icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Gairah Liar Tante

Gairah Liar Tante

icon

Bab 1 Awal yang indah.

Jumlah Kata:1834    |    Dirilis Pada: 17/06/2022

ar

R.D.L

cang, Tante Sarah menepis tangan Joe. Ia memeluk tubuhny

e dan sekilas benda yang menye

n .

u

hingga mentok di dinding. Tante berus

kepala Tante, menekan dinding, berik

r Tante Sarah yang wangi. Nafsunya m

uar dari tubuh seksi wanita berumur

ras. Gemericik air terdengar bersahu

tuhan-sentuhan dari pria muda yang beber

lidah Jonas mulai menjaja

. janga

benar-benar gelap mata melihat kecantikan Tante Sarah. Tanga

ajah Tante dengan intens. Wajah putih itu memera

.. kit

u

dalam dadanya, begitu saja mendaratkan

dan wanginya bibir Jonas, Tante mulai terbuai, hingga tanpa sa

merekatkan tubuhnya. Tante yang juga sudah tak tahan dengan pesona

Jonas terengah saat ia m

setan apa yang merasukinya, Tante menarik Jonas masuk ke dalam k

l

sakelar dan memadam

diluar sana yang masuk di sela ventilasi rumah, Jonas me

sah payah hingga rasa t

.. Ta

padanya. Senyum yang membingkai bibirnya seol

i ranjang dengan Jonas yang masih

an penuh gairah di sana. Masih dalam posisi berciuman, ia tergesa me

ngangkat kaki dan duduk di kedua paha Jonas, hingga Jonas

meraup sisi sensitifnya itu berulang kali

tal. Ia begitu kagum, bukan hanya terjaga keindahannya, tapi

ranya bersama Jonas, hingga ia lupa j

itu mendesah saat bibir Tante mul

ngeras dan napasnya tertahan, menikmati p

ali bibir tipis Jonas

dengan perlakuan Tante S

ng pelan tubuh sintal itu hin

ja dari Tante Sarah yang berpadu dengan bunyi gemerici

terbaring dengan lemah setelah tubuhnya mengejang dan menggelinjang, sedan

begini," desis Jonas sembari me

ngan jarinya dan tersenyum manja, ada ras

h. Jonas yang ditanya semakin sal

i, Tan ...," ja

n paca

tas ciuman

am, Tan. Takut ketahuan," Jonas perl

pelan pipi Tante dan berucap," terima kasih,

satu persatu pakaian yang tadi se

i menatap kearah Jonas dengan bibir yang ia gigit, gemas melihat tingkah malu-malu

pelan sekilas bibir ranum milik Tante Sarah. Ia mem

Tante. Tante milik Jonas s

*

it

k-b

nta

sik banget, sih! Jon

kakak perempuanku yang wajahnya menyembul di muka

mencebik. Kesal. Waktu tidurku terasa tergangg

g baru pindahan. Loe tu makany

nak bujang, kalau mal

an tu tetangga baru, pindahan

aja lah," Aku mem

sahut kakakku d

*

n sebe

Jo

Aku terpaksa bangun dan

masak dan kini makanan sudah

indah. Ambil yang di piring besar, Bang," sergah Mama saat ta

k Sa

e, usianya sih beda tuju

gga ba

uaminya, katanya suaminya selingku

, kalau enggak, bisa naksir Dia. T

zon gitu. Papa tu bukan tip

r Sisil? pacarmu itu?

dia cuma lagi sibuk a

deh. Dia jar

in ke rumah cowok terus, Mah.

manggut-

di ngasih Mama opor ayam," Mama menyo

tapi Mama memperlakukan diriku sama seperti Teo, adikku yang berumur sepuluh tahun,

i pesuruh Mama. Kiki ga pe

sudah harus bersiap-siap dari sekarang,"jelas Mama. Suara Mama terdengar lembut, sekarang, tapi jika Aku m

terpaksa, Aku menarik piring yang berisi b

meter dari rumahku, Aku

ertutup rapat. Aku memanggilnya be

a amat sepi. Entah setan apa yang merasuki, netraku tertuju

erdegup kencang. Takut dikira maling dan membuat kehebohan, Aku me

am rumah. Tak lama terdengar derap langkah

u. Wajah teduh yang sangat mempesona. Untuk s

suara lembut itu m

ku sembari menyodorkan piring ber

sebentar, Aku akan mencuci piring

manis itu melenggang ke arah dapur

punya tubuh yang indah da

begitu rapi. Semua perabotan dominan ungu dan pink. T

ndus merasakan nikmatnya walau masih berupa

. Ia membawa dua piring kue yang sudah dipotongnya. Masi

ku sepiring kue yang dari bentuknya saja sudah mewaki

enyum manis Ia duduk disampingku. Aroma kue dan wan

sedikit tersibak dan memamerkan paha puti

almunium yang ada disisi piring. Bel

an

mengambil sendok itu untukku, dan saat itu jugalah, kedua netraku m

r separuh keluar, menampilkan kesa

pi detik berikutnya Aku tersadar dan

ukku dan juga papaku. Bisa gawat jika

ujarku. Rasanya sangat sesak berada dekat dengannya.

menatapku intens dari ujung kaki hingga ujung rambu

as, Tante," j

is. Ia pun berdiri mensejajarkanku, hingga aroma floral

. Sempat terhenti dan memutar tubuh, Tante Sarah kembali melempar senyum se

. Aku yakin itu. Kenapa setiap kata dari mulutnya seolah punya aura yang memikat. Bak magnet yang membuat hatiku tertar

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka