Sera
ri kem
mobil akhirn
UV ketiga. "Ku
reka menaruh umpan. Atau a
araan lapis baja terdepan. Orang
g menuju k
akhirnya benar
ela ke arah langit abu-
uncangan di jalan terasa seperti pis
sepatah kata pun sejak
rpangkat rendah bernama Rocco,
ng?" tanyanya dengan dahi ber
dak me
ikan jalan layang y
cahaya sesaat sebelu
uah
menghantam m
gguncang tanah
enginjak rem
jam, ban-bannya men
ghantam aspal te
itu te
uta serpihan bagai berlian. Logam menge
berp
ling sekal
t dalam posi
pengamanku, gravitasi me
ut. Darah menetes hanga
sudah tewas. Lehernya patah
sabuk pengaman, teta
ak meletu
peluru y
bot di atas aspal m
u melih
bella keluar dari mobi
berlumura
indungi tubuh gadis itu
n cadangan yang berhenti di
i melewati
ihat ke
meli
aktu teras
lui kaca yang retak se
rhitungan ding
a. Isabella adalah asetnya. I
yalah c
dak be
dak mencoba m
rus be
dalam mobil cadangan dan m
pergi, meninggal
u belakang mobilnya
biarkan
a
ai memen
cium ba
khirnya,
semua in
l. Tidak ada lagi rasa sakit
ditarik terbuk
an yang kuat
ukan
pengawal dari kenda
ng sabuk p
ke dalam d
ku keluar ke
tar sepuluh kaki ket
kulitku. Gelombang kejutn
tam tanah d
diriku patah. Kal
erada jauh di
teriak ke
rsamaku! Dia
ap ke ara
mulai
a terasa seju
mejamk
ingin di
, tampaknya, belum
/0/36681/coverbig.jpg?v=fd078a63f8ccf3b0bbbcebc446ade530&imageMogr2/format/webp)