ap untuk sarapan. Sebenarnya Sasa igin sekali menanyakan masalah pacar baru Papahnya, t
." sapa Bimo
i Pa
direcokin sama kamu kalau sedang sarapa
ang menghadap ke ruang tengah. Di ruang tengah su
ah bangun jam se
ng pagi ini," jawab
orang penting saja sibuk
dia masih terus sib
ngkat sekolah s
ku mau cepat,
uga lewati sekolah aku. Ya
harus sudah sampai di
Abang juga bel
ud
? Ya sudah, tunggui
unggu kamu ma
ak mau antar aku..."
n mau cepat Nak. Kamu
kan mau bare
manja deh Sa..
ma Nino, kamu sarapannya di sekolah saja. jad
tolong buatin bekal aku ya," perint
as. Sasa ke luar kamar, Nino sudah siap berangkat. Sepanjan
ampai telat sampai di
an mau ke distro Abang harus
mbil jalur barat,"
napa tadi gak bilang
kan, menyalahkan lagi. G
15 menit Sasa sudah sampai di sekol
un g
g jajan do
dompet dan memberikan beberapa lembar uang
ecil melewati koridor kelas. Sasa berpikir kalau dia akan menjadi murid pertama yang tiba di kelas, ter
anusia es ini sih..
erti kemarin, hari ini juga tidak ada tegur sapa diantara mereka. Sasa duduk diam men
eng yang dibawanya tadi. Dia membuka bekal dan meni
menyodorkan kotak
la menerima. Dion berdi
h," gumam
n, beberapa murid sud
mu sampainya. Diantar ya
eh sarap
Tapi nasi goreng kamu seperti
Sasa menyodorkan kota
ki-laki datang mendekati mereka. Dia adalah mu
ma. Kenalkan aku Giring." G
sa.
oreng pagi-pagi, punya kamu D
punya Sa
gak Sa?" tanya Gir
...bol
tu dan memakan beberapa suap. Dia terli
tanya Giring dengan mul
rut Sasa lebih baik dia menahan lapar dari pada
Sasa kenap jadi kamu yang
, aku sudah kenyang kok," ujar Sa
baik. Mereka bertiga mengobrol, dan mulai terlihat mereka satu frekuensi. Obrolan m
asuk kelas dengan wajah sinis, Sasa tidak meng
tempat makan. Gara-gara kamu, k
elilingnya, tidak ada murid yang mempermasalahkan bau bawang. Sasa melir
*
komunikasi. Diam-diam Sasa memperhatikan Dion, bukan memperhatikan karena dia tertarik tetapi Sasa merasa aneh saja dengan Dion. Dion bukan manusia dingin yang tidak senang be
isa dekat. Itu artinya Dion itu bisa bergaul, tapi kenapa
ion sih?" tanya Sasa pada Giring saa
gnya k
dia manu
nanya? Perasa
eja dengan dia gak pernah ditegur, gak pernah diomong
ion? Bentar... Dion..." Giri
n Dion memang sedang lewat dari depan merek
akit Sa," ge
panggil-panggil Dion. Aku ga
rai
suara Giring langsung mendekat ke meja Sasa
ya Dion begitu sam
Giring malah mengajak Dio
tapi takut Giring bicara aneh-aneh di depannya. Terpaksa Sasa berpura-pura ingin memesan makanan lagi, sem
ng mengobrol. Mereka mengobrol sambil tertawa, membuat
/0/3877/coverbig.jpg?v=e0c4b40b2a80fe023ea706c3ecd88f77&imageMogr2/format/webp)