icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kebangkitan Spektakuler Sang Istri yang Dicampakkan Menjadi Miliarder

Bab 6 

Jumlah Kata:583    |    Dirilis Pada: Hari ini13:39

tu-aroma parfumnya sendiri telah hilang, digantikan oleh wangi Yana yang

ke ruang tam

membungkus patung perunggu dengan hati-hati menggunakan bubble wrap. Yana berdiri di dekat rak

berwarna krem dengan kancing emas. Di pergelangan tangannya berkilauan gelang tenis b

Yana, bibirnya melengkung. "Waktu em

wajahnya tegang. "Estella, jang

ia berjalan lurus melewati kota

enuju ruang kerja. "Kau pikir mau ke mana? C

ya," kata Estella, suaranya pelan d

sudah setengah kosong, dindingnya telanjang tempat seni telah diturunkan. Dia b

terbuka deng

tinggi. Brenda dan Yana berdiri di ambang pintu, mata

unai, tidak ada perhiasan. Hanya ada satu

sen pintu. "Kau menyembunyikan setumpuk ke

dengusan meremehkan. "Jujur saja, Estella,

ak punya masa depan," kata Yana, suaranya manis memu

pintu, tetapi Yana tidak menyingkir dari jalannya. Dia harus bergesekan me

dinding, setengah tersembunyi di balik tumpukan kotak, ada sebuah lukisan. Itu adalah luk

miliki lipatan di tempat sesuatu ya

it fisik yang tajam di dadany

ahnya. Dia berjalan mendekati lukisan itu, sepatu haknya be

bingkai dengan ujung sepatu runcingnya. Lukisan itu me

idup di dalam dirinya, berteriak padanya untuk menerjang, mencakar

terbelalak. Dia melihat Brenda, yang menyeringai. Dia melihat set

padan. Tempat i

tangannya terbuka. Dia menatap Yana, lalu Brenda, m

gin es. Dia berbalik dan berjalan keluar pintu de

a tidak membutuhkan mereka. Dia m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kebangkitan Spektakuler Sang Istri yang Dicampakkan Menjadi Miliarder
Kebangkitan Spektakuler Sang Istri yang Dicampakkan Menjadi Miliarder
“Di malam perayaan ulang tahun pernikahan kami yang kesepuluh, aku membuatkan sup pereda pengar untuk suamiku tercinta. Namun saat aku membawanya ke kamar, aku memergokinya sedang berciuman panas dengan adik kandungku sendiri. Tanpa rasa bersalah, suamiku menatapku dengan tatapan datar dan merendahkan. "Sepuluh tahun ini kau hanya pengganti sampai adikmu lulus kuliah. Aku selalu mencintainya." Dengan tangan gemetar, aku menelepon ibuku sambil menangis untuk meminta pertolongan, namun jawaban dari seberang sana benar-benar menghancurkan duniaku. "Aku sudah tahu sejak lama. Kau tidak punya keahlian apa-apa selain jadi pembantu, berhentilah menangis dan serahkan posisimu pada adikmu." Ternyata, selama sepuluh tahun aku hanya menjadi alat transisi yang dimanfaatkan oleh keluarga kandungku sendiri. Mereka memaksaku menandatangani surat cerai tanpa sepeser pun harta, mengusirku dari rumah, dan mengejekku sebagai wanita bodoh yang tidak akan bisa bertahan hidup di luar sana. Darahku terasa membeku menyadari bahwa orang-orang yang paling kucintai bersekongkol menghancurkan hidupku tanpa ampun. Mereka pikir aku akan hancur, merangkak, dan memohon belas kasihan kepada mereka. Mereka sama sekali tidak tahu bahwa selama menjadi "istri pengangguran", aku diam-diam telah meraih gelar master psikologi klinis dari Columbia University dan diploma kuliner dari Le Cordon Bleu. Aku menyeka air mataku, melemparkan bukti rahasia perselingkuhan suamiku ke atas meja untuk merampas properti berharganya, lalu berbalik pergi untuk memulai hidupku yang sebenarnya.”