/0/36657/coverbig.jpg?v=e9ada362fa768151df06486e010488ee&imageMogr2/format/webp)
mbangun benteng digital bagi Do
ah Ratu Baskara yang
sekali pakaiku bergeta
simpanannya: sebuah alat tes
rang," bunyi takarir foto itu. "K
ersenyum dan menggenggam tanganku, berb
ena dia telah menyelamatkan ny
a aku adalah aset mandul yang dia pertahankan agar terlihat terho
kuan tidak hormat ini karena aku ti
sa
aikannya-kamu tidak me
in membunuhnya. I
in meng
rekening luar negeri yang hanya bisa kuakses.
imia pasar gelap untuk sebuah
menghapus bersih pikiran. Pen
ia sedang pergi merayakan putra ha
ah yang kosong serta cincin pernikahan yang
demi mencariku, tetapi dia tidak
g mencintainya su
a
Er
rongga buku *The Odyssey* yang dilubangi, mem
ar yang menghancurkan duniaku: sebua
dang merayakannya sekarang, dan kamu hanyalah per
seberang meja makan
ng mengiris steik setengah matangnya dengan ketepatan bedah yang sa
senyum
Komisi bahwa dia adalah seorang pengusaha beradab, alih-alih seorang ja
-baik saja, Er
ng dulu membuatku berdebar geli tet
berb
kan sekadar istrinya; akulah yang me
inyal GPS miliknya berada
di k
imur Atas, properti yang kubeli secara pribadi melalui perusaha
Arsitek dari S
it yang mengubah uang tunai hasil kokain me
gi Biro Investigasi Federal masuk dan m
ai mobil terbakar sepuluh tahun lalu, gadis jenius yang di
snya menja
erah menggenang di piring porselennya,
aset lain yan
bisa di
awah meja, getaran samar yang te
ain dar
video k
isinya, tetapi dorongan masokistis untuk mem
kaku bagai mesin saat berjalan menuju kamar ma
duduk lunglai di te
r vide
tapi suara-suara i
ungsional," kat
geras suara, namun sejelas sua
an dan rumah, Kirana. Kamu
an diriku di ce
a yang telah
gg
nd
ai ke tara
ut-adalah satu-satunya a
ahasia-rahasian
h dari kemeja-kem
tika dia pulang dengan arom
seora
nita yang telah kuperlakukan
gkhianatan terhadap s
langgaran ter
pelanggar
tidak me
emili
kta atas hidupku hanya karena di
ah monumen bagi kekuasaannya sen
men bisa d
ng sempat lolos dari mataku
dak te
dak be
piku-pola pikir sedingin es yang sama seperti saat aku merestruktur
uh ta
u, mengubah bibirku me
mbali ke ruang
tanya Baskara, mengulurkan tangan mel
sesif, berat dengan bobo
sempurna
lebih baik dar
anak haramnya yang belum lahir, aku sudah menghitung nila
akan mence
menceraikan
rikan dir
menguasai polisi, para hakim, dan sepa
arus
secara
istri sang Don
tangannya, berkilau di b
ingin me
ukan sesuatu ya
in meng
/0/36657/coverbig.jpg?v=e9ada362fa768151df06486e010488ee&imageMogr2/format/webp)