“Alexander Aimes, bossy, dingin, dan berlidah tajam. Tidak ada satu pun asisten pribadi yang merangkap sekretarisnya mampu bertahan lebih dari seminggu bekerja dengannya. Hingga suatu hari dia mengalami kecelakaan di jalan. Ternyata yang menabrak mobil sport mewahnya adalah wanita yang seharusnya melamar kerja sebagai aspri-nya. Wanita barbar yang sama dengan yang ia temui malam sebelumnya di night club yang telah menyakiti 'adik kecilnya'. "Kamu harus kerja jadi sekretaris merangkap asisten pribadiku sampai utang kamu lunas kalau nggak mau aku jebloskan ke penjara!" ancam Alex. "Aku nggak mau, ini pemerasan namanya!" kelit Winny membalik badannya bergegas keluar ruangan CEO. Dengan geram Alex mengejar Winny dan menangkapnya dari belakang. "Aku bukan penjual cabe di pasar, jadi jangan tawar-menawar denganku! Ingat ... di penjara banyak kecoa dan tikus, apa kamu mau membusuk di sana?" "LEPASKAN!" teriak Winny sambil meronta liar di dekapan calon bosnya. "Jangan mimpi!" desis Alex di telinga Winny sembari menyeringai seram. Winona Kim, wanita blasteran Indonesia-Korea itu sedang membutuhkan pekerjaan karena status nona muda puteri konglomerat dari Korea itu harus terengut karena perusahaan ayahnya bangkrut akibat ulah pesaing bisnisnya. Sementara ayahnya mengalami stroke dan tidak dapat lagi bekerja. Namun, dia tidak mau bila memiliki bos seperti Alexander Aimes yang gila. Seperti apa keseruan kisah bos gila dan sekretarisnya yang pemberontak ini?”