icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istri yang Tak Diinginkan Ternyata Seorang Triliuner

Bab 7 

Jumlah Kata:519    |    Dirilis Pada: 18/06/2026

ri lobi gedung pencakar l

hitam besar mengerem mendadak di depannya.

ga meminta kehadiran Anda," kata ke

pada koper. Ia masuk ke bagian

asuk jauh ke dalam kawasan perkebun

ang berusia seabad. Elisa menyeret kopernya men

n bau cendana tua dan par

honi panjang, menyeruput teh bersama t

ri di tengah ruangan selama sepuluh menit yang meny

gkir teh mereka, mata mereka menyapu

elennya. Ia mengambil menu berukiran emas

"Ini vulgar. Tidak berkelas. Tapi kurasa aku tidak bisa menghar

a berkerut karena kebencian. "Kau

antai. Ia tidak membung

Indriani te

n saus ini adalah penghinaan te

asa Prancis dialek Paris yan

Dua di antaranya hampir

nyembunyikan kurangnya budaya dengan berlebihan," lanjut Elisa, ka

ereka adalah upaya putus asa orang kaya baru

tidak berbicara bahasa Prancis, tetapi ia mema

na keluarga ini menganggapku sangat tidak ber

ebrak meja. "B

impin Keluarga dan berjal

apas dalam-dalam menghirup udara Lon

anya langsung ke

kan tatapan rekan kerjanya, dan langs

n diri yang dicetak di meja

Berlaku seger

idak bisa begitu saja pergi. Kami kekurang

n," Elisa menyela, suaranya keras. "P

isa, direktur itu menelan

na ID plastiknya dan m

t. Ponselnya bergetar. Intan: Rumah aman

tulus. Perawat itu sudah mati. Ist

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri yang Tak Diinginkan Ternyata Seorang Triliuner
Istri yang Tak Diinginkan Ternyata Seorang Triliuner
“Selama tujuh tahun, aku berperan sebagai istri pajangan yang pendiam bagi miliarder August Wijaya. Hingga suatu malam saat aku berjaga di UGD, suamiku menerobos masuk dengan panik, menggendong seorang wanita yang mengalami pendarahan hebat di balik mantelnya. Wanita itu adalah Allena, tunangan sepupunya sendiri. Sebagai perawat, aku langsung tahu penyebab pendarahannya: kista yang pecah akibat hubungan intim yang terlalu agresif. August melempar cek seratus ribu dolar untuk menutupi skandal menjijikkan itu. Puncaknya, saat teman-temannya menjebakku di sebuah klub, demi melindungi Allena dari cipratan kopi, August mendorongku dengan brutal. Tubuhku menghantam sudut meja kaca. Lengan kananku robek dalam dan darahku langsung menggenangi karpet. "Berlututlah dan minta maaf padanya." Perintah August terdengar begitu dingin, sama sekali mengabaikan darah yang mengucur deras dari tubuhku. Tujuh tahun pernikahan kami ternyata tidak ada harganya sama sekali dibandingkan kepalsuan selingkuhannya. Pria ini bahkan tidak peduli jika aku mati kehabisan darah di depannya. Aku tidak menangis. Dengan tenang, aku mengikat lenganku sendiri untuk menghentikan pendarahan, lalu menatap tajam ke arah teman-teman elitenya. "Kalian tahu kenapa dia pendarahan di UGD? Itu karena aktivitas ranjang yang terlalu brutal." Aku mengusapkan darahku tepat di dada jas mahal suamiku, lalu berbalik pergi tanpa menoleh lagi. Kontrak pernikahan kami berakhir dalam tiga hari, dan sudah saatnya aku mengaktifkan kembali identitas asliku serta menjemput putri kecilku yang selama ini kusembunyikan dari monster itu.”