icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istrinya yang Tak Diinginkan: Sang Jenius Teknologi Tersembunyi

Bab 4 

Jumlah Kata:631    |    Dirilis Pada: Hari ini13:44

m ramping berhenti di pinggir jalan di luar gedun

bi megah, dengan kaku dan berwibawa, ditemani oleh Benny

enthouse. Cornelius Wijaya mendorong pintu depan

h. Apartemen itu sunyi senyap. Rasa h

seolah ini adalah wilayahnya, dan dengan lembut

a, dan bergegas ke ruang tamu untuk menyalakan konsol video

ngga terbuka dan melirik ke tempat

rata dengan sempurna. Tidak a

a meng

u telah m

kaian besar dan membuka p

at agak kosong. Pakaiannya yang paling

ya hanya sebagai ledakan cemburu yang menyedihkan lainnya. Upaya putus asa la

berjalan ke meja samping tempat tidurnya,

u permukaan kayu yang halus. Matanya

yang selalu diletakkan di sudut meja

ya tujuh tahun lalu. Sejak saat itu, dia memperlakuka

inya dia mengambil apa yang telah dia buang dan memperlakukannya sebagai miliknya sendiri? Ini adalah tant

bol interkom, memanggil k

karena cemas. "Nyonya Wijaya pergi sangat larut

es. "Batalkan semua kartu kredit tambahannya. Mari

n kasar melonggarkan dasi sutranya, d

dra Setiawan perlahan membuka matanya

otkan silau yang keras ke wajahnya. Dia du

rbuka di lantai dan menyingki

ah, dia mengeluarkan m

tunya hal yang ber

ang kasar dan tergores. Dia berdiri di

dan riang. Itu adalah pilar fisik dari seluruh pernikahannya ya

n menekan ujung jarinya k

rutnya berge

ia mencengkeram tepi keramik dengan erat hingga buku-buku jarinya

air mata panas yang menyenga

ajahnya, menatap pantulan dirinya yang basah kuyup d

a laci, mengambil obeng baja, dan mengarahkan uju

kar sepenuhnya tu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istrinya yang Tak Diinginkan: Sang Jenius Teknologi Tersembunyi
Istrinya yang Tak Diinginkan: Sang Jenius Teknologi Tersembunyi
“Di malam perayaan ulang tahun pernikahan yang ketujuh, asisten Cornelius mengabarkan bahwa pria itu sedang rapat bisnis penting dan tidak bisa pulang. Namun, sebuah berita gosip di ponsel mengarahkan langkah Cassandra ke sebuah restoran mewah. Di sana, dia melihat suaminya sedang tertawa bahagia bersama cinta masa kecilnya, Halle, dan putra kandung Cassandra yang berusia tujuh tahun. Dari celah pintu, Cassandra mendengar suara nyaring putranya. "Mama sangat membosankan, aku berharap Tante Halle adalah mama kandungku." Cornelius tidak membela istrinya sama sekali. Dia malah tersenyum penuh kasih dan mengacak-acak rambut putra mereka, membenarkan ucapan kejam itu. Lebih hancur lagi, saat Cassandra membongkar robot usang pemberian suaminya, dia menemukan sebuah rekaman tersembunyi dari tujuh tahun lalu. "Kenapa kau tiba-tiba menikahi mahasiswi miskin itu, Cassandra?" "Karena dia mudah dikendalikan, tidak punya daya tawar. Dia hanya tameng sementara yang sempurna sampai Halle mau menetap." Darah Cassandra terasa membeku. Selama tujuh tahun, dia rela membuang gelar Ph.D. dari MIT dan menyembunyikan identitasnya sebagai desainer adibusana legendaris hanya demi menjadi vas bunga pajangan di Keluarga Wijaya. Ternyata, sejak detik pertama, pernikahan ini hanyalah jebakan jahat yang terencana. Malam itu juga, Cassandra melepas cincin berliannya dan pergi dari rumah itu. Dia mentransfer satu juta dolar hasil jerih payahnya sendiri ke pengacara perceraian paling kejam di New York, lalu mengunci foto-foto perselingkuhan suaminya di server awan terenkripsi. Sudah waktunya sang istri pajangan ini mengambil kembali hidupnya dan menghancurkan mereka.”