au Papah mereka itu adalah pribadi yang lembut. Sasa tidak kuat menahan tangisnya, dia kembali menangis. Nino
Sasa dengan lembut, "ya sudah Sa kita istirahat saja yuk, besok kita o
," jawab
ga besok ada kerjaan pagi-pagi bange
ke kamarnya, membantu Sasa memberes
asnya, membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Nino menatap langit-lang
. Untuk Nino sendiri, bisa saja dia tidak perduli dengan siapapun yang akan menjadi ibu tirinya, walaupun di
ak baik untuk mental Sasa. Tapi dia juga bingung bagaimana caranya bicara de
*
in bicara berdua dengan Papahnya sebelum Sasa bangun. Saat Nino ke luar kamar, tidak ada siapa-siapa di sana kec
Papah baru saja ke luar kamar dengan p
ah, sekali lagi Nino menya
erjalan ke luar. Nino mengikutinya, "P
buru-
arapan
antor
t sama Sa
ja yang
ok git
suk ke dalam mobilnya. Kesabaran Nino habis
n itu sudah berhasil mengubah Pa
masuk ke dalam mobil. Dia berjalan me
erhasil merubah Papah seka
tamparan mendarat se
ang Papah m
nte Eka, tapi jangan pernah salahkan dia atas apapun yang terjadi de
erempuan itu? Secantik apa sih dia sampai bisa membuat Papah lu
ngan kamu!" Pap
Papah g
gak suka, i
dan mulai main tangan begini? Papah mikir gak sih, Papah baru kenal perempuan
ebut Tante Eva denga
yeringai
an yang berlebihan, gak ada yang salah kan k
kali. Tapi cara Papah i
ang man
sarapan itu adalah waktu berharga bersama keluarga, gak boleh dilewatkan begitu saja. Sekarang apa?
an kemarin, seolah-ol
kecil? Yang ngambeknya tadi
ng ajar sih!" Untuk kesek
kamarnya, karena melihat meja makan sepi
gak sa
aja deh Mbak. Nanti a
tunggu sebe
a M
sayup-sayup dia mendengar suara ribut dari luar. Dia beranjak
uk Papah saja, tapi untuk kita semua. Apalagi untuk Sasa, Papah gak ma
g Papah puja itu sayang sa
jah Nino, "Papah ingatkan kamu untuk terakhir ka
ai menampar wajah orang. Sasa ke luar, "Pah..." pang
ah terganti Pah. Sasa juga gak kurang kasih sayang kok, kalau Papah mau nikah ya nika
ikut campur! Tahu apa sih
Tapi Sasa janji, Sasa gak akan pernah repotin Papah lagi, Papah mau a
an mereka, Nino menarik tang
tapi yang jela
amu tunggu aku bentar, aku ambi
a juga tas sekolah Sasa. Sasa sebenarnya tidak punya pilihan, dia tidak pun
/0/3877/coverbig.jpg?v=e0c4b40b2a80fe023ea706c3ecd88f77&imageMogr2/format/webp)