haha ... " ucap Maria yang sedang melakukan video langsung di sebuah apartemen sahabatnya, niatnya hanya untuk sebuah seru-seruan merekam kegiatan kawannya yang super sibuk dengan buku-
da tidak sabar ingin mengenalmu," ucap Maria yang mengarahkan video itu ke arah sahabatnya yang
ngar suara musik yang begitu kencang dari sebelah kamar Sisca. "Se
a itu. "Maria jangan," ucap Sisca menahan tangan Maria yan
ndalikan dirinya, dia begitu marah mend
an sedikit?" tanya Maria dari balik pintu apartemen it
tkan percakapannya besok. Kamu boleh kok datang kapanpun kamu mau, aku akan siap menjawab semua pertanyaanmu," masih ucap
inya mereka menggagalkan wawancara k
Mari
mar ini benar-benar aku dobrak," ancam Maria yang mulai mundur ke arah b
ek
up selangkangannya. "Apa kamu ingin ikut berpesta juga saya
a yang sedang dikelilingi oleh lima wanita, dan salah
melihat Reza sedang bercu
alas Reza dengan w
ap Sisca yang menarik kasar
batku," bantah Maria yang masih ngotot ing
balas seorang pria lainn
engan mereka," masih ucap Sisca yang m
a begitu marah dan menendang pintu apartemen
agian kakinya, pintu yang keras itu telah membua
?" tanya Sisca yang melihat
tu keras ke arah pintu itu. "Aku harus menghubunginya," ucap M
tasnya, dengan cepat jari lentiknya itu mencar
lamatnya," ucap Maria yang menghubungi Alice lewat panggilan singkatn
sahabatnya itu, dan dengan gerakan cepat dia melajukan
ucap Alice yang melihat Archer ten
suatu terjadi padamu?" tany
kendaraannya di atas kecepatan rata-rata,
ang tidak diinginkan terjadi pada sahabatnya itu, se
di apartemen nomor berapa?" tanya A
a," balas Alice lagi lewa
tt
, benar saja dia melihat sahabatnya yang sed
g yang menyakitimu? Siapa dia? Aku harus memberikan pelajaran pada orang i
lihat sahabatnya itu dalam keadaan baik-baik saja, bahkan
kamu," balas Maria yang
Alice menjawab perkataan Maria yang membuatnya semak
at sayang," ba
baik-baik saja, kamu tida
atirkanmu," masih ucap Maria dengan waj
ng menarik tangan Alice ke arah kamar yang
ok to
r itu, dan kali ini wanita yang bertelan
ek
ali pintu kamar itu, namun Maria menahan pintu kamar
apapun saat matanya menangka
uat Reza menoleh santai ke arah Alice yang tengah meneteskan air matanya
menggantikan posisi wanita ini di atas badanku," ucap Reza
ia bejat
/0/6735/coverbig.jpg?v=dcfbb47312cfb4ad1e97a4a61d0510aa&imageMogr2/format/webp)