gga buku-buku jarinya memutih. Matahari pagi menyilaukan dari
tanah," katanya, meskipun
Adhitama. Dan saya yakin paparazzi sering berkemah di kafe pojok pagi
memang sedang mengawasi, alisnya sedikit terangkat melihat
ncur ke kursi kulit. Interiornya berbau samar aroma ce
yang kacau. Partisi antara depan dan belakang sudah diturunkan. Halina menatap
y, matanya bertemu dengan
asanya salah menyebut nama jalan di mobil in
k. "Brooklyn. Pe
longgar di kursi-tunggu, tidak ada benang longgar di Maybach.
ley tiba-tiba. Nada suaranya santai, seperti seda
merasakan darah mengalir ke wajahnya. "Aku tidak tah
dak jelas. "Kesalahan biasanya
padanya. Dia ingat bagaimana Ezra memandangnya tadi malam di lift. Ada rasa lapar di matanya yang membu
berharap tanah akan m
lonjak, jantungnya berdebar kencang. Itu
gkat teleponmu. Ketiduran semal
layar. Ketidu
ya: 23:45. Indra Suryawinata adalah orang yang suka
engkeram perutnya. Dia
curigaan itu. Tanggalnya. Dia melakukan perhitungan ment
darah mengerin
," katanya. Suaran
lirik ke kaca spion. "Nona Ad
asi Sejahtera di sana. Aku
engerti. Dia tidak mengatakan sepatah kata pun, hanya memberi i
ntu. Dia bergegas keluar, hampir ter
ga, jantungnya berdebar kencang di telinganya. Dia merasa semua orang memandangny
l yang harus dibayar untuk menghapus kesalahan yang mengubah hidup, meskipun tulisan keci
ai kotak itu. Dia melihat setelan mahal Halina, lalu rambutnya yang acak-acakan, lal
k kertas. Dia memasukkan kotak itu ke dalam tas
dia beli. Dia hanya bergabung kembali dengan lalu lintas. Ta
a. Dan jika dia curiga, d
bil akhirnya berhenti di depan gedung apartemennya yang usang di Brooklyn, kontrasnya sangat mencolo
mam Halina, mendor
itama," k
i, menoleh
uaranya kini tanpa ejekan. Itu adalah
ngga tertutup dan berlari
irnya, dia berhasil membuka pintu dan terhuyung masuk ke apartemennya. Dia mengunci gng.
annya gemetar saat dia merobek kemasan foil.
n air keran, dan menelan pil itu. Pil i
ya. Itu psikosomatik, dia tahu, tapi dia
a ini darinya. Dia harus men
a memandang dirinya di cermin. Memar di lehernya sema
annya. Dia menggosok kulitnya hingga lecet da
mbungkus setelan Dior dan pakaian dalam itu ke dalam kantong plastik dan menyelipkannya ke bagian b
rakoso, sahabat terbaiknya dan seora
semalam? Aku bersumpah melihatnya d
n itu. Klub The Box
ngirim pesan teks padanya
erutnya semakin mencen
ntang berada di klub? Ke
a blok jauhnya, Finley mengetik
potek. Dia terliha
Wijaya melihat pesan itu. Ponsel di tangann
a, mengembuskan napas perlahan dan terkontrol. Kemudian, dengan gerakan tiba-tiba dan kasar, dia memat
/0/34538/coverbig.jpg?v=86d4a6d10b5af37bf97469a0d77ef220&imageMogr2/format/webp)