icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jodohku Seorang Janda Kaya Raya

Bab 5 Sekar Datang Menemui Lintar

Jumlah Kata:1012    |    Dirilis Pada: 05/04/2022

awab, "Menurut pandanganku, Sekar itu b

ng Lintar mengerutkan ke

arkan

arkan saran kamu. Tapi

lagi jika kamu berhubungan dengan wanita lain! Jangan sama si Sekar, dia itu rumahnya dekat dengan si

dak mau jika sahabatnya itu, kembali terlibat masalah jika memutuska

pa, dong?" tany

ih baik dari si Eva," jawab Dani. "Kalau menurutku, kamu itu lebih cocoknya pa

lempar bantal ke arah Dani sambil berkata, "Bukannya memberi

i. Kemudian, ia berkata lagi, "Cari kekasih itu harus disesuaikan dengan kualitas

wajah Dani. Seakan-akan, ia tidak memaham

ksu

kan tidak baik juga pria tampan seperti kamu punya kekasih seorang anak ABG

bahwa ucapan kawannya itu ada benarnya juga. "Ya,

atau siapa pun gadis yang ada di sekitar tempat tinggalnya yang sela

ya azan magrib. Setelah itu, Dani pun mengakhiri perbincangan tersebut. Ia ban

u makan d

"Makan daging tikus?" Dani tertawa sambil mela

yang sudah melangkah keluar dari kediamannya. Lantas, ia kembali mere

ang mapan dan yang berpendidikan, juga bukan orang sini," desis Lintar. "Berarti apa yang dikatakan oleh almarhum ka

pan bagi para gadis yang suka mendekatinya. Terutama bagi para gadis y

selama ini hamba telah banyak memberikan

rung yang berada di sebrang jalan tidak jauh dari kediamanya. Lintar h

ucap Lintar berdiri d

hut sang pemilik waru

Bu!" Lintar menunjukkan sebungkus kue ker

il saja ada di depan!" ja

air mineral berukuran besar dan la

milik warung itu menyerahkan ka

dan minuman itu ke dalam kantong kresek ter

nya kasihan saja melihat kamu dimarahi Bu Rasti kemarin," ucap wanita paruh baya itu sambil meraih uang

ti tidak ingin melihat Eva bergaul dengan saya karena s

caci maki sama Bu Rasti. Ibu harap kamu tetap bersabar dan tawakal! Insya Allah, orang

ma kasih banya

ilik warung, dan langsung berlalu dari warung

dibayangi oleh kebencian Bu Rasti,'

intar tengah melakukan aktivitas di kediamannya

gan melakukan pekerjaan di depan rumah, ia merapikan

elangkah menghampiri Lintar yang teng

ke arah gadis tersebut. "Ada, apa, Kar?" tanya Lintar men

l penting yang ingin Sekar bicarakan

bertanya lagi, "Memangnya ada masalah apa, Kar?" Suara Lintar terdengar l

tengah mempersiapkan sesuatu yang henda

mempertanyakan tentang kedekatan K

pa yang dikemukakan oleh gad

erkataannya, "Apakah Kakak punya hubu

engar pertanyaan tersebut. Ia merasa bi

sih, Kak?" tany

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jodohku Seorang Janda Kaya Raya
Jodohku Seorang Janda Kaya Raya
“Kisah ini menceritakan tentang cerita kehidupan seorang pemuda yang berhasil menjadi orang sukses ketika ia mendapatkan jodoh seorang wanita yang berstatus sebagai janda. Pemuda itu adalah Lintar, ia berhubungan asmara dengan Dewi seorang wanita karir yang sukses sebagai CEO perusahaan besar. Dewi berstatus sebagai Janda. Meskipun demikian, Lintar tidak mempermasalahkan hal tersebut, ia tetap menyayangi Dewi sepenuh hati. Akan tetapi, hubungannya dengan Dewi ditentang keras pamannya. Namun, Lintar tak patah arang. ia terus berusaha meyakinkan kedua orang tuanya agar merestui hubungan dirinya dengan sang janda kaya itu. Ikuti terus kelanjutan ceritanya! "Ya, Allah! Maaf, Mbak." Lintar tampak malu ketika tangannya sedikit menyentuh tubuh wanita itu. "Iya, tidak apa-apa, Mas," jawab wanita itu bersikap ramah, meskipun sudah jatuh karena kecerobohan Lintar. 'Ya, Allah! Wanita ini cantik sekali,' ucap Lintar dalam hati, ia tampak kagum dengan sikap baik yang ditunjukkan oleh wanita tersebut. "Boleh aku bantu?" tanya Lintar lirih, sambil melontar senyum. Wanita itu balas tersenyum, kemudian mengangguk. Tanda setuju dan menerima tawaran dari Lintar yang hendak membantunya. Dengan demikian, Lintar segera mengulurkan tangan ke arah wanita itu. "Ayo, Mbak aku bantu!" kata Lintar lirih. Tanpa menjawab, wanita itu langsung meraih uluran tangan Lintar. Dalam hatinya pun berkata, "Tampan sekali pemuda ini." Lintar menarik perlahan tangan wanita itu, tanpa sengaja tangan Lintar menyentuh punggung wanita tersebut. "Maaf, Mbak." "Tidak apa-apa, Mas."”