icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mantan Suami

Bab 4 Tangisan si Kecil

Jumlah Kata:1617    |    Dirilis Pada: 12/01/2022

yang sangat dikasihinya itu. Dua orang yang membuat dia merana karena rindu yang mengendap yang selalu dia simpan di d

limat tahun lalu itu. Tapi sekuat yang dia mampu dia menahan agar dia tidak menggenang kan air mata. Dan berpura-pura tidak mengenal mereka. Riyadh tidak boleh tahu t

erupaya keras untuk tidak menengok, sampai dia merasakan sentakan tajam melepas tangan anaknya dan kerudung lebarnya dan beberapa

ma Tant

Itu suara Riyadh yang menyimpan ketegasan dalam nada pelannya. "Pa

g la

rkataan mantan suaminya itu. Dia ingin mengatakan kalau dia bukan orang la

tersendat dalam isak

an itu meremas hatinya. Dia tidak bisa terus bersandiwar

kan kedua tangannya dan berharap dia mau menggendongnya. "Ukasya." Riyadh memperingati dengan ketajaman yang membuat tangis anak itu men

gendong kal

Dia menjawab wanita sempat tersentak dan mengamatinya dengan pandangan y

emikirkan perasaan Riyadh. Ukasya langsung mengubur kepalanya di lekuk leher Sabrina yang berlapis jilbab hijau botolnya serupa dengan warna gamis yang dia pakai. Tangan putranya melingkar di lehernya. Dan dia membelai pung

n dalam air mukanya. "Maafkan saya," ujar Sabrina memberanik

Jujur itu membuatnya agak kesulitan dan ada beberapa item lagi yang mesti dia pindahkan. Dia menaru terigu itu dengan sedikit susah payah. Ketika dia ingin mengambil item lain, tangan kekar membantunya memindahkan produk tersebut dan itu membuatnya tertegun dan menatap Riyadh. "Biar saya saja." Kata itu menyimpan ketegasan yang tidak ingin di bantah. Dan dia tidak punya perkataan lain selain, "Terima kasih." Riy

m kemu

ak menjawab dan hanya berjalan seolah dia mengajaknya berbicara. Tapi anaknya segera berceloteh dengan muka sembab kalau ayahnya itu bernama Riyadh Orel dan si kecil memperkenalkan dirinya sebagai Ukasya Aleksey Orel. Dia ingin tertawa karena menurutnya yang lucu tapi dia tidak melakukannya, karena dia tidak ingin menambah kekesalan Riyadh sebab bisa tawanya bisa disalah tafsirkan oleh Riyadh. Tanti sering mengeluh akan sikap Riyadh yang over protective dan kelewat posesif. Mantan suaminya ini akan dengan mudah tersi

e rumahnya dan dia segera mengiyakan sebelum Riyadh menyemburkan lontaran kata-kata tajam pada anaknya yang mulai terlihat menguji kesabaran Riyadh. Sabrina membuat perjanjian pada Ukasya kalau dia boleh ikut mengantarnya dan setelah itu Ukasya harus pulang bersama ayahnya, dan anak itu mengangg

tinya sangat

terus menguyah. "Hu uh." Pendar keceriaan itu menyambanginya. "Aku sangat suka

Tapi dia ingin tahu alasan Riyadh membatasi Ukasya makan coklat dari mulut anaknya. "Kata Pap

h sekilas pada si kecil yang mulai menyambar kembali coklat dengan

M ... " Mah. Matanya membulat. Bibirnya terkatup. Dia hampir saja memanggil ibunya dengan sebutan 'Mama'. Padahal Tanti Tanti

hbac

un yang

eorang wanita berhijab lebar dan gamis cream pastel dengan rumah besar berlantai dua sebagai background nya cahaya siang sebagai

asya untuk berpura-pura pipis dan memintanya untuk mengantarnya ke toilet. Cuman dengan cara itu mereka bisa berdua. "Mama cantik sekali,"

idak boleh memberitahu ayahmu kalau Tante memberi foto

i Tante pastikan kau

ngg

leh memanggilnya 'mama' dan kau harus berpura-pura tidak mengenalnya," tambah Tanti memperingati.

dengannya dan kau ingin tetap bersama ibumu, kau harus terus memanggilnya dengan sebutan yang Tante bilang padamu tadi.

tan dalam roman wajahnya. Dia t

hbac

m,

saat anak-anak lain mengandeng ibunya di saat mereka tampil di depan kelas untuk unjuk kebolehan. Dia hanya ditemani ayahnya. Dan saat mereka datang ke tempat wisata, ketika anak lain bermain wahana bersama ayah dan ibunya, dia hanya di temani ayahnya tanpa pernah tahu bagaimana di gandeng erat o

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka