icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

KIBAS DASTER BUNDA

Bab 4 Buat anak

Jumlah Kata:1231    |    Dirilis Pada: 14/01/2022

uguhkan secangkir kopi hitam panas di meja ruang tamu

nin besok ada acara pemberian hadiah, piagam

ahnya. Kedua matanya memanas dan air mata sudah akan tumpa

Dona kembali tampak sem

Sakura yang baru keluar kamar setelah berganti baju. Ia diam

usah, apa anak remaja sekarang begitu?

gomong ke Sakura." Suaminya itu mengangg

tas meja. Lalu ia berjalan ke dalam kamar ia dan Dimas d

ratusan ribu yang setelah Dona hitung ber

anya Mario. Don

ikut atau nggak. Silvi nawarin suruh pake uang dia aja, aku nggak mau, karena--" Dona m

Sakura aja masih tiga juta lagi, malu la

" Mario menunjuk ke a

Tour berap

angan. Aku lagi hitung uang kita, kal

pacaran, menikah, selalu menerima dan tak pernah menuntut berapa pun uang yang Mario hasilkan. Dari be

r pasti naik dan penghasilan kita lebih besar, y

apa aja, yang penting nggak kekurangan, bisa sekolah, bisa makan, tinggal di rumah nyaman, juga, kita

f administrasi. Nilainya pun cenderung pasaran pada umumnya alias biasa saja. Satu hal yang ia syukuri, ia berjodoh dengan Don

aian rumah. Dona selalu memakai daster yang bisa ia hitung jumlahnya dengan d

anak dan suaminya. Tak salah juga Sakura menganggap bundanya norak d

run ya, kamu beli baju buat kamu dul

a beberapa baju juga, kalau Dimas sepatu sekolahnya udah gundul bawahnya, takut licin nanti kepeleset kalau terus dipakai. Akasia kancutnya ud

las pelukan suaminya. "Maaf ya sayang, suamimu bukan di

yang harusnya dikatain sama Sa

, satu-satunya di dunia. Maafin Sakura udah bentak kamu, jang

ura. Aku minta maaf kalau bikin dia m

na dan meminum kopi buat

*

mah F

au Bunda nggak halangin gue, udah gue tabok tuh, Sakura, gue keplak kepala

avorit. Saking favoritnya, lo bisa lihat semua merk mobil bagus bejejer rapi di luar sekola

gil Dimas. Lelaki itu segera beranjak dan mendekat. Mereka me

imas. Fadil jug

s emailnya,"

a kan, tapi?" lirik F

*

n ma

brol Dona tak menjawab, Dimas

ya mulu, Kak!

meja makan. Ayo, nggak ada bahas

a Akasia. Semua mata menatap.

tegur Mario p

dan menuju ke dapur, membuka tutup wajan di atas kompor. Ada empat potong dagi

awar Dona. Ia lalu kembali duduk di meja makan.

rendang?" tanya Dona lembut. Sakura diam. Ia lalu beranjak setelah meng

cap Akasia yang asik memakan nasi denga

hat ibunya dengan tatapan sendu. Ia berkali-kali menghela napasnya. Kakaknya itu su

? Dimas mau keluar sebentar, janji

k uangnya?" Dona beranjak merapikan piring kotor set

elum makan,"

ang aja sayang," lalu Dona berjalan ke dapur sambil mengambil satu buah timun yang ad

ar di dinding dapur sambil memakan timun. Dimas tau, jika bundanya

r ya, jam sembilan udah pulang!" u

i, ya! Satu aja!

banyak?" tanya Dimas sambil

itu." Akas

Dimas sambil berjalan keluar pagar. Dona mas

bisa gan

diri, dan feeli

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
KIBAS DASTER BUNDA
KIBAS DASTER BUNDA
“"KAKAK SEBEL SAMA BUNDA! BUNDA KUNO! DASTERAN TERUS!" Maki Sakura, anak pertama Dona yang jengah melihat bundanya selalu berdaster, kuno, ketinggalan jaman, dan banyak keluhan dari anak pertamanya itu. Namun, mari kita mencari tau apa aja yang terjadi di kehidupan seorang ibu rumah tangga sebenarnya, yang kadang suka disepelekan banyak orang. Kenalkan, namanya Dona. Ibu rumah tangga dengan tiga anak yang selama 17 tahun menikah dengan Pria yang ia cintai sejak pertemuan pertama mereka di salah satu festival musik pada masa itu yang begitu bergantung kepadanya, mulai merasa galau. Permasalahan mulai muncul saat sang anak pertama mulai kesal, jenuh, dan bosan melihat penampilan ibunya yang NORAK, KAMPUNGAN dan cenderung Sederhana. Ditambah kondisi tempat kerja suaminya sedang mengalami pengepresan karyawan dan gaji pun tak naik yang biasanya setiap setahun sekali pasti ada. Memikirkan hari-hari dengan uang belanja pas-pasan, biaya hidup melonjak tinggi, tuntutan suami dan anak-anak, Dona hadapi dengan sabar. Namun suatu hari ia bertekad akan merubah hal BIASA pada dirinya menjadi LUAR BIASA. Demi membuat anak dan suaminya bangga dengan rahasia diri yang pada akhirnya ia buka kembali demi keluarganya. Bisakah Dona membuktikannya?”