El
Suaraku rendah.
ngkeramannya mengerat. Jari-
tidak bisa pergi begitu saja hanya karena
wa. "Aku tidak cembu
ya me
tello, tapi kau akan menjadi istriku.
a ho
di udara di antara
hnya masih berbau parfum murahan milik wan
. Aku berbalik menghadapnya s
nggelegar di dalam ru
. Dia terhuyung ke belakang, r
a tidak memukul pria
kadar wanita. Aku
elah meng
mendekat hingga dia tidak bisa melihat apa pun
inya, matanya ter
," kataku. "Kau m
Kali ini dengan punggu
sa perih, tapi rasa s
angan tanganku. Kemarah
! Kau sud
Luca. Aku sudah
a terlepas. Nyaris membuat p
lalu takut meninggalkan bekas, terlalu takut pada apa y
aih kop
rakhir," bohongku, suaraku dingin bagai
a. Wajahnya memera
ingin mem
untuk mempertanyakan tamparan itu, untuk
ilah. Lari ke ayahmu. Tap
dak me
eluar. Naik lif
ar di kap mob
an rokoknya. Menginjakny
tanpa sepatah kata pun. Mel
pintu penum
saat meluncur masuk ke kur
dela apartemen tempat sesosok bayangan
/0/36680/coverbig.jpg?v=a5bf915a73afa5d83a7c151e07841a7c&imageMogr2/format/webp)