icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Mauku Menjomlo

Bab 2 Jomlo 2

Jumlah Kata:1389    |    Dirilis Pada: 06/01/2022

" ajak Dokter Karina, waktu kami seda

ngkat, sembari menikmati

kaos robek sana sini. Katanya kayak gak mampu beli baru aja." Cerita Do

ok malah demennya pake kaos robekan. Made in Tanah Abang lagi. Ya, ampuuun ... dokter mah, eman

tuk kaos dan masih bisa dipake. Ya ... kan, mubazir kalau harus dibuang. Lagian, saya pakenya di dalam ruma

mpu beli aja. Padahal kalau dokter mau, beli sama pabriknya pun mampu. Kenapa malah jadi sok miskin gini, sih? Sampe Kaos aja g

g. Soalnya saya kesel diomelin Arjuna mulu."

ar gak bisa pake lagi. Ngeselin banget, kan. Sekarang saya jadi bingung mau pake apa k

u kembali terbahak.terlihat sekali kala

i." Otakku terpanggil untuk menggodanya, membua

esalan Dokter bedah kesayangan para pasien anak itu. W

. Kenapa harus ke Tanah Abang yang pasti sumpek dan panas? Belum lagi kalau rame. Pasti desek-desekan g

ana, ya, Mi? Kalau di m

pa? Me

Abang, seratus ribu aja bisa dapet tiga biji tuh. Padahal model sama bahan sama. Cuma menang di

sal

ada yang berubah, masih suka merakyat.

mah sakit ini, tapi dia juga merupakan istri dari pemilik rumah sakit ini. Akan tetapi sifat

biasa

ng bukan siapa-siapa saja, malah lebih banyak maunya daripada Dokte

Dia juga tak pernah mau pamer, apa lagi sok menjadi sosialita. Jujur, itu juga yang membuatku b

u yang lainnya. tapi aku pun tak munafik juga kalau memang ada sege

hidup.

saja orang seperti Dokter Karina langka adanya. Orangnya selalu lurus, dan tak pernah berlak

ter Somplak ini? Bukannya memanfaatkan situasi yang dimiliki, agar terlihat seperti ny

e daripada menaiki mobil pribadi. Padahal kalau ditelisik lebih jauh lagi, sang suami

nggal pakai, malah memilih menggunakan ojek online. Bukan hal yang mengherankan jika ego sang suami tersentil karena merasa ta

isebuah rumah kontrakan minimalis, yang katakanlah standar menengah ke bawah. Karena dilihat dari sisi mana pun, kontrakan Dok

ak pernah mau foya-foya. Namun, setelah aku mengenalnya lebih dekat, ternyata itu

menyumbangkan sebagian gajinya untuk panti asuhan milik temannya. Walaupun kadang kua

menggunakannya di jalan kebaikan, selain itu juga bisa memperlancar rezeki. Kita tidak a

in hijab deh satu lusin," ajak Dokter Karina lagi,

akan nada penolakan.Begitu pula denganku. Karenanya aku pu

h ... rezeki

*

i sebelu

nyaku di sela aktivitas membantu Dok

gak jadi ke Tanah Abang," jaw

" tanyaku den

i, katanya dia gak rela liat saya dempet-dempetan di sana sama orang lain. Iya kalo yang mepetin saya ibu-ibu. Nah kalo y

?" Kepo-ku

a pencahariannya. Mending saya yang mengalah. Kan, kamu tau sendiri gimana Arjuna? Dia tuh kalau udah ngancem g

suka sekali membantah. Kalau sudah beg

Dokter

Dok?" Aku kembali bertanya, setelah puas

awabnya sete

ku mengacuhkan muka k

b Dokter Karina ragu. "Say

h

Pak Alan, sih? Apa hubungannya acara b

ja itu Alan, Mi. Arjuna gak bisa nemenin sa

p

ama saya? Ngapain pake di temenin segala, sih? Kaya

kup lama dengan pengacara itu? Meski ada Dokt

ak di temenin cowok. Jadinya ya ... dari pada saya dikawal puluhan bodyguard

n di kawal si jalan tol ...

... kudu k

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Mauku Menjomlo
Bukan Mauku Menjomlo
“Kenapa, sih, wanita kalau sudah diatas 30 tahun dan belum menikah, disebut perawan tua? Tidak laku? Dan berbagai titel lainnya. Apalagi kalau hidup di kampung seperti aku? Pokoknya harus tebal kuping dengerin nyinyiran tetangga. Untung aku santuy, yee kan? Meski kadang pengen juga melepas kejombloan yang haqiqi ini. Namun apa daya, jodohnya masih otw. Jadi selain menunggu, apalagi yang bisa aku lakukan. Aku gak mungkin asal tunjuk, dan asal pilih mumpung ada yang mau, iya kan? Karena nikah itu perkara panjang yang punya banyak poin untuk dipikirkan dan dipertimbangkan. Jadi ... tolong dimengerti, ya? Jomblo itu bukan aib, kok. Meski aku gak tahu sampai kapan harus menjomblo seperti ini. Aku Hasmi Azzahra. Suster cantik dan masih single di usia yang terbilang tak muda lagi. Membuatku mau tak mau harus menebalkan telinga dari nyinyiran orang-orang sekitarku. Yuk! Temani aku nyari jodoh.”