icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Noda Penyesalan

Bab 6 Hadiah Kecil

Jumlah Kata:1382    |    Dirilis Pada: 10/03/2022

emetar memegang benda pipih

kku. Perlahan wajah ini banjir air mata. Aku menangis tanpa suara, set

malam. Aku bergeming sesaat, sejak pergi dari rumah kedua orang tua--Mas Raja, diri ini sudah siap dengan konsekue

an. Nenek Rodiah pulang menjinjing keranjang sayur. T

laikum," u

Meski usia sudah di atas lima puluh tahun. Namun, Nenek Rodiah mas

uka pintu, dan menyam

le-bale bambu. Wanita yang hidup selama enam puluh tahunan tersebut menghe

mi bertemu dalam sepersekian detik. Kemudian dia tersenyum ke arahku dengan w

nya nenek sembari memb

le bambu. Wajahnya sedikit lelah, dan kurang i

an, nyaris suara i

a,

akibat buruk untuk kesehatan bayimu. Janga

gejekku dengan mengatakan

hu menghina tapi tidak tahu siapa asal usul kita. Biarkan s

ahal apa yang dipikirkan tak seburuk dengan yang aku lakukan. Anak ini bukan

Lagi pula aku tahu, jika nenek tidak akan berpikir hal buruk tentang bayi dalam kandunganku. Benih di rahim adal

pemandangan perkebunan sawah sepetak, yang ditanami aneka palawija. Nenek memang rajin dalam berk

anak pengusaha kaya. Wanita sepuh itu hanya mendengarkan saja cerita hidupku, yang seda

amun, sayang kami menikah hanya beberapa jam saja. Dalam hitungan

nya akal-akalan saja, agar Mas Raja bisa bebas. Ada sesuatu di matanya yang disembunyikan. Entahlah aku

. Kita akan merawat bayi itu se

angku buruk karena hamil tanpa sua

bangkan sebelumnya, kehadiranku disini bersama calon buah hati. Wanita

saanmu, Nduk," ucap Nene

litan. Bukan hal yang mudah menghadapi semua ini sendirian. Andai aku

ang sudah baik mau menampung di rumah ini. Jika tidak ketemu dengan w

entang kehamilanku, membuat dada terasa sesak. Mereka p

masih menyimpan buku pernikahan dan foto akad nikah, tidak semua

ak, Nduk. Dan jangan disia-siakan

penyemangat hidup, agar tidak putus asa, dan masih ada Allah bers

ahan, memakai gaun pengantin putih. Tak ingin keluarga Mas Raja menghubungi, lantas nomor ku ganti. Cu

nanti kalau anak ini lahir, dan bisa bicara menanyakan siapa bapaknya? Apa yang harus

upun sudah mencoba memaafkan. Apalah daya, tetap saja

a yang terkenal romantis, dan humoris. Hal sekecil apa pun akan dia ingatkan sepert

mbuat hati ini berbunga-bunga. Seakan aku wanita paling

ndu, lelaki itu akan melakukan video call. Dari dalam asrama tempatn

gamu selamanya sampai akhir hayatku." Kata-ka

caya dengan rayuan yang dia ucapkan. Bagiku, Mas Raja adalah sandaran hidup tempat hati berlabuh. Namu

l Nenek. "Kok

af aku tidak mendeng

dan meletakkan keranjang sayur di sana. Meninggalkan aku yang masih dala

berjualan. Dia akan makan di rumah, setelah pulang dari pasar. Aku sudah menyiapkan makan

keroncongan. Aku dan nenek makan sehari-hari hanya ap

anggilku ke dapur, dia

panggil

nghamp

a,

bua

dan mengambil benda berbentuk silinder. S

k menyangka, nenek membelikan lipstik. Sebuah alat

pst

ersenyu

elihat seorang gadis memakai warna ini ter

lipstik Nek. Mendingan ditabung

ndan agar terlihat cantik. Biar bany

ribu tiap hari. Namun, dengan rela wanita tua itu memberikan hadiah, atas jasa memb

ek," ucapku

gan lembut. Senyum manisnya

, Nd

Aku menyimpan benda pemberian nenek. Harganya hanya sekitar dua

untuk memberi hadiah meski harganya tidak mahal. Sungguh mu

asih, Nek,

*

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Noda Penyesalan
Noda Penyesalan
“Kesucian seorang wanita dipermasalahkan karena tidak keluar darah saat melakukan hubungan di malam pertama. Zahra ditlak suaminya dituduh tidak suci lagi. Sementara Raja adalah seorang perwira polisi. Saat akan menikah semua berjalan mulus, namun baru resmi beberpa jam menikah Zahra sudah ditalak. Hati Zahra hancur dan bersedih ketika tahu suaminya menuduh tidak suci lagi.”