icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Melepas dengan Ikhlas

Bab 6 Apa Mungkin,dia

Jumlah Kata:767    |    Dirilis Pada: 29/03/2022

r copot, awas jatuh nanti bisa

n ia perlu korektor sepertiku sehingga bisa tampil lebih elegan lagi.

ajah yang berusaha kut

pada satu-satunya laki-laki yang pernah

eh ke arah wanita di sampingnya. Aku men

amu mau k

ia bertanya. Apa masih ada urusan, masi

n tatakrama berbicara, ak

ini ke panti

mobil aja? Aku b

dengan tajam, tampak ia mencuil lengan

bisa jalan kaki, lagian tem

eluar, aku memang ada niatan untuk berkunjung ke panti asuhan tempat di mana dul

Mutia. Aku b

berani mengkhianati kesetiaanku. Aku tetap setia, walau den

mantan itu kan ibarat barang bekas atau sampah, udah gak perlu kamu perhatiin lag

agar aku banyak belajar makna kehidupan. Hidup ini k

ku bisa sendiri.

gi. Tak peduli bagaimana wanita itu mengoceh, mungkin jika dibanding, a

t pemandangan di mana setiap inci t

n. Bermain ayunan, lompat tali, dan semua mainan yang

liau adalah salah satu pengurus panti

h, baik, Buk.

gar walau sudah cukup berumur. Beliau sangat murah senyum, ramah

wel, dan masih banyak lagi. Suka sakit-sakitan juga. Namun, dari sini aku belajar

menyambutku. Melihat wajah-wajah mereka, aku jadi bernostalgia, penampilanku dulu tak jauh se

nku yang dibawa oleh orangtua barunya. Hingga sampai masanya

mau pe

ka bersama-sama dengan meng

ereka, tampak sinar kebahagiaan terpatri dari waja

aku mengajak Bu Hanik untuk mau menceritakan

liau sudah ditemani oleh beberapa pengurus untuk me

yang setiap harinya selalu bersedekah di tempat in

t seneng dengernya, semoga saja saya bisa mend

. Seandainya saja ibuk punya anak perempuan, m

Bu Hanik suka serius, tetapi b

eseorang mengucap salam, aku menoleh setelah menjawa

m, silakan

ingin bertemu anak-anak. Makanannya mau saya taruh d

-anak alhamdulillah

di mana aku mendengar suaranya. Dilihat dari penampilannya, agakn

ambu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Melepas dengan Ikhlas
Melepas dengan Ikhlas
“"Kalian mengusirku, menghinaku? Tak masalah. Tapi ingat! Selangkah aku pergi jangan pernah harap aku mau kembali lagi." Karena keserakahan mantan ibu mertuanya, Mutia selalu mendapat hinaan bahkan fitnah kejam. Bahkan, sampai suaminya tidak memihak padanya. Bagaimana kisah Mutia? Ikuti cerita ini hingga selesai, ya. Semoga suka”