icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Suamiku Miskin Tapi Bohong

Bab 2 Sindiran

Jumlah Kata:1294    |    Dirilis Pada: 24/03/2022

m begitu, ada yang salah deng

rus tahu juga posisinya, jangan mentang-mentang kaya mau seen

dah dipercantik dengan kertas kado yang mura

sederhana, tak ada perhiasan yang dikenakan istrinya, bahkan alas kak

ang sama dari anak-anak sampai orang dewasa semuanya d

k mendapatkan baju seragam, mereka beralasan lupa menjahitnya, maka

uhi oleh keluarga besarnya lantaran memberikan izin da

kandung Ayu tidak ada yang setuju kecu

empuan satu-satunya ini menikahi Ri

isa hadir dalam acara ini ka

Bang Ridho yakin akan ketulusan cinta

an menyalami mereka terlihat sangat risih dan enggan ber

ng kaya terlebih lagi hari ini mereka menikah seakan

ang miskin ini datang, merusak pemandangan saja, tapi ya sudah lah karena ini hari pe

wanita murahan hanya untuk mendapatkan suami yang k

rusan, bagaimana tidak tamu undangan yang datang bersa

yataannya, ingin berbohong tetapi Rahayu pernah me

menghasut anak saya, bilang saja kamu iri deng

un mall terbesar di Indonesia, kurang apa coba, kalau suamimu nganggur lebih baik jadi tukang bangun

Rizki menahan istrinya agar tidak usah me

k kita makan, kata Pakde mumpung gratis biar aja di

hkan direndahkan sama keluargaku sendiri, eh malah kamu suka aneh

lih makanan yang ia mau makan, karena sangat berbeda waktu mereka menikah hanya di hadiri beb

hingga yang tadi hanya soto ayam berkembang

tlah baik dan dermawan saat masih jayanya, maka mereka tak segan-segan membantu ala kadarny

" tanyanya yang masih sibuk melih

mau apa?" t

yam saja, kalau adik terserah ma

itu cuma tiga tusuk sate dengan lonton

i canai beserta karinya yang sudah

idak ada semua terpakai terpaksa mereka berdiri d

ya membuang muka, tetapi tidak dengan Pak Sugimin yang melihat anak dan menantunya seperti itu, lal

apa-apakan duduk di sini saja dari

h ya Pak, Bapak masih peduli sama ki

ya semua keluarga sangat peduli sama kami, sering berkunjung ke rumah kami, tetapi setelah saya

ggung jawab, sabar dan baik, yang penting kita mau berusaha dan ikhtiar dan berdoa pasti ad

ki, kami akan membahagiakan kalian berdua," ucap Rizki d

g penting kalian tetap akur biar bagaimanapun juga mereka adalah saudara -saudara kandung Ayu, beri mereka pelajaran yang dapat meny

sih di sini jadi nggak ngerusak pemandanga

ikut-ikutan benci Bapak

akan ini, kamu itu di sekolahkan tinggi-tinggi sampai kuliah gelar sarjana tapi kok nik

jodoh Bang?" s

padahal banyak teman kuliah

diri, coba kamu dulu nikah sama dia, hidupmu pasti enak," sindir Ban

wa kabar bahwa akan ada kedatangan tamu istimewa dari keluarga

Rizki pun terbatuk dan hampir ter

kan segelas air pu

tersedak gitu?"

kok," jawabny

sudah keringat dingin kaya gitu apalagi bertemu deng

ampil menawan nih, kalau bisa kita minta foto sama penerus pewaris tunggal kerajaan Wiranata itu siapa

kan mereka yang masih dudu

gup, siapakah utusan yang di kirim pap

Bang, kaya

pingin ke toilet, d

rus saja nanti ketemu di uj

Pak, saya pe

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Suamiku Miskin Tapi Bohong
Suamiku Miskin Tapi Bohong
“Dihina, dicaci maki bahkan direndahkan oleh keluarga istri terutama oleh kakak kandung bapaknya Rahayu tidak membuat Rizky marah maupun malu. Justru dia malah senang karena ada yang berani menyindirnya langsung di depan sebab keluarga besar Rizkiansyah Wiranata seorang pengusaha besar tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya yang tegas dan dingin. Rizky pun hijrah membuktikan dirinya kalau tanpa harta dia bisa membangun masa depannya dengan caranya sendiri walaupun dia adalah pewaris tunggal perusahaan Wiranata Group yang terkenal dengan cabangnya di mana-mana. Namun, saat tahu jika ada yang ingin mencoba melukai kedua orang tuanya dia pun kembali untuk mencari siapa dalang yang akan melukai keluarganya. Mampukah Rizky mencari siapa dalang semuanya ini, dan bagaimana Rizky melewati cobaan demi cobaan dari keluarga sang istri?”