icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Mauku Menjomlo

Bab 3 Jomlo 3

Jumlah Kata:915    |    Dirilis Pada: 06/01/2022

a? Cie, yang baru aja gajian." Celotehan Bu Arni menyambutku saat baru sa

kan. Mereka tengah belanja sayur di Kang Sueb sekaligus bergosip. Dan ... ya, in

an dan menyengir. Karena aku tahu pasti apa maksud Bu Arni barusan. Apa l

at kreatif. Cukup memaklumi, kalau emak-emak jaman now terlalu sering menonto

kok, sama kewajiban saya," jawabku ringan seraya mendekati Bu Arni ya

dalah selain aku tak sekaya Dokter Karina, karena memang gajiku pas-pasan. Selain itu juga, aku takut uang yang sudah aku kumpulkan u

hir tahun dan berujung terlilit tunggakan. Aku lebih memilih mengubah metode pembayaran rumah

akan dibawa

ntu diterima pun dengan dosa yang sudah menggunung. Itu sebabnya aku benar-

rikan

para tetangga lainnya, aku mencoba akrab dengan para tetangga yang kebanyakan adalah ibu rumah tangga. hidup merantau bukanlah suatu hal yang mud

ni. Maka yang menolongku pertama adalah tetangga. Walau terkadang sifat mereka sed

ntuk tak mau mencari ribut dengan

mbuat para ibu-ibu tetangga terlonjak kaget. Sebuah mobil van hitam udah berdiam d

annya Neng Kari

ya, ya

nya kok bed

anti ka

sa baru setahun leb

Dokter Karina. Jadi yang bisa aku lakukan hanya menghela napas panjang saja tanpa menanggapinya.

ng sabar sebentar lagi

kh

a mereka berhenti berbicara hal yang aneh-aneh mengenai Dokte

aya. Kebetulan rumahnya searah dengan Dokter Karina. Makanya jemput

.. sorry, bukan niat hati untuk mengaku-aku pun mengikuti ketenaran Dokter Karina. Hanya saja, aku tak en

bus seiring dengan kehadirannya. Padahal dia orang baik dan

ang harus kita lakukan, hanya terus melakukan yang terbaik. Gak peduli kebaikan kita akan diakui atau nggak. Yang terpenting, jalani aja yang menurut kita baik. Dan gak mengusik orang. Karena Tuhan itu

api segala gossip yang menerpa dirinya. Tak urung hal itu just

ak mengenal Alan pun tak terlalu jel

apa aku

kter Karina, yang dikemudikan si pengacara berwajah lempeng seperti jalan tol itu. Sedari t

ar meny

mbuka pintu belakang kemudi. Ada Mbok Jum ternyata yang duduk di sebelahnya.

disambut dengan desi

tadi? Suka sekali

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Mauku Menjomlo
Bukan Mauku Menjomlo
“Kenapa, sih, wanita kalau sudah diatas 30 tahun dan belum menikah, disebut perawan tua? Tidak laku? Dan berbagai titel lainnya. Apalagi kalau hidup di kampung seperti aku? Pokoknya harus tebal kuping dengerin nyinyiran tetangga. Untung aku santuy, yee kan? Meski kadang pengen juga melepas kejombloan yang haqiqi ini. Namun apa daya, jodohnya masih otw. Jadi selain menunggu, apalagi yang bisa aku lakukan. Aku gak mungkin asal tunjuk, dan asal pilih mumpung ada yang mau, iya kan? Karena nikah itu perkara panjang yang punya banyak poin untuk dipikirkan dan dipertimbangkan. Jadi ... tolong dimengerti, ya? Jomblo itu bukan aib, kok. Meski aku gak tahu sampai kapan harus menjomblo seperti ini. Aku Hasmi Azzahra. Suster cantik dan masih single di usia yang terbilang tak muda lagi. Membuatku mau tak mau harus menebalkan telinga dari nyinyiran orang-orang sekitarku. Yuk! Temani aku nyari jodoh.”