icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hidupku yang Kaya Mendadak

Bab 10 Kotak Hadiah yang Indah

Jumlah Kata:670    |    Dirilis Pada: 09/02/2022

seperti Trevor memenangkan hati Corrie? Maksudk

nya sudah bau aca

idak sadar tempatmu, maka kam

bahak-bahak, wajah pucat Trevor

permalukan hanya k

a bukan karena Bessie, dia pasti suda

yang benar-benar pedu

uktur mereka, Bernard tahu bahwa

anya, jangan menertawakan pecundang malang ini lagi. Jangan merusak suasana ulang tahun Instruktur Bessie. Kulihat semua orang memberika

membuka kotak hadiahnya dengan rasa bangga di hat

m yang beraroma lembut

g indah! Pasti c

Hadiah yang dia beli

Hermes edisi terbaru dan juga terbatas. Harga dari

harganya sangat mahal, jadi dia tidak membelinya. Dan itulah alasan m

juta adalah sesuatu yang tidak dapat di

um puas di wajahnya semakin lebar. Dia juga bangga ke

vor pasti membeli hadiah untuk Instruktur Bessie juga

ku. Aku sudah memberinya hadi

sie dengan lembut, "Instruktur Bessie, kenapa tidak

dan berkata, "Jangan bandingkan betapa berharganya hadiah

hwa Bessie melakukan itu karena tidak ingin mempermalukannya di depan umum. Lagi pula,

vor percaya bahwa tidak ada hadiah ya

jukkan saja pada mereka," Trevor berka

dia mengeluarkan hadiah yang dibungkus

keluarkan dari tasnya, caha

kamar hotel tiba-

ah!" seru Bessi

ahnya sangat cantik ketika

tak hadiah

an terlintas di benak mereka.

g tidak

as kaya. Itu begitu indah! Kamu pasti benar-benar peduli dan memikirkannya

ermalukan masih belum bisa memahami keadaan ini

u hadiah, aku tidak peduli apa yang ada di dalamnya.

harga dirinya yang tinggi. Bessie tahu bahwa Trevor tidak memiliki banyak uang untuk mem

bawakan hadiah ini. Jadi, tidak masalah membuka

mbil kotak hadiah dari Kakak sepupu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hidupku yang Kaya Mendadak
Hidupku yang Kaya Mendadak
“Keluargaku berada di garis kemiskinan dan tidak memiliki cara untuk mendukungku di perguruan tinggi. Aku harus bekerja paruh waktu setiap hari hanya untuk memenuhi kebutuhan dan mampu masuk ke universitas. Saat itulah aku bertemu dengannya - gadis cantik dikelasku yang diimpikan setiap laki-laki. Aku sadar bahwa dia sangat jauh dari jangkauanku. Namun, aku mengumpulkan seluruh keberanian dan mengatakan kepadanya bahwa aku telah jatuh cinta padanya. Yang mengejutkanku, dia setuju untuk menjadi pacarku. Dengan senyuman termanis yang pernah kulihat, dia memberitahuku bahwa dia menginginkan sebuah iPhone terbaru sebagai hadiah pertamaku untuknya. Aku bekerja seperti seekor anjing dan bahkan mencuci baju teman sekelasku untuk mendapatkan uang. Kerja kerasku membuahkan hasil setelah sebulan. Aku akhirnya dapat membeli apa yang diinginkannya. Tetapi saat aku membungkus hadiah itu, aku melihatnya bercumbu dengan kapten tim bola basket. Dia kemudian mengolok-olok dan menghina kemiskinanku. Yang lebih parahnya lagi, laki-laki selingkuhannya meninju wajahku. Aku diselimuti oleh keputusasaan, tetapi tidak ada yang bisa kulakukan kecuali diam saja saat mereka menginjak-injak perasaaanku. Tetapi kemudian, ayahku tiba-tiba meneleponku dan hidupku berubah sepenuhnya. Ternyata aku adalah putra seorang miliarder.”