icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Satu Malam Bersama Bos Miliarderku

Bab 5 

Jumlah Kata:534    |    Dirilis Pada: Hari ini11:56

itu terasa begitu kuat. Dia bisa melihat bintik-bintik emas di i

iba, dia mel

jutkan. Halina menghela napas yang

dari predator menjadi CEO. Dia membuka laci dan mengeluarkan dokumen tebal yang

anikah," katan

men itu. Terlihat s

sung menarik perhatiannya. Tunjangan bulanan yang menyaingi gaji tahunannya.

. "Kau tidak m

ng investasi," kata Ezra

arkan dokumen itu kembali ke meja. "Aku ingin hidupk

aset yang orang lai

dengan berat seperti batu. Halina men

ia berdiri lagi dan berjalan ke je

iki minat khusus pa

ngan itu ter

lkan diri. Jantungnya berdebar kencang di da

. Kau telah melacaknya. Catatan publik. Arsip perpustakaan di

. Itu adalah rahasia terbesarnya.

l sulit dijangkau. Asisten junior di rumah mode? Kau tidak akan pern

ata. "Dan kau pikir

a menempatkanmu di mejanya. Itu menempatkanmu berhadapan dengannya di

atu hal yang telah diinginkannya se

har

lagi. "Kenapa aku

lunak, hanya sepersekian detik.

peran itu," katanya. "Dan karena aku selal

pi intensitas suarany

ohonginya. Dia teringat ibunya, yang meninggal tanpa pernah mendapatkan

h waktu,"

"Tapi selagi kau berpik

ning. Dia mengeluarka

Slack masih

Pertemana

" perint

l yang sepele dalam skema besar perjanjian pernikahan

ngetuk

nyi. Dia meliriknya, dan

Sekarang kembali be

balik d

n malammu malam ini. K

dengan Indra Suryawina

jadi dingin.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Satu Malam Bersama Bos Miliarderku
Satu Malam Bersama Bos Miliarderku
“Selama tiga tahun, aku mengorbankan segalanya untuk mendukung karier pacarku, sementara aku rela hanya menjadi asisten junior yang tak terlihat. Hingga suatu pagi setelah malam amal yang kacau, aku terbangun di atas seprai sutra di ranjang penthouse milik CEO perusahaanku yang dingin dan ditakuti, Ezra Wijaya. Malam itu, pacarku, Indra, mengabaikan semua panggilanku dengan alasan ketiduran. Di saat aku dihantui rasa panik karena Ezra menjebak dan memaksaku menandatangani kontrak pernikahan demi menstabilkan sahamnya, sebuah kebenaran lain menamparku. Aku melacak lokasi ponsel Indra dan menemukan titik biru itu tidak berada di rumahnya, melainkan berhenti tepat di gedung sahabat baikku, Liana. "Aku lembur malam ini, Sayang," pesannya dengan manis. Padahal dia sedang tidur dengan sahabatku sendiri. Tiga tahun kesetiaanku dibalas dengan pengkhianatan paling menjijikkan oleh dua orang yang paling kupercayai. Hatiku hancur, berubah menjadi rasa dingin yang menusuk tulang. Mengapa mereka tega mempermainkanku selama ini? Di saat aku merasa terekspos dan tidak punya siapa-siapa lagi, Ezra justru menyodorkan sebuah kesepakatan yang tak mungkin kutolak. Dia mengetahui rahasia terbesarku, dan dia menawarkan akses langsung ke Senator Pratama-pria berkuasa yang telah menghancurkan hidup ibuku dua puluh tahun lalu. Aku membuang bunga pemberian Indra ke tempat sampah, lalu menatap pria paling berkuasa di New York itu. "Aku ingin akses ke Keluarga Pratama. Itu syaratku." Malam ini, berbalut gaun sutra zamrud dan menggenggam erat tangan Ezra di karpet merah, aku menatap wajah pucat pasi mantan pacar dan sahabatku yang terkejut melihatku. Pembalasan dendamku baru saja dimulai.”