icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Diminta Menjadi Madu

Bab 3 Part 3

Jumlah Kata:1125    |    Dirilis Pada: 29/06/2022

ergian Bram

esak yang sedari tadi terasa menghimpit paru-parunya. Ia pun menutupi gurat sedih di

ah..., Aa,

guncangkannya. Wanita berlesung pipi

ntar,

k kecil berambut ikal merangkak sesukanya. Ningroem berdiri memat

serpun untuk hari ini. Sebetulnya Ningroem bingung tetapi ia tet

u. Ia hendak mencari celengan yang disembunyikannya di

k banyak karena hanya menyisihkan sedikit dari sisa uang belanja dan

celengan plastik. Kemudian wanita berlesung pipi mengelu

lahnya ternyata ada delapan ratus lima puluh rupiah. Dengan uang ini dirinya bisa

e dalam dompet beberapa lembar, seperlunya saja. Kemudian sisanya ia sem

ipi berdiri di pin

ngan berpegangan pada kaki Ningroem. Wanita berlesun

Ningroem pada anak sulungnya

anak sulungnya ma

li lauk untuk

aja, gak mau ik

ar. Jangan kemana-mana?" pesan Ni

gendongan, keluar dari rumah untuk memb

pengeluaran terpaksa Ningroem sengaja membeli makanan jadi di warung nasi. Supaya pengeluarannya lebih hem

eranggapan jika anak istrinya belum makan. Bukankah

l, tahu dan nasi jadi total makanan yang harus

i Ningroem bur

a tetangganya menyapa Ningroem k

t Ningroem menoleh menghenti

kamu ngg

ih-ngasih uang sudah beberapa hari ini," sahut Nin

ing, ini ujia

dari mana kami bisa makan. ini saja Aku bobol celengan," jela

leh Ningroem diam saja tidak

ti Maya. Sehingga ia sedikit tersinggung dengan ucapan Ningroem. K

ngomelin Mbak, habis

meluapkannya padaku," sahut Maya yang masih memegang sapu hendak menyapu lant

sa lega karena ternyata tet

esi tetangga k

a a

ku, sekarang

in?" Ningroem

ruh cari gantinya, kamu mau gak? gajinya harian lima puluh r

agaimana dengan Denis?" Ningroem menat

m punya anak nanti upahin, bagaimana? Jadi kamu bi

m supaya dia tetap menghasilkan ua

bak Ratna dulu deh? moga-mog

ggalkan Yesi dan Maya yang se

menuju kontrakan sebelah rumah

ntu, memang

ba

gi goreng ikan nanggung takut goso

bau harum ikan yang di goreng dari arah dapur memenuhi ruangan. Membuat perut Ningroem keroncongan karena sedari

Ratna. Supaya ia bisa mencari uang untuk menghidupi keluarganya sendiri. Ningr

nya Ratna setelah M

k balik ikan mujair yan

gak, ya?" tanya Ningroem sedikit ragu in

u pinjaman uang? jujur Ak

Ningroem ingin meminjam uang

titip Denis satu atau dua jam saja bisa engg

askan keperluan

sebentar, Mbak, m

ama Mas Bram, kalau nggak nyari kami

Ratna meyakinkan Ningroem sekali lagi atas

k jadi Aku percaya sepenuhnya sam

agi repot bisa taruh di roda saja.

ain gendongan, menyer

ya? mama pergi sebent

paham pada ucap

endongan Ratna. Ningroem menghampiri Yesi, yang te

mitan pada anak sulungnya wanita berlesung pipi k

meninggalkan anaknya, berpesan sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Diminta Menjadi Madu
Diminta Menjadi Madu
“Ningroem seorang istri yang di kecewakan oleh Suaminya, sering curhat pada tetangganya. Ratna yang melihat kegigihan Ningroem dalam mencari nafkah ingin sekali meringankan bebannya dengan menikahkannya dengan suaminya. Ratna meminta Ningroem untuk menjadi madunya. Namun, Ningroem selalu menolak dengan berbagai alasan. hingga suatu hari Ningroem tidak dapat berbohong lagi dan menerima permintaan Ratna. pernikahan pun di gelar sederhana. Awal menikah ia merasa sangat canggung hingga malam pertama pun terlewat begitu saja. hingga suatu hari Ratna mengetahuinya. Ratna pun membujuk Suaminya untuk menunaikan tugas sebagai suami istri. Supaya Ningroem bisa mengandung anak dari Dani. Setelah Ningroem berhasil hamil pergolakan batin Ningroem dan Ratna kian menjadi keduanya menjadi ingin saling menguasai Dani sebagai miliknya. Pada akhirnya Ratna meninggal tinggallah Ningroem sendiri yang menjadi istri Dani satu-satunya. Namun, Dani yang terbiasa hidup dengan dua istri merasa ada yang kurang jika istrinya hanya satu. Endingnya Dani menikah lagi dan Ningroem memilih mundur. Ia lebih baik menjadi janda dari pada mempunyai madu.”