icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Suamiku Waria

Suamiku Waria

icon

Bab 1 Kau Meruntuhkan Duniaku, Bang!

Jumlah Kata:1092    |    Dirilis Pada: 08/01/2022

dia selalu berpenampilan necis, bersih dan rapi. Pernikahan kami sudah jalan tahun ke empat. Sebenarnya aku tidak ingin menikah saat i

idak membenci suamiku. Dia laki-laki yang baik. Bahkan ketika aku minta pisah kamar awal-awal menikah Bang Sugi yang merasa sungkan kal

rang sales tapi masih berjuang sekuat tenaga mencukupi kebutuhan rumah tangga kami. Bahkan s

baik. Sayang, dia bukan imam yang baik setelah aku mengetahui sa

gi bilang kalau dia sendiri yang ingin bekerja karena tahun baru biasanya banyak orang yang mau menghamburkan uang. Bang Sugi juga bilang kalau dia ingin mendapatkan bonus awal tahun

awakan mainan. Aku mengajak putraku duduk di teras rumah kami. M

a sebelah rumahku yang selalu bergonta-

t yang duduk di pangkuanku terlihat senang melihat Ecih. Putraku sangat deka

. Di mataku Ecih tetap tetangga yang baik. Dia bahkan pernah hujan-hujanan membawa motornya untuk

. Tidak ada yang spesial. Aku tetap memasak dan mencuci seperti biasa s

pi Langit, pesan sms ber

n hotel Mas, kamarn

buah hotel. Terlihat jelas dari pesan itu kalau yang di sms suamiku adalah seorang laki-laki. Andai saja Bag Sugi menyebutnya 'mbak'

amiku. Tapi beberapa menit kemudian,

irim sms tadi," ucap

aku balas. Sudah dulu ya, Bang. Langit nang

akanan. Kalau dia terganggu, bisa dipastikan nangisnya akan bertahan s

ore. Wajahnya nampak kelela

kinkan teh dulu sama pana

hanya me

, aku membawakan segelas teh untuk

al pernikahan kami. Biasanya Bang Sugi paling banyak memberiku seratus ribu. Kadang-kadang lima puluh ribu. Tergantung penj

i uang dari mana?" tanya

ng. Sudah lama Abang tidak membawa kamu dan anak kita jalan-jalan keluar." Bang Sugi berkata dengan senyum

engan

suamiku berjalan agak aneh.

jalan malam ini?"

nya kenapa?" Bang Sugi ba

ena wasir? Kalau abang merasa

dan Lintang, sekarang kamu menolak?" tanya Bang Sugi dengan emosi. A

di jalan-jalan." uc

giakan kalian. Tolong jangan tol

rsyukur sekali memiliki

kecil Langit ingin makan permen gula-gula. Jadi tinggallah Bang Sugi sendirian

ata mereka bercakap-capak dengan suamiku. Aku yang sedang me

m cucok? Ihh pasti banyak duit kan sekarang? Eyke aja yang bawa si

berkata pelan. Nina, waria berbaju merah itu ter

an melakukan hal laknat itu! Uang untuk jala

anakku. Langit menangis. Tangisannya menyad

u, Bang ..

nuh emosi. Di depan gerbang alun-alun, masih ada tukang ojek mangkal. Aku segera pergi dengan ojek. Tujuanku malam ini ada

jalan. Dia pasti menangisi permennya yang jatuh. Sement

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka