icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Business Married

Business Married

Penulis: Ai Annum
icon

Bab 1 Sang Pewaris

Jumlah Kata:1993    |    Dirilis Pada: 01/07/2022

ng handphonenya. Ia berjingkat kaget membuka mata dengan paksa, terasa pedih ka

kemudian membalikannya, mematikan dering. Sesaat membaea ketenangan kembali,

t, terjaga dan mau tak mau melihat handphonenya. Siapa yang cukup merasa terhormat men

an. Zen mengerut kening, hanya beberapa orang saja yang mengetahui nomer pribad

rau. "Loe nggak liat

engar suara datar dingin yang dari nadanya sudah terdengar ia

annya menunjukan kode negara yang sama dengannya saat ini. Menandakan si penelpon berada

ang, temui gu

menyadarkan diri, "

rintahin anak buah Evon buat seret loe kemari." Komunikasi b

epan sesuai rencananya dulu. Arizo kembali lebih cepat, pertanda ada sesuatu yang begitu mendesak atau hal besar terjadi. Zen menduga masalah apa yang membu

bahkan ketika ia sudah sampai di depan ruang

pintu. Pakaiannya serba hitam membuatnya semakin terlihat garang. Zen mema

alah menduga, jika Evon telah k

berujar dengan suara baritonnya. Zen menepu

ri tempatnya berdiri, pria itu dari belakang sangat mirip dengan Arizo, posturnya dan penampakan punggungnya yang kuat,

u mahir menggunakannya. Zen terkejut melihat sosok itu memang Arizo yang ia

n tatapan tajam. Zen masih melihat Arizo yang dulu, pria temperamen dengan wajah di

pa di kur

n masih tak mempercayainya, ia memandang Arizo, mencari celah dimana Arizo sekiranya sedang melakukan p

erjadi sama

danya yang ia kendalikan secara otomatis dengan jari

" Arizo menj

, "Loe kecelakaan? kapan ?

tenang, "Gak penti

nya, tak percaya mendengar ucapan Arizo. Ia memang terlihat bisa menerima keadaanya, ta

fas sambil memijit jidatnya, nam

g harus gue bilang sama loe

s kursi rodanya Arizo terlihat seperti membawa tahtanya kemana-mana. Arizo tak begitu terpengaruh dengan

n?" Zen mulai berusaha tenang menerima. Arizo me

karena Yudha berusaha mem

dha?" Nama itu sudah lama sekali tak terdengar, bahkan jar

t gue kecelakaan, sayangnya dia nggak cuk

ia mendengar masalah baru. Arizo dan Yudha sudah menjadi musuh sejak lama, s

unuh loe? Atau itu cum

inkan gue tiada, selain

reka masih darah daging, meski memang dulu perlakuan Yudha sebagai ayah meman

jar Arizo tanpa menunggu respon Ze

epan dada. "Jadi, itu alasan Yudha membu

mata tajam, "Ya." Nada suara t

ru

biarkan itu." Arizo seperti sosoknya yang dulu, tetap ambisius tak ingin dik

pa renc

ebuah rencana besar. Zen tak pernah bisa menebak isi kepala Arizo meski telah dua puluh tah

kata Arizo merapal. Dalam benak Zen langsung muncul bayan

a adik loe, apa

an merebut perusah

tubuhnya melihat kearah Arizo

asih hidup, Yudha juga tidak bisa menuntut apa

mbil menggeleng pelan, "Yudh

terlihat meragu sebentar. Zen menaikan al

mengejar. Arizo

Giantara," kata Arizo. Zen mendengus pelan, ia meman

ak terima, namun ia tak berkomentar, hanya melenguh kecil. Ze

l diam, dia akan mu

pan Arizo dengan

e rencanakan? Yudha sudah kalah, k

ah gue udah bilang kalau

akan dia

esuatu, Arizo menggerakan kursi rodanya menuju meja kerja. Arizo menunduk sebentar, membuka salah satu laci dan men

an Yudha tun

n pandangan penuh tanya. Zen menarik isinya, sebuah lipatan

ander Giantara dan Wirayudha Pratama. Hasil kecocokan DNA diantara merek

dnya g

ndung Yudha, yang berarti

nyak informasi, mungkin karena masih pagi. Ia tak mungkin salah membaca, bagaimana setelah

k b

sia besar

h tahu se

pan tahun, gue selalu menanyakan kenapa Yudha selalu bersikap bur

a, kakek loe sudah mewariskan p

gnya, makanya Yudha ingin merebut harta

Arizo. Zen menarik nafas masih berusaha tenan

ski sebenarnya warisan itu tidak sah karen

gue besar dan tumbuh untuk dipersiapkan mewarisi Giantara,

ifatnya yang begitu identik dengan Arizo yang ia kenal. Keada

iambang kemenangan saat ini, ketika d

nyerah begitu saja. "Itulah mengapa, Aileen h

pa jadi Aileen

ris utama. Aileen belum mahir memimpin perusahaan. Yudha akan maj

yang diperebutkan Yudha dan Arizo adalah kepemilikan Giantara Empire yang kini assetnya nyaris menyamai satu kota dalam

ngaruh kalian pada Aileen? Pada

een bisa berfikir logis, dia tah

di mata Arizo. Tak terbantahkan dan tak mau dikalahkan. Zen

kut campur, Riz.

jadi orang penti

aham, "Ke

n memberikan Giantara ke Yudha, atau loe suport gue agar t

au kasih gue jabatan tinggi

menjadi tanggungjawab Arizo selama ia memimpin dari luar negeri. Posisi setinggi apa yang mau ia berikan. B

gue m

menandakan ia telah mempersiapkan sebuah senja

arusnya loe paham, dimana gue se

membantah. Zen mengangguk-angguk pasrah, tak mung

ara, tapi kalau bukti dua puluh tahun itu bocor, tidakkah hidup

nyadari hal itu. Arizo tersenyum l

meyakinkan. Zen tak perlu menjawab, seola

Apa yang haru

us menikah sama A

H

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka