icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

KIBAS DASTER BUNDA

Bab 8 Langit Mendung

Jumlah Kata:1400    |    Dirilis Pada: 14/01/2022

dan sayurannya. Empat mangkuk sudah tersedia di atas meja makannya. Dimas duduk lebih dahulu. Dengan na

n kepekaan kamu ke Akasia jempolan banget." D

yang harus ambil alih semuanya." Dimas b

cinta dari Kalila..." bisik

Kalila please. Masi

ngambek .... " Dona

kamar dan duduk di sebelah Dimas

m dan memegang wajah Mario. Dimas tersenyum setiap kali melihat kemesraan ke

a. Karena dikepala Sakura, romantis itu... diberikan hadiah, makan malam r

ma Ayah?" tanya Dona sambil merapihkan

tolak Sakura dengan perlakuan bundanya. Dona mengangkat ta

kan?" tanya Akasia sambil mengunyah mie rebusnya. Dona

u deh, kalian sarapan." Dona beranjak. Ia membuka pintu g

punggung tangan Dona saat hendak berangkat s

u. Arah mereka berbeda menuju ke tujuan masing-masing. Jadi dua anak lelakinya tak mau berangkat bersama denga

seberang. Ia melambaikan tangan

dua wanita ibu rumah tangga dengan masih memakai das

gitu berbinar. Dona sumrigah hin

Silvi mengacungkan je

enarnya? Hanya dua wanita itu dan

*

kabel sambungan TV, dan menghentikan kegiatan menyetrika pakaian kering ya

ri solusi untuk membayar uang Study Tour Akasia. Tak hanya itu, ia juga memiki

erhiasan jadul miliknya muncul. Dibukanya perlahan. Tampak dua cincin emas pu

. Kampus yang dituju S

ni. Tapi, kuliah Dimas nanti gimana?" D

dah bantu keluarga Dona. Ke kantor, bisa, cuma apa suaminya mau. Berapa lama ha

tulan cermin. Ia menutup kotak p

semoga aku bisa bantu suamiku

ngusap

Yes you can! Banggain

urutnya, jika kita bisa menyemangati diri sendiri, dan mencintai diri sendir

*

menje

nak keduanya yang sedang asik mencuc

ndanya yang ikut berjongkok

ana?" Dona menatap lekat put

aaa, Kakak dulu,

ekarang boleh, kan. Biar bund

ya menyikat sepatu terhenti

hin Dimas, tenang, Dimas kerja. Sambil nabung buat nanti kuliah." Ia kembali me

e Sakura dulu." Dona bertopang dagu sambil menatap

akak jauh lebih tinggi dari Dimas, kan. Tenang aja,

nah mengeluh, selalu sabar, tenang dan tak memaksa. Dimas s

a yang juga tampak bingung. Keduanya beranjak. Dimas

hnya tampak senang. "Ante

Mi?" Dima

a. Papi pulang...!" Si

us doang." Dona ngeloyor masuk ke dalam rumah. Silvi menyusul. Dimas, membilas sepatu dan m

Dimas seraya mengambil handu

. Ayo cepetttt... pesawat Papi terbang dari bandar

bandara sini." Dimas bersandar di pintu kamar

ona... lo masak ya... gue ada baha

rumah lo. Dimas biar mandi

berapa, Dim?" Sil

sih latihan futsal di

ikut."Silvi melambaikan tangan ke Dimas

*

ilvi juga sudah siap dengan pakaianny

timun untuk acar. Dona memasak soto betawi kuah susu sebagai me

kabar. Ujian udah selesai ka

ab Dona ta

ura di halte dekat seko

E

bar. Kepalanya men

na masih me

api Sakura udah masuk ke

ona menda

panik ya," Silvi menatap Dona

Sakura, ya." Lalu Dona mengambil ponsel yan

a tak menjawab panggilan Dona

ari dalam tas kecil yang ia bawa. Ia menatap D

i," suara Sak

i mana?" Silvi bert

t les, Mi

t les

es bahasa

au ngabarin Papi pulang hari ini, nanti malam mak

e,

hati ya, Kak n

Bye,

"Ditempat les, Don. Nanti coba

mun dengan perasaan cukup sedih. Sakura tak

b telfon aku. Apa segitunya d

engatur nafas dan emosinya. Menghilangkan awan me

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
KIBAS DASTER BUNDA
KIBAS DASTER BUNDA
“"KAKAK SEBEL SAMA BUNDA! BUNDA KUNO! DASTERAN TERUS!" Maki Sakura, anak pertama Dona yang jengah melihat bundanya selalu berdaster, kuno, ketinggalan jaman, dan banyak keluhan dari anak pertamanya itu. Namun, mari kita mencari tau apa aja yang terjadi di kehidupan seorang ibu rumah tangga sebenarnya, yang kadang suka disepelekan banyak orang. Kenalkan, namanya Dona. Ibu rumah tangga dengan tiga anak yang selama 17 tahun menikah dengan Pria yang ia cintai sejak pertemuan pertama mereka di salah satu festival musik pada masa itu yang begitu bergantung kepadanya, mulai merasa galau. Permasalahan mulai muncul saat sang anak pertama mulai kesal, jenuh, dan bosan melihat penampilan ibunya yang NORAK, KAMPUNGAN dan cenderung Sederhana. Ditambah kondisi tempat kerja suaminya sedang mengalami pengepresan karyawan dan gaji pun tak naik yang biasanya setiap setahun sekali pasti ada. Memikirkan hari-hari dengan uang belanja pas-pasan, biaya hidup melonjak tinggi, tuntutan suami dan anak-anak, Dona hadapi dengan sabar. Namun suatu hari ia bertekad akan merubah hal BIASA pada dirinya menjadi LUAR BIASA. Demi membuat anak dan suaminya bangga dengan rahasia diri yang pada akhirnya ia buka kembali demi keluarganya. Bisakah Dona membuktikannya?”