icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sang Pewaris Terkaya

Bab 5 Pecat Wanita Itu

Jumlah Kata:828    |    Dirilis Pada: 24/04/2022

g itu, Nona. Aku pasti akan me

hina ke arah Garry dan mengucapkan perkataan yang m

ngan pria paruh baya itu di tangannya dan berkata dengan

adap dirinya, Garry tetap tenang menghadapi semua ini. Dia hanya mengu

da yang bisa

operti itu berjal

cap Garry sambil mengarahkan jarinya ke sebuah gam

enar-benar

anajer itu m

ilai 10.640.00

g baru saja diberikan kepadanya, "Ya, dan aku akan langsung membayarmu sec

itu juga dan menun

ita itu memint

i sepatah kata pun yang dia katakan. Sepertinya dia berasal dari sebuah keluarga deng

dian ini. Bagaimana mungkin anak muda itu bisa membeli sebuah

n pandangan curiga, berpikir bahwa dia hanya mengatak

telah itu, aku akan membayar rumah

an kartu bank da

ah

a bodoh ini pasti hanya mengatakan kebohongan. Jika transak

egitu kamu harus

ah menyangka bahwa Caitlin akan bersikap begitu arogan. Dengan

berhasil, kamu harus lan

capkan, meman

transaksi kartu itu gagal, maka kamu harus keluar dari toko

ke

aruhan itu dan menyerahkan

asi seperti sekarang karena semuanya sudah menjadi tidak terkendali. Dia

ah

amu juga sangat tidak tahu malu dan menjijikkan. Tidak lama lagi, aku akan seger

ta pada pria paruh baya itu, "Tuan, saya minta ma

n melihat orang itu bertingka

cibir dan berbalik untu

dan sarkas mereka, Garr

n belakang. Di tangannya, dia memegang kartu bank itu d

h menggesek kartunya?" Caitlin berka

esek kartunya dan tr

ingin, berjalan ke arah Garry, dan mengembal

0 juta di antaranya adalah biaya agensi, dan 160 jut

angsung terguncang oleh perkataannya seolah-olah merek

riak. "Apa Anda melakukan semacam kesalahan? Bagaimana

p mul

mengangkat tangannya dan menampar wajah Caitlin dengan keras. Tamparan itu mendara

i sekarang,

ng berada tepat di hadapannya ini benar-benar be

a bukan hal yang begitu penting baginya. Dia bisa menjual 17 hingga 1

ri 10 Miliar begitu saja. Jadi, bagaimana mungkin dia ber

kumpulan orang-orang kayanya, citra perusahaannya akan segera hancur. Dan jika hal i

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sang Pewaris Terkaya
Sang Pewaris Terkaya
“Sejak kecil, aku selalu hidup miskin. Setiap pulang sekolah, aku akan bertemu dengan pemandangan ayahku yang sibuk di dapur. Dari ingatanku yang paling awal, aku akan selalu ingat ayahku mengenakan seragam pabrik lamanya di rumah. Rambutnya seputih salju dan kulitnya sangat gelap. Dia biasanya merokok rokok murah dan mobil yang dikendarainya adalah Kijang tua yang benar-benar rusak. Terlepas dari semua kesulitan kami, ayahku mengabdikan dirinya ke dalam pekerjaannya selama 18 tahun dan membesarkanku dengan kemampuan terbaiknya, dan aku akhirnya tidak mengecewakannya karena aku berhasil masuk ke universitas yang sangat bagus. Karena aku berasal dari kemiskinan, aku harus bekerja paruh waktu untuk membayar biaya kuliah yang tinggi. Aku tahu teman sekelasku pasti memandang rendah diriku karena aku sangat miskin, tetapi aku melakukan yang terbaik untuk tidak membiarkan hal itu mengganggu pikiranku. Pada hari ulang tahunku yang ke-18, ayahku mengumumkan bahwa dia akan memberiku hadiah ulang tahun dan dia akan membawanya kepadaku secara langsung. Hari itu aku melihat ayahku dalam pandangan baru. Kepala putih salju ayahku yang kasar telah berubah menjadi hitam mengkilat. Dia telah mengganti pakaiannya yang compang-camping dengan setelan Givenchy yang mahal, dan dia bahkan memakai jam tangan Patek Philippe di pergelangan tangannya. Kijang tua sekarang menjadi Rolls Royce edisi terbatas. Aku menatap ayahku dengan mata bingung dan bertanya dengan suara tidak percaya, "Ayah, apakah keluarga kita benar-benar yang terkaya di dunia saat ini?" Ayahku mengeluarkan cerutu Maya Sicars senilai Rp 5.000.000.000, menyalakannya, dan meniup cincin asap. "Nak, aku tahu kamu telah banyak menderita selama 18 tahun terakhir, dan aku merasa malu karena aku tidak dapat memberikan lebih banyak untukmu. Aku ingin kamu mengambil seratus miliar ini sebagai uang saku terlebih dahulu. Kamu dapat memintaku lebih banyak nanti jika itu tidak cukup!”