icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istri yang Tak Diinginkan Ternyata Seorang Triliuner

Bab 6 

Jumlah Kata:593    |    Dirilis Pada: 18/06/2026

keamanan berbunyi nyaring selama dua

g masuk ke serambi. Sebatang cerutu teba

mendorong rak pakaian logam berat ke dalam apartemen. Rak-

epat di tengah lorong,

wajahnya. Dia melihat rambutnya yang dipotong pend

ambaikan tangannya ke arah para pekerja. "Bawa

a, menekan telapak tangannya rata

awan. "Apa yang kau pi

pakaian baru Allena Santoso. August menyuruhku memindahkannya. Sudah waktunya bagi ist

sa jijik yang mutlak, tetapi detak

gai rasa takut. Dia melangkah maju dan mendoron

ia menancapkan kakinya, mengayunkan lengan kanannya ke b

L

aring seper

m. Apartemen itu me

ari mulutnya. Dia memegangi pipinya yang merah dan

, ludah beterbangan dari bibirnya. "Aku akan

unya, mengeluarkan tisu antibakteri, da

erai, aku adalah pemilik sah properti ini,"

awan mener

lnya dan menekan nomor panggilan

ada yang bisa kami bantu?"

adwalkan donasi properti besar-besaran. Ya, seluruh isi penthouse. Kapan ketersediaan paling awal kalian untuk pe

i tempat. Rahangnya tern

etuk-ngetukkan jarinya di marmer halus. "Aku sudah menandatangani rilis digital. Mereka akan datang besok pagi untuk mengosongkan t

entikan! Kau tidak bisa melakukan ini! Barang-barang

li tanpa belas kasihan. "Aset pernikahan. Anggap saja seb

lisa atas properti pernikahan. Dia melihat sekeliling pada lukisan bernilai jutaan dolar dan sofa kulit Italia kustom, rasa tak

teri kotor itu ke tempat sampah kosong

rhenti di pintu, melihat rak-rak pakaian Allena Sant

uhan ini," kata

dan membiarkan pintu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri yang Tak Diinginkan Ternyata Seorang Triliuner
Istri yang Tak Diinginkan Ternyata Seorang Triliuner
“Selama tujuh tahun, aku berperan sebagai istri pajangan yang pendiam bagi miliarder August Wijaya. Hingga suatu malam saat aku berjaga di UGD, suamiku menerobos masuk dengan panik, menggendong seorang wanita yang mengalami pendarahan hebat di balik mantelnya. Wanita itu adalah Allena, tunangan sepupunya sendiri. Sebagai perawat, aku langsung tahu penyebab pendarahannya: kista yang pecah akibat hubungan intim yang terlalu agresif. August melempar cek seratus ribu dolar untuk menutupi skandal menjijikkan itu. Puncaknya, saat teman-temannya menjebakku di sebuah klub, demi melindungi Allena dari cipratan kopi, August mendorongku dengan brutal. Tubuhku menghantam sudut meja kaca. Lengan kananku robek dalam dan darahku langsung menggenangi karpet. "Berlututlah dan minta maaf padanya." Perintah August terdengar begitu dingin, sama sekali mengabaikan darah yang mengucur deras dari tubuhku. Tujuh tahun pernikahan kami ternyata tidak ada harganya sama sekali dibandingkan kepalsuan selingkuhannya. Pria ini bahkan tidak peduli jika aku mati kehabisan darah di depannya. Aku tidak menangis. Dengan tenang, aku mengikat lenganku sendiri untuk menghentikan pendarahan, lalu menatap tajam ke arah teman-teman elitenya. "Kalian tahu kenapa dia pendarahan di UGD? Itu karena aktivitas ranjang yang terlalu brutal." Aku mengusapkan darahku tepat di dada jas mahal suamiku, lalu berbalik pergi tanpa menoleh lagi. Kontrak pernikahan kami berakhir dalam tiga hari, dan sudah saatnya aku mengaktifkan kembali identitas asliku serta menjemput putri kecilku yang selama ini kusembunyikan dari monster itu.”