o
, berlari di sepanjang Sungai Cendana, membuat kode hingga tengah h
encang, otaknya menajam. Kabut li
enoleh untuk menyuruh Clara berhenti melompat
, rutinitas
lu. Agensi mengirim pengganti, seorang gadis muda ber
ggang. Dia menggunakan toples
-mandir di ruang depan, sepatu kulit mahalnya nyaris mengenai sofa tempat
gigit besa
tuk. Dia mencengkeram tenggorokannya.
berteriak." "
bergegas ke dapur. Clara terengah
!" Sarah Pusp
Clara. "Ini anafilaksis!
ngan paksa. Sendok, garpu
erah khusus di tasnya, atau ditempel d
11!" Baska
mudian, di Rumah S
tupi wajah kecilnya. Baskara duduk di s
apak Gunawan, alergi kacang bukan lelucon. Ada di berka
..." Baskara terhenti. Alasan itu terdenga
m besar dan memegang cangkir Starbucks. "Ya Tuhan, dia bai
ia berdiri di dekat pintu, m
nya terdengar samar d
skara t
pelan. "Adelia berbau bah
akan senyum. "Oh, sayang, Tante a
e jendela. Dia mengeluarkan pon
nya me
kau membutuhkannya. Katakan
uh harap. Jika dia menelepon Aulia, dia mengakui keka
k-baik saja," katanya dengan kasar. "K
etangganya dari 4B. Ibu Foster berusia delapan puluh tahun, meng
ayang," kata Ibu Foste
lia mengakui, menatap uap ya
gitu tele
ak bisa.
. Baskara sedang bertengkar dengan pembant
a mengambil telepon rumah. Dia tahu nomorny
n-Satu-T
rdering. ID: Ke
. Dia menatapnya. B
Dia tidak berbicara
ra kecil ya
gan untuk menahan tangisan. Air m
kau d
Aulia m
ng dari ujung telepon. "Apa ya
"Tidak! Aku bica
ganmu! Lihat, aku membeli
l
gan te
pel di telinganya, mendengarkan nada sa
n ponselnya. Tangannyadalikan akses. Selama Aulia hanya
junya. Kesedihan di matanya mengeras
knya. "Tidak ad
-
/0/34537/coverbig.jpg?v=8b8d0110cb910c8ee2887e6a1372d162&imageMogr2/format/webp)