icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jovanca Sang Penggoda

Bab 6 Terjebak Permainan Sendiri

Jumlah Kata:1637    |    Dirilis Pada: 14/07/2022

a

menghunus pada netra milik Jeffrey. Bahkan Jovanc

tkan lelaki yang brondong? Keren? Heh- kamu salah bung! Pergilah, bukan salah

sudah menjadi kebiasaannya, menggoda lelaki, sampai dia tertarik, kemudian

utar, dan lelaki itu menguncinya di dinding kayu, gazebo. Mence

gelitik kelakuan Jeffrey, pria itu, benar benar dikuas

gan memalingkan wajahnya. Memberontak, d

jalan satu satunya adalah, mengangkat lutu

ovanca berlari, menjauh, tanpa me

ila itu menimpanya. Siapa yang mau melakukan hal yang seharusn

ug

ersungkur, lututnya menjadi tumpuan tubuhnya. N

ng wanita itu m menarik bahunya, d

ha-" Jovanca seperti orang gila. Di

ndon, mengajak, Jovanca untuk duduk, dia mengambil bot

itu kering, tidak tersisa. Brandon, melepas

tersenyum simpul, dan memberikan bo

s," li

Brandon. Mereka duduk bersebelahan. Brandon

enginap di sini?" tanyanya, sem

tuk melakukannya. "Thanks, again," kata Jovanca,

ya hamil kan? Meski perutnya belum terlihat, tapi da

aminya, mau memperk

akaian seperti, ini Jo!" Jovanca memutar bola matanya, dia

aku butuh tempat untuk t

dan menceritakan semuanya, dia mulai terbi

s ku dengan dari sini." Jovan

orang yang bisa memberikan tempat tidur untuk wanita itu. Hari sudah sangat malam, tidak mungkin m

ota Mayoral, yang banyak dihiasi dengan lampu lampu. Pohon, p

ak terlalu bu

terjadi dengan

sar, hanya sebuah rumah dengan dua ruangan. Kamar mand

otel," tutur Brandon. Pria itu melepas

menyimpan air minum. Menuang dua gel

sih," liri

beristirahat malam ini." Brandon duduk di samping gadis itu

sing-masing?" Jovanca menggedikkan bahu, mempersila

san apa?" tanya Brandon, dia siap mendengar ce

u ambil jurusan sastra Inggris." Jovanca

dan seperti sekarang ini?" Jovanca memalingkan wajahnya menatap Brandon,

a pasti akan ada perbedaan penilaian, antara diriku dan orang lain yang men

adis itu hanya sebuah tipuan semata, bukan tidak mungki

vanca tersenyum, menghilangkan

ng bagaimana orang menilai dan menerimaku. Ata

. Kamu benar, Brandon." Jovanca menghela napas. Dia le

embali?" tany

enduduk kota ini?" Kini Jovanca m

anya saja aku harus bekerja di sini, untuk beberapa bulan kedepan," tut

Saat itu juga gadis itu harus terpaksa berdiri dan m

bertemu lagi." Brandon, melaya

hui nomor ponselmu?" Tanpa menung

untuk discan lewat ponsel Brandon. Dan

Boleh aku tahu alasannya?" Brandon, bertanya dengan

, pasti semua wanita memimpikan, bahwa jika bisa merebut pria lain dari tangan wanita lain- popularitas mereka

lalu ditinggalkan jauh lebih menarik. Bagaimana menurutmu?

menjawab apa. Dia lelaki bukan? Tentu ditinggalkan k

ku

n mengatakan hal lain. Hingga Jovanca pun ikut terbawa

Mungkin, sedikit aneh, tetapi tidak ada sofa ataup

melihat betapa tenang dan imutnya wajah Jovanca saat tertidur. Tan

rhenti saat dirinya mengingat perkataan Jovanca tentangnya. Brandon, me

a, dia kaget. Mengira bahwa dia akan ter

ndi, masih banyak sampo dan juga sabun di tubuhnya itu membuka pintuny

lah mata yang terpejam menghalau

Kenapa rumahmu tidak ada jam?!" desa

ak akan dimulai sepagi ini kan?" Brandon kembal

ceroboh dan pelupa, bahwa dia membawa ponsel yang bisa dia gunakan

waktu dua jam, untuk memejamkan matanya kembali bukan? Setidakn

ali mendengkur lirih, karena terlalu lelah. Kebanyakan orang yang over

, dia bergeleng mendapati Jovanca kemb

api apakah kamu juga akan melakukan hal yang sama den

ajunya. Menggenakan kaos oblong polos putih yang n

Tidak ada pesan sama seperti biasanya. Memiliki

anca. Dia tiba-tiba terbangun d

tangan gadis itu, menenangkan dan m

Jovanca menerima uluran

h mimpi," lirihnya

k. Brandon, memicingkan matanya

erita dengan siapapun. Karena memang tidak

mbuh dengan sendirinya dan bekerja. Aku tidak ingat bagaimana masa kecilku dulu, keciil

kecil itu mengalir dipermukaan pipinya yang

han kristal bening yang mencair. Kemudian membawa

ebelakang, karena masa depan jauh lebih indah, dari masa lalu Jo." Brandon mengusap lem

nggangguku, bi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jovanca Sang Penggoda
Jovanca Sang Penggoda
“Jovanca Wanita badung, bar-bar dan juga ayam kampus. Pesonanya sangat menakjubkan hingga sangat mudah baginya untuk memikat seorang lelaki. Namun, nasib tidak semulus wajahnya. Dia terlahir sebagai yatim piatu dan tergolong dalam ekonomi rendah. Sehingga selama hidupnya dia harus banting tulang untuk memenuhi seluruh biaya hidupnya sehari-hari. Semakin lama dia merasa bosan dengan hidup yang dia habiskan dengan bekerja. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mencoba hal baru dengan memanfaatkan kecantikannya. Sehingga atas keisengannya menggoda pria justru membuat wanita itu terjebakdalam permainannya sendiri. Jovanca dikejar-kejar oleh para lelaki beristri, sementara dia mencintai lelaki lain. Ikuti terus kisah Jovanca... Selamat membaca bagi para reader yang khilaf mampir dilapak ini, jangan lupa tinggalkan jejak, like dan komen kalian...”