icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

HASRAT PENUH LUKA

Bab 7 Jangan Membantah!

Jumlah Kata:1077    |    Dirilis Pada: 18/06/2022

leh ke belakang, karena dia mengenal denga

g melihat satu tangan puteri kesaya

mengenal dengan betul siapa pria yan

pria yang saat ini masih belum melepaska

erhormat, buat apa kamu ber

ada di dalam toko, dan baru saja dia membantu Ste

ap di bahu kanan Dominic, sehingga pria

tung

i sini?" Stella mengulan

Kilatan cahaya di mata Dominic, membuat Stella bergidik ngeri. Dia sudah sering melihat Dominic marah dan mengacuhkannya berhari-hari. Tapi kilatan yan

gilan dariku. Rupanya kamu sedang b

ng terjadi de

um bercerai denganku, Stella Wilson, tapi kamu sudah berani berjalan

itu, dia tak pernah suka jika ada orang lain yang terlihat menyukai barang milikn

endiri, wajahnya terlihat pias menatap ke arah toko

ebentar lagi aku akan mengurus perceraian kita, jadi kamu tak perlu takut j

tolong," ucap Dominic

Ingat sebentar lagi, setelah malam ini aku menemanimu ke acara ulang tahun mendia

saja sifatnya yang selalu seperti iblis pada akhirnya membuat Stella

temen sempitmu itu! Kamu akan pulang denganku!" bentak Dominic Anderson dengan nada tinggi. Membua

ganku, aku ingin mengam

tella lalu berkata, "

gande

ini Dominic enggan disentuh oleh Stella, dan kali

an menuju mall, kepala p

pengunjung toko lainnya tak henti-hentinya mengagumi sosok Dominic ya

se tak semp

ik kartu Amex Black Card milik Dylan dari tangan kasir. Dilemparkan kartu itu pada Dyl

lan mendekati Dominic, dan mengusap bahu Dominic. Wajahnya tampak seperti penjilat sejati yang sama sekali tak t

ya, Tuan Mud

atap kedua anak beranak

a gunanya polisi?" jawab Dominic dengan ketus. Entah dariman

karena menahan rasa malu

menunjuk ke arah Ruby dan Dylan dengan dagunya. Dia memicingkan kedua matanya p

lan dan Ruby

ani berlaku kasar, hubungi aku, aku akan membuat perhitungan dengannya." Dylan menatap tajam pada D

aat itu juga, melihat kelakuan Dominic yang memperlakuka

ang pria dari golongan B berkata akan membuat perhitungan dengan seorang

inic merasa

sembilan nyawa, sehin

aku masih mampu melawanmu. Kamu pikir dengan kekayaanm

pasti sebentar lagi akan terjadi perang teluk di antara kedu

ani pria setengah waras itu, doakan saja, S

ul Ruby begitu mendengar kata-katanya barusan, ber

Ad

am, tingkah laku Dominic benar-benar sepe

kaplah dewasa. Sekarang bayar ga

pada mereka, langsuung melangkah keluar dari dalam toko tanpa membeli ap

lis berwajah tampan berkedok suami, yang selama tiga tahu

pun berkata, "Percuma aku memberimu banyak uang untuk me

erikan uang, aku akan meng

ng sudah kusedekahkan pada wani

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
HASRAT PENUH LUKA
HASRAT PENUH LUKA
“Warning Content 21++ Dominic mengejar wanita yang mirip Stella, di bawah hujan dia pun berlutut dan memanggil nama Stella. "Stella Wilson! Apa yang harus kulakukan untuk menebus segala kesalahan yang telah kuperbuat di masa lalu?" Meski Dominic berlutut dan mengatakan penyesalannya, tetapi hatinya yang telah membeku karena perbuatan Dominic tiga tahun lalu, membuat segalanya seakan tertutup oleh kabut gelap. Stella, dengan nada dingin berkata, "Jika dengan kematianmu bisa menebus segalanya, lebih baik kau mati saja!"”
1 Bab 1 Pernikahan Tanpa Cinta2 Bab 2 Stella Pergi3 Bab 3 Aku Mau Bercerai!4 Bab 4 Akan Bercerai Jika ....5 Bab 5 Damn, Stella!6 Bab 6 Dylan VS Dominic7 Bab 7 Jangan Membantah!8 Bab 8 Tak Ada Yang Bisa Memilikimu!9 Bab 9 Kesucian Yang Terenggut10 Bab 10 Kesalahanmu, Karena Mencintaiku!11 Bab 11 Pria Keji12 Bab 12 Siapa Wanita Itu 13 Bab 13 Mengapa Harus Ada Wanita Lain 14 Bab 14 Stella Tidak Sadarkan Diri15 Bab 15 Layani Aku Stella!16 Bab 16 Kehamilan Tidak Diinginkan17 Bab 17 Perceraian18 Bab 18 Dilema19 Bab 19 Shania Dan Pesona Mematikan20 Bab 20 Tidak Disetujui21 Bab 21 Akan Dikejar Karma22 Bab 22 Muak Dengan Dominic!23 Bab 23 Rasa Nyeri Di Tubuh24 Bab 24 Akan Mempertahankan25 Bab 25 Menyembunyikan Kehamilan26 Bab 26 Di Antara Dua Pilihan