icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kelahiran Kembali

Bab 3 Lembah Hùdiè

Jumlah Kata:1450    |    Dirilis Pada: 18/02/2022

enuju ke air terjun. Kaki memberat, mau maju ada 4 Pria memasang seringai, siap menerkamnya. Mau mundur, ada jurang air terjun. Terlihat, dari atas tidak bisa melihat da

ia di sisinya, dia tinggi dan kurus. Auranya tidak terlalu menonjol, pasti baru tahap 2 awal. Kalau yang botak, dia pendek. Memancarkan tekanan yang kuat, tidak sekuat si pria gemuk. Sisanya, dia berperawakan tinggi, tidak kurus

n datang!" celetuk salah satu Pria b

i ... kau mati sia-sia. Tapi, melihat dirimu y

diri, 4 lelaki bukan tandingannya. Seumpama, dia melompat lalu berenang ke tepian, tetap saja! Dia akan terseret arus, te

t saja, kalau begitu--- bukan kami yang me

ah, ha

gar tawa itu, gadis ini terus menggigil. Para lelaki semakin mendek

kkhh

rgelantung di arus sungai. Rasa takut mencengkam ke dalam diri. Tangan bergoyang, tunas menyorot

ka salah satu pria. Memutuskan mengambil batu. Melempari gadis yang

yut! Dug

spiritual. Darah segar merintik dari; bibir, hidung serta wajah yang terkena lemparan batu. Netranya membulat, mulai mengumandangkan suara getar, "Meski dewa kematian mencabut nyawaku sekarang! Aku akan merangkak keluar da

n bola tepat di depan alis. Benih mata terasa mendelik keluar, belum sempat m

batu yang mengenai tangan Xiao li,

ag

IDAAAAAA

ke dasar, sesaat kembali mengambang di dasar jurang air terjun. Ketika gadis ini terjatuh dan tenggelam. Rasa dingin menyusup ke tubuh, dada sesak.

a 500 tael perak hahah! Ayo bubar, mari kita k

, di bawah air terjun adalah lembah Húdié. Kecuali dia setan, yang merangkak keluar!" hi

-

tahu ini, di saat terjatuh memikirkan; "Aku terjatuh di sini? Sudah pasti, hanya bisa mati! Aku tahu aku bodoh, tapi aku tahu tempat ini paling mematikan di negri Pùbù. Ya, di lembah Húdié. Saya

.

-

ang!" nada tinggi disertai kekhawatiran. Kakek tua dengan ramb

berlutut dan memberikan hormat. Mendapat laporan begini, mata keriput tuanya mengecil. Menghunuskan tinju ke pilar, guna

ahkan diri. Kakek ini menenangkan dirinya. "Sudah! Jika aku menghukum kalian, siapa yang akan mencari nona Keempat? Cepat pergi! J

eempat. Sang ibu tak henti-hentinya menangis dari tadi

apai tahap ke 5, baru pulang dari pengasingan. Jadi

Pertama kediaman Lu. Seharusnya, menjaga Adikmu! Tahu begi

bali lagi, Lu san tu sedikit senang. N

Sececah, sebuah tangan mulai maju. Mengambil serpihan sayatan kain hijau. Xiao meng sang ibu mendengar ini, langsung berla

emerah, tidak bisa berkata apa-apa. Tangan keriput, mulai meraih sayatan kain hijau. Warna ini sering digunakan oleh Xiao li, apalagi dia sering menggunakannya. Bukan berarti suka, tetapi tidak bisa me

putus. Segera membungkuk melanjutkan kalimat, "Ampuni kami tuan. Kami tidak bisa masuk kedalam, karena jiwa spiritual

ba membangunkannya, memastikan lagi. Namun, pengawal ini hanya men

dengar, makhluk hidup yang bisa keluar dari dasar lembah. Apalagi adik yang tidak memiliki jiwa spi

us

ua

mburkan darah. Emosinya pecah di saat, An ran memperjelas le

a bersamaan nona keti

, "kurang ajar! Gadis bodoh itu! Sudah mati masih saja menyusahkan orang lain!"

-

Rumor mengenai nona keempat semakin menjadi-jadi. Malahan fajar belum

-

ota," gerutu Lu nian. Tampaknya, sang kakak menegur, "adik! Kamu har

r menjelang, kematian nona keempat sudah menyebar, dikatakan mati bunuh diri. Akibat pernikahannya dibatalkan, bagai

.

seorang gadis. Memegangi sebua

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kelahiran Kembali
Kelahiran Kembali
“Keluarga Lu memiliki 5 orang anak, semuanya menonjol, kecuali nona ke 4 yang bodoh dan sakit-sakitan. Tidak memiliki keterampilan menyulam seperti nona pertama. Tidak sekuat tuan muda ke 2 dan nona ke 3. Apalagi kecantikan dan keahlian bermain musik 'tak seperti nona ke 5. Menjadikan dirinya sebagai 'sampah masyarakat' bahan olok-olokkan, oleh keluarga serta semua orang di ibukota. Hingga kebodohan dan kelemahannya, merenggut nyawanya sendiri. Satu lompatan kucing hitam, merubah segalanya. Seorang assassin dari abad ke 21 terlempar ke zaman kuno, yang masih menggunakan pakaian Hanfu. Di mana masih menganut sistem Kekaisaran, baru bangun disuguhkan konflik; internal dan eksternal. Belum lagi harus bertahan hidup, di dalam hidup ini. Jika tidak membunuh, akan dibunuh. Setiap detik, harus memikirkan kelangsungan hidup. Disusul konflik istana yang rumit. Namun, menghasilkan kisah roman yang unik. Cerita ini murni fiksi dari karangan/haluan, tidak ada kaitannya dengan sejarah manapun. Sekali lagi ini hanya tarian jari kecilku. Ilustrasi cover by canva. ig: li_liyuliu.”
1 Bab 1 Keluarga Lu2 Bab 2 Rumor Pembatalan Pernikahan3 Bab 3 Lembah Hùdiè4 Bab 4 Memori5 Bab 5 Kucing Dan Kupu-Kupu6 Bab 6 Hewan Kontrak7 Bab 7 Aku Akan Menolongmu8 Bab 8 Sistem9 Bab 9 Kabur10 Bab 10 Hantu11 Bab 11 Bangkit Dari Kubur12 Bab 12 Membunuh Satu Tikus13 Bab 13 Penjelasan Kultivasi, Alchemist, Summoner14 Bab 14 Pembalasan Dimulai15 Bab 15 Kedatangan Pangeran Kesembilan16 Bab 16 Tidak Bisa Jalan17 Bab 17 Jamur Zî sè18 Bab 18 Bermain Trik19 Bab 19 Membuat Penawar Obat20 Bab 20 Pemurnian Qi21 Bab 21 Tahapan Keabadian22 Bab 22 Kelebihan Energi Yin23 Bab 23 Pergi Ke Pasar Gelap24 Bab 24 Mencuri25 Bab 25 Tipu Menipu