icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Rumah Nenek

Rumah Nenek

icon

Bab 1 Part1

Jumlah Kata:1011    |    Dirilis Pada: 21/06/2022

mil

R

ar

R.D.L

egitu semangat, pakaiann

-pagi udah seger bange

nyum simpul dan

ggal di kota sumpek. Pengen tinggal di daerah pelo

ah rumah? rumah segede itu mau

k itu termasuk elit, loh. Ko

tapi senyum tak pernah

aram kehidupan, terkadang harta

ati yang tentram

ng aneh. Sudah enak tinggal di rumah yang lumayan mewah, di tengah kota pula.

mu, Ghandy. Mama mung

malam katanya, lembut," cerocos Mama sebelum m

mendoakan supaya Mama berada

usuka. Ya, aku Bagas. Umurku lima belas tahun.

ara. Adikku Ghandy. Umurnya sepu

njabat sebagai manager. Lumayan untuk seorang cewek, dia termasu

ingle parent setelah bercerai dari Pa

di salah satu SMA negeri yang cukup populer di K

hidup hanya berdua dengan

mang termasuk elit, karena

an paling dekat dengan Nenek karena rumah kami yang paling

lihat energik dan tak bisa diam. Kata orang Nenek awet muda, da

sar dan mewah itu, dan ketika Bulek Desi di lamar orang beberapa waktu lalu, barulah pagi ini

mewah itu harus dijual. Apalagi letaknya di pusat kota. Sekarang mencari rumah

*

e, karena semenjak pandemi, sekolah daring, tapi tidak dengan se

andy pulang sekolah dan l

a belum

ekilas dan kembali

Nenek, katanya mau lihat

..

ma Bi Jumi, tidur siang dan jangan lu

i ga ngaji," cibir Ghandy, lidahnya

. Bantal kursi melayang tepat mengenai jidat Ghandy.

*

ak Ajeng pulang diantar

aat menuju ruang tengah kulihat siluet bayangan Kak Aje

sempat menyapa dan tersenyum ke arahku, aku tak membalasny

a kok diem aja," protes Kak Ajeng saat

rim. Kata Pak Ustad, cewek sama cowok yang belum menikah di larang ber

tikan langkah dan

ngintip, ya

, Kak. Cuma ga

ak pinggang dan

, kamu masih bocil janga

ihat mata Kakak yang hampir mau keluar. Wa

tu saja. Aku masih mematung ditempat dan ter

endekat. Ia tersenyum manis dan men

, Ma?" tan

abak, juga ada sate u

ru Ghandy yang tiba-tib

ben, Ma?

in. Sekarang kita m

nya menuju

rlilit handuk dan pakaian yang sudah bergan

pan denganku. Aku yang masih takut melihatnya, memilih meng

. Aku hanya menoleh dan menggeleng, sempat melirik ke a

Mama berbincang denga

k? trus rumah kita gimana?"

pindah, do

ek Desi kalau sudah nikah mau ikut su

, kok. Cuma agak masu

ama sewain. Jadi, kalian

au ikut, kalian Ma

ma?

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka