icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Balas Dendam Sang CEO

Bab 4 Trauma

Jumlah Kata:1145    |    Dirilis Pada: 20/05/2022

ocah perempuan yang tengah terbaring di atasnya. Di saat yang ber

setengah bertanya. Dia terlihat agak tak

uk di dekat brankar bocah perempuan tersebut. Tangan Renata terulur membel

m meskipun wajahnya masih men

, Mama membuat Ara terban

panggil Ara i

nyumnya kembali mengembang, jauh lebih lebar daripada sebelumnya. Te

tu sangat cantik, persis Renata saat masih kecil dulu. Namun sayang, tubuhnya begitu ringkih seolah dia akan cedera meski hanya disentuh

aan pahit yang meremuk-redamkan perasaannya. Putri semata wayangnya yang kala itu baru berusia lima t

tin dibawa berobat ke rumah sakit. Tiara juga tetap bersekolah seperti anak-anak lain seusianya. Namun setahun belakangan, penyaki

lau malam ini Mama harus bekerja sampai besok?" Pertanyaan

di bos Mama tiba-tiba mengizinkan Mama pul

ma harus bekerja sampai pagi, Mama baru benar-

perintah dari bosnya untuk bekerja sampai pagi. Dan Tiara akan dititipkan pada seorang pengasuh ya

Renata sembari kembali mengulas senyuman, be

mbuh besar, semakin khawatir pula Renata dibuatnya. Dia takut saat namti Tiara menjadi lebi

rempuan paruh baya yang kini sedang tertidur dengan lelap di atas sebuah brankar kosong yang ada di ruangan itu. Saking lela

sih belum tidur, kok. Bu Anin masih u

menjadi pengasuh Tiara. Perempuan itu memang sangat menyayangi Tiara seperti layaknya menyayan

an. Ara tidak nakal sama Bu A

ngsung m

ah Bu Anin bilang kalau A

a ter

emang pintar," ujar Renata sambil k

ta membenahi posisi berbaring putri

tak mau memejamkan matanya kembali. Ekspresi

t menyadari raut wajah Tia

berbaringnya. Bocah itu tampak menatap Renata denga

ul Papa, kan?" Tiba-tiba Tiara berta

agak membeliak mendengar

kembali, bisa pergi ke sekolah seperti sebelumnya. Ara juga bisa bermain lagi bersama teman-teman Ara." Renata menjawa

s melanjutkan hidup meskipun kepedihan terus saja dia rasakan. Jika dirinya harus kehilangan Ti

." Tiba-tiba saja

etiap kali Tiara mesti dilarikan ke rumah sakit, rasa takut itu terus menghantui Renata. Dia

a untuk bekerja. Mama janji akan lebih sering menemani Ara," ujar Renata lembut sambil m

mengajak Ara pergi," gumam Tiara kemud

lukannya dan memandang wajah Tiar

buat ikut. Ara takut, Ma. Ara tidak mau ikut Papa. Papa jahat, Papa suka muku

pelukannya. Hatinya terasa begitu peri

akan membiarkan Ara pergi dari Mama. Papa tidak

masih terisak di pelukan Renat

Mama. Apapun, Sayang." Renata kembali menambahkan. Kali ini d

api bisa Renata rasakan jika putr

nya bersama Tiara akan menjadi jauh lebih baik. Dia tak menyangka, bahkan di saa

ta masih saja datang menakuti Tiara meski hanya di dalam mimpi, seakan tak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Balas Dendam Sang CEO
Balas Dendam Sang CEO
“Adnan dicampakkan oleh perempuan yang dicintainya karena dirinya tak memiliki apa-apa. Mirisnya, perempuan itu meninggalkan Adnan karena ingin menikah dengan seorang lelaki kaya. Sepuluh tahun kemudian, Adnan kembali setelah memiliki segalanya demi untuk membalas dendam pada sang mantan. Tapi ternyata, perempuan tersebut telah menjadi seorang perempuan panggilan yang mencari nafkah dengan menjajakan tubuhnya. Apakah yang sebenarnya terjadi? Dan akankah Adnan melanjutkan rencana balas dendamnya?”