icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Pesona Wanita Pilihan CEO

Pesona Wanita Pilihan CEO

Penulis: AR_Merry
icon

Bab 1 Penolakan William

Jumlah Kata:1345    |    Dirilis Pada: 05/07/2022

u tak menyukainya, William. Dan jika hari itu tiba, tapi Mom

terngiang di telinganya. Helaan napasnya berembus dan bers

waktu yan

melihat pada jam di atas nakas yang men

i. Apalagi jika bukan karena Daddy-nya, Michael Johnson yang sel

si beberapa dokumen penting yang akan diperlukan untuk rapat

ar sayup-sayup perbincangan yang terjadi antara

akan perjodohan itu,

berbelok ke pintu utama. Namun, suara sang pelayan yang tiba-

tanya Michael Johnson dengan

yang tidak bisa ditunda," ja

, Christian Johnson memanggil cucu sema

k, dan menarik kursi tanpa memandang sed

oleh pelayan yang bertugas menjaganya. Dan saat pria tertua di Keluarga Johnson

p Michael tegas dan tak mau dibantah. Bahkan pria itu mengeluarkan tatapan ta

tolak William tan

ancang pertemuan malam ini untuk mempertemukan kalian dan membicaraka

roti ke dalam mulutnya, lantas meneguk air putih yang

bah menjadi serius ketika berhadapan deng

nuruti keinginan Daddy," ucap Willi

menggeram dengan wa

emiliki kekasi, yang bahkan lebih baik dari yang Daddy tawarkan," ucap William tanpa

g mengepalkan tangannya di atas meja. "Apa kau tidak tahu kalau Daddy bisa

"terserah apa yang akan Daddy lakukan. Dan perlu Daddy ingat, sampa

au

dengan cepat. "... kalau Daddy menginginkan wanita it

melangkahkan kedua kakinya keluar, mengabaika

m membelah jalanan kota New York yang masih tampak lengang

rbelok ke salah satu unit apartemen ya

ng hitam, dipadukan kemeja putih, dan disempurnakan dengan blaze

eraih tas kerjanya sebelum duduk di pantry untuk meni

nga, gadis dua puluh enam tahun itu mulai menyendokkan salad ke dalam mulutnya. Di sela

di hadapannya membuat gadis itu terlonjak saat ad

an mata terpejam dan senyum kec

ecupan-kecupan di puncak kepalanya. Dan bagi gadis itu tak pe

, William menatap datar pada isi dokumen di layar itu. Dalam hati ia mendengkus

ku, Willy?" Suara gadis itu me

enjadi datar dan berubah lagi keti

njawab pertan

elabuhkan kecupan di kening sang keka

n berada di sampingku selamany

ung. "Kau tidak lupa bukan, jika kita

t, William lan

maksud pe

diri. Menangkup wajah sang kekasih dan mengalihkan topik pag

g segala penolakan sang kekasih sejak ia tadi. "Kalau kau ta

hanya memejamkan mata sesaat dan memij

aku berbaik hati menuruti keinginanmu. Tetapi

membentuk satu seringai penuh arti. "Bagimu satu

milik Maria, William menggenggam tangan wanita

kantor. Mereka hanya fokus memandang ke de

ri gedung bertingkat milik Franklin Cor

t ketahuan rekan kerjamu," ucap W

seat belt miliknya. Saat ia bersiap membuka pintu, s

ya Maria tanp

, tapi memajukan wajah

pagi hari. Apalagi ketika akan berangkat ke kantor," u

kau mengubahnya saat bersamaku? Ya,

hnya, Maria lantas membuat lak

di antara kita. Jadi, jangan meminta hal yang sudah menjad

pa

nnya." Setelah mengatakan itu Maria memanfaatkan keterpanaan Willia

a selama lebih dari setahun. Sedangkan William masih berada di dalam mobilnya tanpa mengedipkan m

mengubah keputusan tentang pern

ambu

bab sela

ek dengan Johnson

Ya. Proyek yang akan

ingung. Dan semuanya tertangkap jelas oleh

eksklusif di Bakisah, Ceriaca, Pobaca, dan MoboReader setelah no

mua karya-karyaku selanjutny

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pesona Wanita Pilihan CEO
Pesona Wanita Pilihan CEO
“Harap bijak memilih bacaan! Mengandung adegan dewasa 21+ "Kau harus mempersiapkan diri menikahi putri dari Mr. Franklin, William," ucap Michael tegas dan tak mau dibantah. Bahkan pria itu mengeluarkan tatapan tajam pada putranya yang menjadi CEO di Johnson Corporation sebagai penggantinya. "Aku tidak mau," tolak William tanpa berpikir lama. "Dan kau pikir kau bisa menolak?" Michael menyeringai. "Aku sudah merancang pertemuan malam ini untuk mempertemukan kalian dan membicarakan pertunangan secepatnya. Jadi, kuharap kau tidak banyak bertingkah." William yang baru saja menyelesaikan sarapannya seketika bangkit. Tanpa membalikkan badan, pria itu mengucapkan satu kalimat yang membuat sang ayah semakin marah besar. "Berani-beraninya kau membantah keputusan Daddy, William!" seru Michael yang mengepalkan tangannya di atas meja. "Apa kau tidak tahu kalau Daddy bisa mencabut semua yang kau miliki saat ini jika kau menolak keinginanku, hah?" Langkah William terhenti. Tanpa membalikkan badan ia lanjut berkata, "terserah apa yang akan Daddy lakukan. Dan perlu Daddy ingat, sampai kapan pun aku tak ingin jadi boneka seperti yang dialami Jeremy." "Kau-" "Dan satu lagi ...." William memotong ucapan Michael dengan cepat. "... kalau Daddy menginginkan wanita itu menjadi bagian keluarga ini, Daddy bisa menikahinya." Mampukah William mempertahankan keputusannya untuk keluar dari Keluarga Besar Johnson dan memilih pergi bersama kekasihnya?”