icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Messy LOSY

Bab 2 Ceroboh

Jumlah Kata:1060    |    Dirilis Pada: 21/04/2022

t tak bisa melawan sisi lemahku s

*

ara melangkah menuju kantin untuk bertemu dengan Jelita. Ia juga mengur

tanya Jelita saat Dilara suda

bil posisi duduk di hadapan Je

kan Dilara tak membalas. Membuat Jel

Jelita yang membuyarkan lamuna

ilai ... tapi kalo sama anak-ana

a dengar dari

gar berita kudu deng

kanan yang enak, hingga tak sengaja ia menabrak seseorang yang sedang membawa segelas kopi. Atensi anak-anak kini tertuj

ta enggak

nya membulat saat melihat siapa yang tak sengaja ia tabrak--

gak sengaja," ucap Dilar

yang ceroboh. Kopi yang baru saja dipesan kini hanya tinggal tersisa. Membuat ia

saat kakinya terkena tumpahan air panas dari kopi. Mahasiswa-wi lain pun hanya bisa menonton, mere

tas, berniat ingin membersihkan noda kopi di jaket Alze. Namun, belum juga sa

nya memandang wajah Dilara. Ia merasa asing dengan wa

ya Alze menatap taj

melihat apa yang terjadi dalam kerumunan tersebut. Bola matanya me

e gue enggak bisa b

k ke arah Keenan yang diam saja seperti patung. Ia yakin bahwa sekarang la

pek," sahut laki-laki bersurai hitam dengan gaya Man Bun, memi

ggak tau so

ertanggung jawab atas kecerobohan saya," ujar

bibirnya tertarik ke atas membentuk seringai tipis. Dilata menerima jaket tersebut

! Kalo lo buat jaket gue luntur." Alze menjeda, ia melangkah maju

sing. Dilara mengembuskan napas kasar, menyesali diri sendiri yang begitu ceroboh tak memperhatikan jala

reka saja saja ia enggan, apalagi jika harus membela ia di depan teman-tema

mengejutkan Dilara. Gadis itu melir

an jaket laki-laki t

Jelita menghentikan langkah kaki Dila

genai kakinya yang terkena tumpahan kopi panas. Ia juga men

ze. Lo 'kan udah satu tahun di sini, masa

pa saja yang harus dihindari di sini. Ia terlalu sibuk mengejar nilai

Aku ke toilet dulu,

ima belas menit lagi gu

mu di kosan, ya." Dilara melangkan men

ng dengan kasar menuju parkiran timur. Tempat parkir tersepi d

eraya meringis. Bukan hanya pergelangan

gadis itu hingga sampai di depan mobil Jazz berwarna hitam. Ia membu

mau ke

bentak

aling lemah jika sudah dibentak, bahkan ia benci pada dirinya

lakan mesin, menginjak pedal gas, dan melaju keluar dari pemukima

in, terutama truk dan bus. Sungguh, Dilara belum ingin mati sekarang. Ia masih ingin meraih gelar sarjananya. Hatinya sa

da. Ia belum siap menerima perlakuan kasar atau bentakan dari laki-laki itu. W

keen

arah!" Keenan kembali fokus menyeti

ngan susah payah. Ia memejamkan mata, berba

anlah pundak ham

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Messy LOSY
Messy LOSY
“Keenan itu munafik, Dilara itu lemah. Sudah berulang kali Keenan menyakiti Dilara, bahkan tak segan main tangan kepada perempuan itu. Namun, dengan bodohnya, Dilara masih tetap bertahan, meski sudah berkali-kali disakiti. Sampai suatu hari, Dilara muak, ia lelah, dan ia ingin pergi. Akan tetapi, Keenan selalu mencegah, memaksa ia agar tetap ada di sisinya. Kisah cinta yang diharapkan oleh Dilara tak sesuai ekspetasi. Selalu berantakan, selalu ada luka, air mata, pengkhianatan, dan perselingkuhan. Bahkan dicampakkan. Kisah kasihnya sangat berbeda dengan orang lain. Akankah ia mampu berjuang melawan rasa sakit tersebut? Dan apakah ia akan bertemu si cinta sejatinya? (cerita ini pernah saya share di novelme dan pf lainnya atas nama Imouni29)”