icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Segitiga Penguasa - Sudut Pertama

Bab 4 Dua Bandit Kecil

Jumlah Kata:1103    |    Dirilis Pada: 20/05/2022

inya-berisikan potongan-potongan kayu berbentuk segitiga bertuliskan angka-mulai diputar ke seluruh peserta.

ertubuh kurus mengenakan ikat kepala berwarna biru tua, berdiri tepat di samping Marca. L

gan julukan: Dua Bandit Kecil. Oleh kebanyakan orang, mereka berdua dianggap hama. Sam

di desa. Salah satu contohnya adalah perkelahian mereka dengan Kaskar-seorang lelaki bertubuh kekar yang berasa

ok tengah menggorok leher hewan kesayangan Kaskar. Hewan bertanduk satu dengan gigi bertaring tajam itu tak berdaya di tangan Soma. Kedua sayap hewan itu patah. Darah seg

at langsung eksekusi pembantaian itu seketika menjerit histeris. Perempuan itu tak lain da

onkan sebagai Kepala Suku-harus dinodai dengan matinya hewan kesayangan yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri. Yang mati dengan keji di tangan bocah ingusan yang baru senang-s

esiap dengan suara teriakan nyaring khas istrinya. Merasa ada sesuatu hal yang tak beres, secara spontan ia langs

yang berada dalam pesta perayaan itu sontak juga langsung melakukan pergerakan. Dengan cekatan mereka mengambil beberapa s

bagai pisau belati yang diasah setiap hari, harus terkapar tak berdaya dengan kepala terpisah dari tubuhnya, dan kedua sayap yang patah di ujung pangkal, serta ba

berpikir panjang, ia berlari ke arah istrinya yang sudah tak sadarkan diri. Sementara para peng

ak kuat isi perut mereka. Semasa hidup pun, hewan bertaring tajam itu memang sudah berbau busuk dan menyengat

ukan semua ini?" Bentak Kaskar sambil te

bersanggul rapi itu masih

bergerak-gerak dengan sendirinya. Kaskar yang menyadari kejanggalan itu seketika bangkit berdiri. Dengan

erhenti. Sorot matanya terus memandang lamat-lamat pergerakan bangkai hewan di depanny

gan sekujur tubuh yang telah berlumuran darah hitam. Lelaki muda itu adalah Soma. Ia tersenyum bahagia sambil memegangi sebuah cinci

oma jelas-jelas sudah berani dengan seenaknya memasuki rumahnya, membuat istri

au lakukan? Kau sudah berani memb

senyum ia pun berkata, "Santai saja Orang Tua. Aku sudah berhasil menemukan cincin yang kuberikan kepada hewan peliharaanku, yang dimak

alaran otot di sekujur tubuhnya bagai cacing yang menggeliat di permukaan tanah. Ucapan Soma bagaikan bahan bakar yang senga

ti anak kami, dan kau! Membunuh Anobi di hadapan istriku. Akan kutukar nyawamu den

a-apa. Tanpa adanya penghalang, tertubruklah ia oleh tubuh kekar Kaskar. Soma tersungku

berada di atas tubuh musuh kecilnya. Mengunci pergerakan. Dan sambil memegangi gada b

Kaskar, tak pernah ada satu orang pun dapat selam

dalam hitungan detik, gada besi besar itu meluncur deras. Soma menutup mata, tel

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Segitiga Penguasa - Sudut Pertama
Segitiga Penguasa - Sudut Pertama
“Malam yang tragis. Membuat seorang lelaki harus rela meninggalkan sahabatnya sendiri di tengah-tengah kejaran para prajurit kerjaan. Bersama istri, anak, dan seorang bayi titipan sahabatnya, ia kembali ke desa asalnya. Selang empat tahun setelah kejadian itu, seorang perempuan yang tengah memangku seorang bayi yang baru dilahirkannya, seketika menjerit histeris manakala melihat suaminya sendiri harus mati tepat di depan matanya. Sebelum punggungnya tertusuk panah, lelaki itu telah lebih dulu meminta maaf atas semua kesalahan yang pernah ia perbuat. Kemudian, setelah dua puluh tahun berlalu, Marcapada, yang waktu kecil telah kehilangan ibunya, bersama Soma, anak sebatang kara yang tinggal di pinggir desa, serta puluhan pemuda lainnya, harus mengikuti kompetisi pertarungan demi mendapatkan gelar sebagai seorang Penjaga.”
1 Bab 1 Sebuah Pelarian (Bagian 1)2 Bab 2 Sebuah Pelarian (Bagian 2) 3 Bab 3 Bayangan Di Cermin4 Bab 4 Dua Bandit Kecil5 Bab 5 Sang Penyelamat6 Bab 6 Kuja7 Bab 7 Tak Kenal Ampun8 Bab 8 Objek Taruhan9 Bab 9 Manusia Buangan10 Bab 10 Tekad Soma11 Bab 11 Penghuni Rumah Berang-berang12 Bab 12 Sekedar Harapan13 Bab 13 Lawan Seimbang14 Bab 14 Di Balik Topeng15 Bab 15 Perpisahan16 Bab 16 Pelukan Kehangatan17 Bab 17 Peserta Bernomor Sembilan Puluh18 Bab 18 Akhir Pertandingan19 Bab 19 Makhluk Penghuni Hutan20 Bab 20 Sebuah Pengakuan