icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta dan Dosa

Bab 5 Diantara dua Pilihan

Jumlah Kata:1304    |    Dirilis Pada: 15/05/2022

dan dompetnya, karena kalau malam-malam pergi membawa

Apalagi besok adalah hari Minggu, dia pasti tidak akan bisa bertemu dengan Melati. Bisma juga yakut Melati meng

rumah Melati. Beruntung dia masih mengetahui alamatnya. Sesampainya d

n dan mulai melihat-lihat kearah sekitar, k

u kamar bawah, dilihat bayangan seorang

a, dan mengetuk-ngetu

"Aaaa .... " Bisma berteriak karena s

s itu juga berteriak dengan

an, didengar dari suaranya dia bukan

lebih kencang dan membuka jendela. Sehingga memb

ra memakai maskernya dan memanjat pag

arga yang memeriksa. Bisma segera berlari se

*

Maudi mendudukkan bokon

uk. "Gak apa-apa, aku udah pesen makanan ko

ma-sama tanpa sepengetahuan Bisma. Ya, Bisma memang tidak tahu jikalau Melati dan Maudi

ita mau kemana?" tanya

Soalnya ke toko buku udah, nyari tanaman udah ju

k rambut Melati. "Ya udah, sekarang teme

Ada rasa bahagia, aneh, dan lainnya. Sepertinya kedua insan ini memiliki

nggenggam tangan Melati. 'Kalau bisa memili

i mau selesai kita mau k

ngan laki-laki, selain sang ayah yang melarang tapi dia juga takut patah hati. Seperti cerita di Novel yang suka dia b

ak Maudi orangnya

yang ada di dalam mall, setelah itu Maudi mengajak Me

, pesek." Maudi

kan, Kitty," jawab Melati sambil mengaja

ulang." Maudi menuntun tan

aik tadi aja deh. Takut pa

maaf, karena udah ngajak anak gadisnya jalan

, papaku galak, lo

an. Saat ditengah-tengah perjal

t panggilan tersebut, setelah meng

By Tan .... " Maudi menutup panggi

pa-apa ikut aku sebentar. Setelah ini aku ak

ita mau

a masalah. Deket ko sekit

h. Aku iku

an menuju ke kawasan perumahan elit. Melati sendiri b

k Maudi setelah

g mereka berada disebuah rumah mewah nan megah. Selain itu yang membuat Melati

jub dengan interior didalamnya. Tidak lupa beberapa pelayan

gu," ujar salah satu pelayan, lalu me

audi saat memasuki sebuah ruangan

alam," ucap seseorang yang Mel

Maudi selama ini adalah saudara. Dan

ka mendekat kearah kasur, dimana

ni ada

ke arah suara, alangkah terkejutnya ia saat meli

nda dengan Maudi. Untuk kali ini, lelaki itu memilih diam. Bahkan saat

menemui orangtua Melati. Namun, ternyata

, papah aku ga

at kamu." Maudi menyerahkan sepucuk surat ke ta

ati, karena lelaki itu l

sok aku tunggu kamu d

ihat merona, saat melihat kata demi kata yang telah tertulis. Gadis itu pun tertidur sa

sengaja berpenampilan sebaik mungkin dan

eseorang memberikan seta

rlihat bingung, karena dia jug

juga bakal tahu siapa yang ngasi

yang bertemu dengannya pasti memberikan bunga. "Apa ini dari kak Maud

ruh murid berkumpul di lapangan sekolah dan melihat k

lan bunga di lapangan yang telah di

uara dari belakang ya

i sambil membawa tumpukan bunga. 'Mungkinkah ... kak Maudi yang menyiapkan semua ini,

Melati, membuat gadis it

el. Kamu udah berhasil merubah hari-hariku yang kelam.

a takutkan terjadi. Kenapa

menjadi Bintang Sekolah menyatakan perasaannya di hadapan banyak orang. Apalagi mereka tidak pernah mengetahui

mereka kompak. Melati bimbang, d

Mau

erharap lelaki itu bisa menyelamatkann

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta dan Dosa
Cinta dan Dosa
“Terlahir sebagai anak dari CEO yang kaya raya, tidak menjamin kehidupan Bisma bahagia. Dia justru memilih jalan lain untuk memperoleh kebahagiaan, seperti mabuk-mabukan, mengkonsumsi obat terlarang, dan memainkan perasaan wanita. Hingga ... pada suatu ketika dia hidapkan dengan situasi yang sulit. Rasa cinta, dan obsesinya kepada Melati--Perempuan yang dicintai dan mencintai sahabatnya sendiri-- justru membuat sang gadis menderita. Bisma kembali teringat dengan perkataan seseorang, "Bahwa kamu dan perempuan yang kamu cintai, tidak akan pernah bahagia." Apakah ini adalah sebuah kutukan dari Dosa yang telah Bisma lakukan dimasa lalu. Lalu bagaimana dengan Cintanya? Setelah sekian lama Bisma mencari gadis yang benar-benar bisa merubahnya kearah yang lebih baik. Apa dia harus melepas gadis itu begitu saja?”