atau biasa dipanggil Ara adalah istri dari seorang CEO tampan dan kaya bernama Cadis Diraizel. Hubungan rumah tangga mereka berjalan sudah 5 tahun lama. Ara begitu mencintai Cadis, begitu juga sebaliknya. Hubungan mereka pun begitu romantis dan harmonis, banyak yang iri terhadap kedua. Berjalannya waktu, hubungan mereka kian merenggang karena keadaan Ara yang dinyatakan dokter tidak bisa mengandung karena rahimnya yang memiliki masalah. Ara mengira Cadis kecewa pada dirinya yang tidak bisa hamil. Namun sebaliknya, Cadis tidak pernah menuntut sang istri untuk memiliki keturunan dan ia mengerti kondisi sang istri. Sayangnya, orang ketiga hadir yang membuat kesalahpahaman itu semakin meluap. Dapatkah keduanya mengatasi permasalah kesalahpahaman itu? Yuk, simak terus kelanjutan ceritanya! Jangan lupa tinggalkan saran dan kritiknya agar author dapat memperbaiki kualitas ceritanya!”
1 Bab 1 Wanita gila2 Bab 2 Sang pawang 3 Bab 3 Lagi4 Bab 4 Si ceroboh5 Bab 5 Panik 6 Bab 6 Setia menunggu7 Bab 7 Berharap kau kembali8 Bab 8 Salah Paham9 Bab 9 Menunggu yang tak sia-sia10 Bab 10 Pagi yang menjengkelkan11 Bab 11 Kembali berulah12 Bab 12 Aku ingin bebas13 Bab 13 Serangan tak terduga14 Bab 14 Ingatan menyakitkan15 Bab 15 Masa lalu yang belum selesai16 Bab 16 Kesempatan17 Bab 17 Melelahkan18 Bab 18 Badmood19 Bab 19 Pemaksa20 Bab 20 Teman lama21 Bab 21 Sudah menjadi kebiasaan22 Bab 22 Golden Eyes23 Bab 23 Keputusan mutlak24 Bab 24 Wanita istimewa25 Bab 25 Tidak yakin26 Bab 26 Rasa sesak di hati27 Bab 27 Tidak terkendali28 Bab 28 Berbaikan29 Bab 29 Si tidak peka30 Bab 30 Merajuk31 Bab 31 Hari pertama32 Bab 32 Suami menyebalkan33 Bab 33 Si bucin34 Bab 34 Tak Saling Mengenal35 Bab 35 Don't Be Afraid, Baby36 Bab 36 Siapa Ara sebenarnya