icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sang Pewaris Terkaya

Bab 3 Keluarga Larson Sekarang Bangkrut

Jumlah Kata:673    |    Dirilis Pada: 24/04/2022

ati, dia bisa merasakan semua pasang mata orang yan

uan khas di kap mobil, berbalik arah

m kemu

cul kembali di

n penuh kebingungan. Perkataan Ayah

i informasi, teknik, material, jasa, energi, pertambangan, dan produk kimia. Keluarga Suteno memiliki lebih dari 100 perusahaan

si tentang bisnis keluarga mereka, tapi

berkata, "Aku sudah meminta seseorang untuk mentransfer 20 Miliar ke reke

ahnya memberi

hat pesan di layar ponselnya yang menampilkan pemberit

luh...

ng 10 angka no

lagi dan lagi, tapi setiap kali dia melak

ang ini

bermimpi. Dia berjalan-jalan seper

annya, dia menyadari bahwa dia telah ber

rso

angannya, Garry mengingat bagaimana Lar

at kamu mengetahui bahwa aku sekarang kay

dengan terburu-buru seperti

akan dan barang-barangnya yang berada di lemari sekarang ber

marah, 'Siapa lagi yang bisa melakuk

sedang berbaring di tempat tidurnya dengan pandangan terfokus pada lan

mu.

ngan kendalinya saat teman sekamar lai

ikutlah

r baik untukmu! Keluarga Larson baru saja meneleponnya. Sepertinya keluarganya mengalami kebangkrutan dan mereka berutang banyak uang ke

rson sekaran

a, b

mengalami nasib malang. Dia kemudian berkata, "Mari kita liha

ubungan dengan Garry, pria malang yang terkenal dari kelas merek

ambil berpikir, 'Hari ini adalah hari yang sungguh b

a mengeluarkan ponsel dari sakunya dan melihat di layar

dia bisa mendengar suara asing tapi

kenalkan diri. Saya adalah Alan Hutomo, pen

n Hu

ngatakan sesuatu tentang Alan y

a Anda merasa senan

rnya Garry paham. Dia kemudian bertanya, "Apa k

dalah perb

a dengan su

u berani melawan Anda, sebagai balasannya

t. Dia tidak menyangka bahw

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sang Pewaris Terkaya
Sang Pewaris Terkaya
“Sejak kecil, aku selalu hidup miskin. Setiap pulang sekolah, aku akan bertemu dengan pemandangan ayahku yang sibuk di dapur. Dari ingatanku yang paling awal, aku akan selalu ingat ayahku mengenakan seragam pabrik lamanya di rumah. Rambutnya seputih salju dan kulitnya sangat gelap. Dia biasanya merokok rokok murah dan mobil yang dikendarainya adalah Kijang tua yang benar-benar rusak. Terlepas dari semua kesulitan kami, ayahku mengabdikan dirinya ke dalam pekerjaannya selama 18 tahun dan membesarkanku dengan kemampuan terbaiknya, dan aku akhirnya tidak mengecewakannya karena aku berhasil masuk ke universitas yang sangat bagus. Karena aku berasal dari kemiskinan, aku harus bekerja paruh waktu untuk membayar biaya kuliah yang tinggi. Aku tahu teman sekelasku pasti memandang rendah diriku karena aku sangat miskin, tetapi aku melakukan yang terbaik untuk tidak membiarkan hal itu mengganggu pikiranku. Pada hari ulang tahunku yang ke-18, ayahku mengumumkan bahwa dia akan memberiku hadiah ulang tahun dan dia akan membawanya kepadaku secara langsung. Hari itu aku melihat ayahku dalam pandangan baru. Kepala putih salju ayahku yang kasar telah berubah menjadi hitam mengkilat. Dia telah mengganti pakaiannya yang compang-camping dengan setelan Givenchy yang mahal, dan dia bahkan memakai jam tangan Patek Philippe di pergelangan tangannya. Kijang tua sekarang menjadi Rolls Royce edisi terbatas. Aku menatap ayahku dengan mata bingung dan bertanya dengan suara tidak percaya, "Ayah, apakah keluarga kita benar-benar yang terkaya di dunia saat ini?" Ayahku mengeluarkan cerutu Maya Sicars senilai Rp 5.000.000.000, menyalakannya, dan meniup cincin asap. "Nak, aku tahu kamu telah banyak menderita selama 18 tahun terakhir, dan aku merasa malu karena aku tidak dapat memberikan lebih banyak untukmu. Aku ingin kamu mengambil seratus miliar ini sebagai uang saku terlebih dahulu. Kamu dapat memintaku lebih banyak nanti jika itu tidak cukup!”