icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hidupku yang Kaya Mendadak

Bab 9 Tangan yang Bau

Jumlah Kata:600    |    Dirilis Pada: 09/02/2022

tel Marston, sebu

m hotel. Begitu memasuki aula, dia melihat seorang wan

di dekat lift dan melambai pa

seputih salju. Dia terlihat seperti seorang bangsawan yang el

e arahnya dan menyerahkan sebuah kotak hadiah, "Maaf aku terlambat,

, kemudian dia memasukkannya ke dalam tas t

wa, "Apa kamu tidak akan m

kembali ke rumah nanti malam. Ayo, aku akan

tangan Trevor. Mereka berdua bersama-

menemukan bahwa semua anggota tim bola

i mencuci pakaian kami? Karena kamu ada di sini sekara

dari beberapa anggota

keningnya dan berkata, "Berhenti m

asket terdiam dan sal

mari dan du

sampingnya, sebuah senyu

e arahnya dan te

lah cantik dengan Bessie. Wanita itu menyilangkan kaki

nonjolkan dadanya yang besar, sedangkan b

lah terjepit di antara

an, dia memutuskan untuk duduk di kursi ya

nalkan padaku?" tanya gadis seksi di sebelah

, ini sepupuku, Corrie Tantowi. Dia mahas

n gadis itu pada Tre

na Trevor telah meninggalkan kesan yang baik. Dia berkuliah

k hanya tampan, tetapi juga dapat diand

erpikir ini adalah kesempatan baik bagi adik sepupunya

ang bertemu denga

nya dengan sopan dan menu

tama ketika seorang pecundang seperti Trevor duduk di antara dua wanita

u hanya seorang pecundang yang malang. Tentu

rie, pria ini hanyalah seorang pesuruh di tim basket kami. Dia mencuci k

ik, dia mengalihkan pandangannya dari Tre

dan bersih. Siapa tahu a

or membeku

yang dikatakan Corrie hanyalah alasan dan dia t

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hidupku yang Kaya Mendadak
Hidupku yang Kaya Mendadak
“Keluargaku berada di garis kemiskinan dan tidak memiliki cara untuk mendukungku di perguruan tinggi. Aku harus bekerja paruh waktu setiap hari hanya untuk memenuhi kebutuhan dan mampu masuk ke universitas. Saat itulah aku bertemu dengannya - gadis cantik dikelasku yang diimpikan setiap laki-laki. Aku sadar bahwa dia sangat jauh dari jangkauanku. Namun, aku mengumpulkan seluruh keberanian dan mengatakan kepadanya bahwa aku telah jatuh cinta padanya. Yang mengejutkanku, dia setuju untuk menjadi pacarku. Dengan senyuman termanis yang pernah kulihat, dia memberitahuku bahwa dia menginginkan sebuah iPhone terbaru sebagai hadiah pertamaku untuknya. Aku bekerja seperti seekor anjing dan bahkan mencuci baju teman sekelasku untuk mendapatkan uang. Kerja kerasku membuahkan hasil setelah sebulan. Aku akhirnya dapat membeli apa yang diinginkannya. Tetapi saat aku membungkus hadiah itu, aku melihatnya bercumbu dengan kapten tim bola basket. Dia kemudian mengolok-olok dan menghina kemiskinanku. Yang lebih parahnya lagi, laki-laki selingkuhannya meninju wajahku. Aku diselimuti oleh keputusasaan, tetapi tidak ada yang bisa kulakukan kecuali diam saja saat mereka menginjak-injak perasaaanku. Tetapi kemudian, ayahku tiba-tiba meneleponku dan hidupku berubah sepenuhnya. Ternyata aku adalah putra seorang miliarder.”