El
menarikku kelua
Aku memejamkan mata rapat-ra
anganku mulai fokus
rumah
ku ber
rasa mual yang melanda men
" kata sebuah sua
an kepala ke
rdiri d
si terlepas, rambut acak-acakan. G
ku tidak mendengar kata-kata yang dia ucapkan di k
ursi sudut, meng
-olah pingsanku adalah g
jatuh dari tangga di klub. Apa
enata
vestasiku," b
se
g. Kebingungan melint
n apa
gas masuk, membawa pa
da beruntung. Tampaknya gula darah rendah yang parah dipadukan dengan syok al
tert
ering. Menyakitk
s. Aku akan menik
remas t
nya, kekhawatiran dalam suaranya hany
eduli pada
a ingin mencari tahu seber
u terdengar keras. "Per
napas secara dr
an memperingatkan, la
arik ta
s pulang,
r," tawar Lu
hku mengiri
nya yang santai menguap. "Ke
ia keluar
indungi anggo
ng dengan hebat, seolah hendak berputar lepas dari porosnya,
alan melewati Luc
nti di de
u. Pembangkangan melin
nya dengan manis. "Sayang sekali
enyum itu tidak
ubuh lebih dekat, sampai wajahku hanya berjarak beberapa inci
Pakailah mask
n membutu
ar. Aku tidak men
ril, gaun tipis berkibar mengenai kakiku, kepalaku
otomatis bergeser terbuka. Udara
enyala tanpa berge
dela dit
an sopi
eperti es hitam dan bekas luka berger
nt
k," k
ke kursi penumpang. Bagia
ak senjata. Ba
matanya tertuju pa
pintu masuk rumah sakit. Luca be
. Dia melihatku. Dia
leh ke a
n," k
nginja
aluku di kaca spion, men
u akan se
/0/36680/coverbig.jpg?v=a5bf915a73afa5d83a7c151e07841a7c&imageMogr2/format/webp)