icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Love After Marriage

Love After Marriage

icon
Bab 1
Menyelidiki Alesya
Jumlah Kata:1013    |    Dirilis Pada:27/07/2022

"Seseorang yang aku minta agar kau menyelidikinya ... apakah ada hasil?"

Suara dalam pria itu terdengar begitu menakutkan ditambah dengan hawa dingin yang menyertainya. Mata tajam pria itu menatap asistennya dengan ekspresi wajah yang datar.

Dia adalah Victor Geraldo. Presiden direktur sekaligus pemilik perusahaan terkenal yaitu King Diamond. Seperti namanya, perusahaan King Diamond memanjakan mata dengan berbagai perhiasan mahal dengan kualitas terbaik. Bisa dibilang Victor adalah salah satu pemuda yang sukses di dunia.

Penuh dengan rasa takut asistennya itu menjawab dengan nada yang putus-putus, "Ke–kebetulan sa–saya di sini ingin me–membicarakan hal itu, Tuan!" jawab Dirga.

Victor terdiam sejenak, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk melanjutkan perkataannya.

"Apa yang kau temukan tentangnya?" tanya Victor dingin.

Dirga memberikan sebuah dokumen yang dari tadi ia pegang ke Victor dengan hati-hati. Tentu saja ia takut kepada atasannya itu. Melihat Tuannya sekarang membuat Dirga yakin kalau mood pria itu memburuk.

Dengan cepat Victor merebut dokumen itu dan membacanya. Seseorang yang ia selidiki adalah wanita yang menjadi penyebab atas kematian adiknya—satu tahun yang lalu.

Satu tahun lamanya Victor menantikan hari ini. Wanita itu sangat pandai bersembunyi sehingga selama ini Victor dimanipulasi tentang keberadaan wanita itu.

Terlihat di dokumen yang diberikan Dirga, terdapat satu foto seorang wanita cantik. Victor menatap foto itu cukup lama.

"Heh, ternyata dia yang telah menabrak adikku? Enak saja, sampai sekarang dia masih menjalani hidup dengan baik, sedangkan adikku yang malang harus menanggung semuanya. Bagaimana bisa wanita tak tahu malu sepertinya bisa hidup dengan baik?!" gumam Victor kesal.

Victor mengepalkan tangan dengan erat dan menatap foto seorang wanita yang ada di atas meja kerjanya.

"Kau sudah menyelidiki semuanya? Latar belakang keluarganya, aku ingin tahu semua tentang dirinya!" tegas Victor masih melihat dokumen yang diberikan Dirga.

"Sudah, Tuan! Namanya Alesya Freya, dia anak ketiga dari Dalbert Mo. Dalbert Mo sendiri adalah pejudi dan pemabuk, bisa dibilang ... wanita itu menjadi tulang punggung ayahnya. Dia memiliki ibu tiri dan kakak tiri, ayahnya—Dalbert Mo menikah dengan janda beranak dua yaitu Morissa—ibu tirinya saat usianya menginjak 15 tahun. Selama itu, wanita yang bernama Alesya harus membayar utang judi ayahnya karna ibu tirinya tidak sudi untuk mengeluarkan uang sepeserpun untuk Dalbert Mo. Intinya, menurut saya ... hanya Alesya satu-satunya yang waras di keluarganya. Ayahnya pejudi, ibu tirinya pemboros dan lebih mementingkan nasib kedua putri kandungnnya, sedangkan kedua kakak tiri Alesya sama sekali tidak peduli kepada Alesya," jelas Dirga panjang lebar.

"Sungguh kisah yang menyedihkan!" Victor tersenyum sinis karna jujur saja, mendengar kisah menyedihkan wanita yang bernama Alesya itu membuatnya merasa senang.

"Ibunya matre, bukan?" tanya Victor dingin.

Dirga langsung menjawab, "Kemungkinan begitu, Tuan."

Victor mengukir senyum penuh arti, "Seharusnya seperti itu. Semua orang menyukai uang! Atur segera pernikahanku dengan wanita ini!" ucapnya dingin.

"Hah?" Dirga sedikit terkejut dengan perkataan Tuannya.

"Bukankah jika ingin menyiksa seseorang, lebih baik memilikinya terlebih dahulu?! Aku akan menunjukkan padanya siksaan sesungguhnya karna telah membunuh adikku!" tegasnya.

Dirga hanya bisa mematung mendengar perkataan Tuannya yang sungguh kejam tanpa perasaan.

***

Esok hari pukul 08.00

Tepat di sebuah sofa, terlihat tiga wanita sedang memarahi seseorang yang tengah berlutut seolah telah melakukan kesalahan. Wanita yang berlutut itu nampak lusuh dengan pakaian sederhana yang melekat di tubuhnya.

Dia adalah Alesya, seorang wanita yang harus tersiksa dengan keberadaannya di rumahnya sendiri. Wanita itu cantik, namun ... cantik bukanlah hal penting bagi Alesya. Percuma cantik jika bahkan kedua kakaknya iri dan memperlakukannya dengan buruk.

"Apa kau tahu, seberapa mahal harga guci keramik itu? Beraninya anak kurang ajar sepertimu memecahkan guci kesayanganku!" bentak Morissa—ibu tiri Alesya dengan suara yang memantul di rumah batu setingkat itu.

Alesya hanya terduduk dengan air mata yang mengalir. Kali ini ibunya benar-benar marah padanya padahal Alesya tidak sengaja menjatuhkan guci keramik itu.

"Berhentilah menangis! Jangan harap aku akan berbelas kasih pada wanita menjijikkan sepertimu. Kamu sama saja dengan ibumu. Heh, bagaimanapun, darah seorang pelacur mengalir di dalam darahmu. Kau sama-samaa menjijikkannya dengan ibumu!" tegas Morissa menghina Alesya.

Entah perkataan ini sudah berapa kalinya didengar oleh Alesya. Fakta bahwa ibu kandungnya adalah seorang pelacur, membuat Alesya sangat menyesal telah dilahirkan di dunia ini.

Padahal ... Alesya berusaha melakukan yang terbaik, namun ibu tirinya tidak pernah menganggapnya.

Hingga kakak pertama Alesya ikut menghina Alesya, "Ma, sudah jelas-jelas kalau ibunya pelacur, maka anaknya juga pasti pelacur dong! Lihatlah wajah menjijikkannya itu. Dia bahkan menggoda Rey dengan wajah polosnya itu!"

Menggoda? Kata menggoda begitu tidak pantas bagi Alesya. Pasalnya, dia tidak pernah menggoda siapapun. Fitnahan kakak perempuannya yang bernama Chloe sungguh tidak berdasar.

"Ma, sebaiknya Mama membuang wanita rendahan ini. Lihatlah tatapan matanya itu. Kesal yah? Tapi percuma kesal karena kamu tidak bisa melakukan apapun!" tegas Larissa, saudari tiri Alesya yang lain.

Ya, kedua kakak tiri Alesya sangat kejam terhadapnya. Alesya bahkan tidak tahu kesalahan apa yang ia lakukan sehingga kakak-kakaknya begitu membencinya. Cantik, hanya karena Alesya cantik menjadi alasan kedua kakaknya itu iri?

Di waktu yang tepat, Rey datang. Awalnya ia berniat untuk menemui Chloe, tapi sebenarnya ia hanya ingin bertemu Alesya dan menjadikan Chloe sebuah alasan.

Ia terkejut saat melihat Alesya diperlakukan dengan sadis. Morissa begitu asik menarik rambut Alesya membuat Alesya meringis kesakitan.

"Alesya!" panggil Rey dengan cepat.

Morissa langsung bersikap baik dan mengatakan kepada Rey bahwa apa yang ia lihat tidak seperti yang ia pikirkan.

"Ini hanya hukuman kecil Rey. Aku menghukumnya karena telah memecahkan guci keramik kesayanganku. Jadi tolong jangan ikut campur!" tegas Morissa tersenyum palsu.

Chloe dengan cepat melingkarkan tangannya di lengan Rey. Ia kemudian mengajak pria itu jalan-jalan namun dengan tegas Rey menolak.

Hingga ... beberapa rombongan pria menerobos masuk ke rumah mereka. Melihat banyaknya pria berjas hitam membuat Morissa langsung angkat bicara.

"Si–siapa kalian?" tanya Morrisa berusaha waspada.

Seorang pria berjas abu-abu melihat sekeliling. Dia bisa menebak kalau yang sedang terlutut di lantai adalah Alesya.

"Apa anda adalah Morissa?" tanya pria itu serius menghampiri Morissa.

"Ya. Apa anda mengenal saya?" tanya Morrisa menyipitkan mata.

Pria itu mengangkat satu tangan, memberi kode kepada semua bawahannya untuk tidak melakukan kekacauan. Semua bawahan mulai berbaris dan hanya menunduk mengawasi.

Pria itu melirik sejenak ke Alesya yang masih berlutut, ia kemudian mendekati telinga Morissa dan berbisik, "Wanita yang bernama Alesya ... tidakkah anda ingin menjualnya kepada saya?"

BERSAMBUNG ....

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Menyelidiki Alesya2 Bab 2 Menjual Alesya3 Bab 3 Menikahh 4 Bab 4 Pria Bernama Victor5 Bab 5 Pasrah Dengan Keadaan6 Bab 6 Kamu Sama Seperti Ibumu7 Bab 7 Teman Masa Kecil8 Bab 8 Pesta9 Bab 9 Penyebab Kematian Cassandra—Adik Victor10 Bab 10 Apa Kau Masih Perawan 11 Bab 11 Menghabiskan Malam dengan Victor yang Mabuk12 Bab 12 Mati-matian Membalas Alesya13 Bab 13 Tidur Bersama14 Bab 14 Pria Berdarah Dingin15 Bab 15 Pembelaan Jerry16 Bab 16 Ternyata Masih Perawan17 Bab 17 Masih Dibenci18 Bab 18 Ide Membuat Victor Jatuh Cinta19 Bab 19 Masih Sempit20 Bab 20 Menikmati Alesya21 Bab 21 Wanita Bernama Athena22 Bab 22 Mantan23 Bab 23 Disebut Impoten24 Bab 24 Mencumbu Athena25 Bab 25 Makan Malam26 Bab 26 Kekasih Victor27 Bab 27 Lari dari Rumah28 Bab 28 Pria Bernama Alvian29 Bab 29 Berusaha Menahan Diri30 Bab 30 Menghukum Alesya31 Bab 31 Menikmati Alesya Secara Paksa32 Bab 32 Menyiksa Alesya33 Bab 33 Tidak Akan Melawan Lagi34 Bab 34 Kedatangan Alvian35 Bab 35 Mempermalukan Diri36 Bab 36 Menjadi Penurut37 Bab 37 Memperlakukan Alesya dengan Lembut38 Bab 38 Berusaha Membuatnya Jatuh Cinta39 Bab 39 Tidak Akan Tersenyum Lagi40 Bab 40 Bergairah41 Bab 41 Hampir Menikmati42 Bab 42 Hal Memalukan43 Bab 43 Kembali dari Kantor44 Bab 44 Tiba-tiba Menjadi Kasar45 Bab 45 Dibawa Pergi46 Bab 46 Kamar Cassandra47 Bab 47 Ketakutan48 Bab 48 Bermain Wanita49 Bab 49 Kedatangan Dirinya50 Bab 50 Victor Geraldo51 Bab 51 Menikmati Alesya52 Bab 52 Mengikuti Victor53 Bab 53 Dibawa ke Hotel54 Bab 54 Mengalah55 Bab 55 Alesya yang Mabuk56 Bab 56 Terlihat Seksi57 Bab 57 Bercinta58 Bab 58 Bekas Merah59 Bab 59 Perjanjian Tadi Siang60 Bab 60 Membantu Alesya Mandi61 Bab 61 Berbaik Hati62 Bab 62 Pria yang Disukai Alesya63 Bab 63 Tempat Penghibur64 Bab 64 Hampir Diperkosa65 Bab 65 Memeluk Victor66 Bab 66 Seorang Wanita67 Bab 67 I Love You Always68 Bab 68 Mabuk69 Bab 69 Memaksa Berhubungan70 Bab 70 Dinding Pembatas71 Bab 71 Menjaga Jarak Hati72 Bab 72 Permintaan Alesya73 Bab 73 Bertemu Keluarga Alesya74 Bab 74 Kemarahan75 Bab 75 Ciuman Victor76 Bab 76 Mencekik77 Bab 77 Bersikap Baik78 Bab 78 Diperiksa79 Bab 79 Bagian Mana yang Membuatku Tertarik 80 Bab 80 Tidak Menyukai Komitmen81 Bab 81 Permainan82 Bab 82 Berdebar83 Bab 83 Penolakan84 Bab 84 Penyesalan85 Bab 85 Menikmati Alesya86 Bab 86 Sikap Berubah87 Bab 87 Kebenaran88 Bab 88 Bercinta Secara Tidak Sadar89 Bab 89 Double Bercinta90 Bab 90 Cinta Berikutnya91 Bab 91 Marah92 Bab 92 Kedatangan Kekasih Victor